<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871</id><updated>2012-01-08T01:34:19.062+07:00</updated><category term='umum'/><category term='Riau Membangun'/><category term='agama'/><category term='Galeri Foto'/><category term='Politik'/><category term='Bisnis'/><category term='IPKB Riau'/><title type='text'>YASRIL RIAU</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>192</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7392779106710983516</id><published>2011-02-15T08:20:00.001+07:00</published><updated>2011-02-15T08:21:15.932+07:00</updated><title type='text'>SMP 4 Tambang Targetkan Sekolah Unggulan</title><content type='html'>Tarai Bangun (RP) – Sebagai sekolah yang berada di tapal batas, SMP Negeri 4 Tambang menargetkan menjadi sekolah unggulan di Kabupaten Kampar. ‘’Keunggulan itu tidak hanya dari segi fisik bangunan saja, tap juga dari kualitas siswanya,’’ ungkap Kepala SMPN 4 Tambang, Syahrul MPd menjawab Riau Pos, Sabtu ( 12/2).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Didampingi Kepala Laboratorium sekolah, Hj Wirna Efnalius Sd, Syahrul menjelaskan,  target jadi sekolah unggulan itu telah dimulai sejak lima tahun lalu. Bahkan berbagai perubahan ke arah kemajuan pun telah dicapai. Mulai dari sekolah yang hanya menggunakan bangunan tiga lokal, ini telah menjadi 15 lokal dan akan dibangun lagi beberapa lokal bertingkat. Bahkan berbagai fasilitas yang juga didukung komite sekolah pun berhasil diadakan. Baik dari bantuan pusat maupun provinsi. &lt;br /&gt;‘’Diantaranya perlengkapan laboratorium. Meski telah memiliki laboratorium, namun alat praktik masih minim. Kita berharap, Pemkab Kampar, Pemprov maupun pemerintah pusat bisa memberikan bantuan alat labor yang nantinya juga akan digunakan oleh aak negeri ini,’’ ujar Syahrul lagi.&lt;br /&gt;Hal tersebut juga diakui Kepala Laboratorium Hj Wirna Efnalius SPd. Menurutnya, pada beberapa topik pembelajaran yang harusnya menggunakan alat labor, terpaksa harus menggunakan metoda lain. Padahal papanya untuk menciptakan lulusan ang berkualitas, pembelajaran tersebut harus didukung oleh media pendidikan. ‘’Namun, kami yakin, anak didik kami akan bisa bersaing dengan siswa sekolah lain,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;Menurut Syahrul, target menjadi sekolah unggulan tidak bisa ditawar lagi. ‘’Ini tengah kami mulai. Kalau sebelumnya masih bersifat kuantitas, sekarang telah menjurus ke arah kualitas. Bahkan sasarannya tidak hanya sisswa, tapi juga guru. Kunci semua itu tentulah dari disiplin guru dan siswa. ‘’Kami berharap orang tua murid memahami hal ini, sebab bagaimana pun disiplin harus ditegakkan guna mencapai hasil yang maksimal, apalagi target jadi sekolah unggul’’ tegasnya.&lt;br /&gt;Dari segi kelulusan, Syahrul mengatakan,  siswa di sekolah ini selalu lulus 100 persen. Alumninya juga tersebar di berbagai SLTA di Pekanbaru. Demikian juga di bidang ekstrakurikuler, dari berbagai even yang diikuti selalu tampil memuaskan, seperti pramuka, sepak bola, karate serta drum band.&lt;br /&gt;‘’Bahkan, grub drum band SMPN 4 Tambang ini sering tampil pada even-even yang digelar kabupaten an provinsi Riau. Pada lomba drum band yang digelar Polda Riau, ami tampil juara. Demikian juga lomba drum band tingkat provinsi Riau 2011 di Assofa, kami pun jadi juara umum,’’ kata Syahrul lagi.(ril) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7392779106710983516?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7392779106710983516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7392779106710983516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7392779106710983516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7392779106710983516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2011/02/smp-4-tambang-targetkan-sekolah.html' title='SMP 4 Tambang Targetkan Sekolah Unggulan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8153391839278003230</id><published>2011-02-08T15:59:00.001+07:00</published><updated>2011-02-08T16:01:19.688+07:00</updated><title type='text'>FUNGSI DAN TUGAS JAJARAN REDAKSI</title><content type='html'>1.Pemimpin Redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas&lt;br /&gt;- Bertanggungjawab terhadap isi redaksi penerbitan&lt;br /&gt;- Bertanggungjawab terhadap kualitas produk penerbitan&lt;br /&gt;- Memimpin rapat redaksi  &lt;br /&gt;- Memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat pada setiap edisi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;- Menentukan layak tidaknya suatu berita, foto, dan desain untuk sebuah penerbitan&lt;br /&gt;- Mengadakan koordinasi dengan bagian lain seperti Pemimpin Perusahaan  untuk mensinergikan jalannya roda perusahaan&lt;br /&gt;- Menjalin lobi-lobi dengan nara sumber penting di pemerintahan, dunia usaha, dan berbagai instansi&lt;br /&gt;- Bertanggung jawab terhadap pihak lain, yang karena merasa dirugikan atas pemberitaan yang telah dimuat, sehingga pihak lain melakukan somasi, tuntutan hukum, atau menggugat ke pengadilan. Sesuai aturan, tanggung jawab oleh Pemimpin Redaksi bila dilimpahkan kepada pihak lain yang dianggap melakukan kesalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Pemimpin Redaksi&lt;br /&gt;- Memiliki jiwa  kepemimpinan dan tegas dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;- Berpengalaman dalam mengelola media cetak&lt;br /&gt;- Menguasai  bahasa asing&lt;br /&gt;- Berpendidikan minimal S1&lt;br /&gt;- Memiliki relasi yang luas baik dikalangan swasta maupun pemerintah&lt;br /&gt;- Memiliki integritas terhadap pekerjaan&lt;br /&gt;- Menguasai teknis dan dasar penulisan jurnalistiK&lt;br /&gt;- Mengetahui UU Pokok Pers, UU Penyiaran, dan Kode Etik jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Redaktur Pelaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas &lt;br /&gt;- Bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari&lt;br /&gt;- Memimpin rapat perencanaan, rapat cecking, dan rapat terakhir sidang redaksi&lt;br /&gt;- Membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan&lt;br /&gt;- Bertanggung jawab terhadap isi redaksi penerbitan dan foto&lt;br /&gt;- Mengkoordinasi kerja para redaktur atau penanggungjawab rubrik/desk&lt;br /&gt;- Mengkoordinasikan alur perjalanan naskah dari para redaktur ke bagian setting atau lay out.&lt;br /&gt;- Mengkoordinator alur perjalanan naskah dari bagian setting atau lay out ke percetakan&lt;br /&gt;- Mewakili Pemred dalam berbagai acara baik ditugaskan atau acara mendadak&lt;br /&gt;- Mengembangkan, membina, menjalin lobi dengan sumber-sumber berita&lt;br /&gt;- Mengedit naskah, data, judul, foto para redaktur&lt;br /&gt;- Mengarahkan dan mensuvervisi kerja para redaktur dan reporter&lt;br /&gt;- Memberikan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif kepada redaktur secara priodik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Redaktur Pelaksana&lt;br /&gt;- Berpengalaman sebagai redaktur  2-5tahun&lt;br /&gt;- Berpendidikan S1&lt;br /&gt;- Menguasai bahasa asing&lt;br /&gt;- Memiliki jaringan yang luas terhadap sumber-sumber berita&lt;br /&gt;- Menguasai salah satu disiplin ilmu: ekonomi, politik, hukum, pendidikan, olahraga, tata boga, lingkungan.&lt;br /&gt;- Menguasai komputer &lt;br /&gt;- Mengerti alur kerja mekanisme redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Redaktur&lt;br /&gt;- Tugas Memeriksa,mengedit, dan menyempurnakan naskah sesuai dengan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar&lt;br /&gt;- Menyesuaikan naskah yang sudah diedit dalam bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jurnalistik&lt;br /&gt;- Mengubah pengulangan kata-kata  yang sama dalam satu tulisan, sehingga kalimat dalam naskah menjadi bervariasi. &lt;br /&gt;- Mengedit penggunaan logika bahasa, alur naskah  &lt;br /&gt;- Menyeragamkan style penulisan masing-masing redaktur, sehingga gaya penulisan seluruh naskah menjadi  sama&lt;br /&gt;- Memeriksa naskah kata per  kata, penggunaan titik, koma, tanda seru,  titik dua.&lt;br /&gt;- Mengedit penggunaan kata yang berasal dari bahasa asing,  bahasa daerah, bahasa slank sehingga mudah dimengerti pembaca.&lt;br /&gt;- Mengusulkan dan menulis suatu berita dan foto yang akan dimuat untuk edisi mendatang&lt;br /&gt;- Berkoordinasi dengan fotografer dan riset foto dalam pengadaan foto untuk  setiap penerbitan&lt;br /&gt;- Memberikan laporan perkembangan kepada atasannya yaitu Redaktur Pelaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat&lt;br /&gt;- Berpendidikan S1&lt;br /&gt;- Berpengalaman menjadi reporter/wartawan 2-5tahun&lt;br /&gt;- Menguasai salah satu disiplin ilmu: ekonomi, politik, hukum, pendidikan, olahraga, tata boga, lingkungan.&lt;br /&gt;- Menguasai computer&lt;br /&gt;- Menguasai bahasa asing&lt;br /&gt;- Menguasai bahasa Indonesia dan bahasa jurnalistik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Koordinator Liputan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas&lt;br /&gt;- Memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara: seminar, press conference, acara DPR dll&lt;br /&gt;- Membuat mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter&lt;br /&gt;- Memberikan lembar penugasan kepada reporter/wartawan dan fotografer&lt;br /&gt;- Mengadministrasikan tugas-tugas yang diberikan kepada setiap reporter&lt;br /&gt;- Memantau tugas-tugas harian para wartawan/reporter&lt;br /&gt;- Melakukan komunikasi setiap saat  kepada para redaktur, reporter/wartawan, dan fotografer&lt;br /&gt;- Memberikan penilaian kepada reporter/wartawan secara kuantitas maupun kualitas&lt;br /&gt;- Mengarahkan dan membina reporter dalam mencari berita dan mengejar sumber berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat&lt;br /&gt;- Berpendidikan S1&lt;br /&gt;- Berpengalaman menjadi reporter/wartawan 2-5 tahun&lt;br /&gt;- Menguasai computer&lt;br /&gt;- Menguasai bahasa asing&lt;br /&gt;- Menguasai administrasi dan pengarsipan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Reporter:&lt;br /&gt;Tugas&lt;br /&gt;- Mencari dan mewawancarai  sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan&lt;br /&gt;- Menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada  redaktur atau atasannya&lt;br /&gt;- Memberikan usulan berita kepada redaktur atau atasannya terhadap suatu informasi yang dianggap penting untuk diterbitkan&lt;br /&gt;- Membina dan menjalin lobi dengan sumber-sumber penting di berbagai instansi&lt;br /&gt;- Menghadiri acara press conferensi yang ditunjuk redaktur, atasannya, atau atas inisiatif sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat&lt;br /&gt;- Berpendidikan S1&lt;br /&gt;- Berminat pada bidang jurnalistik&lt;br /&gt;- Menguasai computer&lt;br /&gt;- Menguasai bahasa asing&lt;br /&gt;- Siap bekerja dalam tim&lt;br /&gt;- Siap bekerja di bawah tekanan&lt;br /&gt;- Dapat bekerja memenuhi dead line&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Fotografer &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas &lt;br /&gt;- Menjalankan tugas pemotretan yang diberikan redaktur atau atasannya &lt;br /&gt;- Melakukan pemotretan sumber berita, suasana acara, aktivitas suatu objek, lokasi kejadian, gedung, dan benda-benda lain&lt;br /&gt;- Mengusulkan konsep desain untuk cover majalah&lt;br /&gt;- Menyediakan foto-foto untuk mendukung naskah, artikel, dan berita&lt;br /&gt;- Mengarsip foto-foto, filem negatif, atau compact disk bagi kamera digital&lt;br /&gt;- Melaporkan setiap kegiatan pemotretan kepada atasan&lt;br /&gt;- Mempertanggungjawabkan setiap penggunaan filem negatif, baterai, atau compact disk  yang telah digunakan kepada perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat&lt;br /&gt;- Mengerti dan menguasai teknik fotografi manual, otomatis, digital.&lt;br /&gt;- Mengerti dan menguasai teknik pengambilan gambar: pencahayaan, komposisi, warna&lt;br /&gt;- Mengerti dan menguasai teknik mencetak foto&lt;br /&gt;- Mengerti penggunaan scanner&lt;br /&gt;- Mengerti arsip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Sekretaris Redaksi &lt;br /&gt;Tugas &lt;br /&gt;- Menata dan mengatur undangan dari instansi, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan pemberitaan&lt;br /&gt;- Menghubungi sumber berita atau instansi untuk pendaftaran, konfirmasi, atau pembatalan undangan, wawancara, dan kunjungan kerja&lt;br /&gt;- Menyimpan salinan kartu pers dan foto untuk mensuport kebutuhan kerja para wartawan dalam  meliput satu acara yang mengharuskan membuat tanda pengenal seperti menyiapkan &lt;br /&gt;- Menyediakan peralatan kerja redaksi seperti tape, batu baterei, kaset, alat tulis, dan note book&lt;br /&gt;- Menata keperluan keuangan redaksi: uang perjalanan, uang saku, uang rapat.&lt;br /&gt;- Mengatur jadwal rapat redaksi: rapat perencanaan, rapat cheking, rapat final&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Riset, Pustaka,  dan dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mencari data-data, artikel, tulisan yang dibutuhkan untuk sebuah penulisan oleh reporter, redaktur, redaktur pelaksana, dan Pemimpin Perusahaan. &lt;br /&gt;- Mencari dan menata buku-buku yang berkaitan dengan tugas dan kerja para wartawan&lt;br /&gt;- Menata majalah, surat kabar, dan tabloid setiap hari dan menyimpannya dengan baik sesuai aturan&lt;br /&gt;- Melakukan kerja sama dengan bagian riset dan dokumentasi perusahaan lainnya seperti barter majalah, koran, tabloid, dan buku.&lt;br /&gt;- Mengusulkan suatu berita kepada redaksi bila dalam melaksanaan tugas menemukan data-data atau informasi penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat&lt;br /&gt;- Pendidikan D3/S1 perpustakaan, ekonomi&lt;br /&gt;- Menguasai riset, statistik, perpustakaan&lt;br /&gt;- Menguasai teknologi pencarian data: internet, sear engine&lt;br /&gt;- Menguasai dokumentasi, klipping&lt;br /&gt;- Memiliki hubungan baik dengan lembaga perpustakaan, lembaga penelitian, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Desain Grafis&lt;br /&gt;Tugas&lt;br /&gt;- Merancang cover atau kulit muka&lt;br /&gt;- Membuat dummy atau nomor contoh sebelum produk di cetak dan dijual ke pasa&lt;br /&gt;- Mendesain dan melay out setiap halaman dengan naskah, foto, dan angka-angka&lt;br /&gt;- Mengatur peruntukan halaman untuk naskah&lt;br /&gt;- Menulis judul berita,anak judul,  caption foto, nama penulis pada setiap naskah&lt;br /&gt;- Menulis nomor halaman, nama rubrik/desk, nomor volume terbit, hari terbit, dan tanggal terbit pada setiap edisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat&lt;br /&gt;- Menguasai  Machintos, freehand, Fotoshop.&lt;br /&gt;- Memiliki jiwa seni&lt;br /&gt;- Mampu bekerja sama dalam tim&lt;br /&gt;- Menguasai berbagai tipe dan jenis huruf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Pracetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas&lt;br /&gt;- Membawa naskah yang sudah disetujui pemimpin redaksi ke percetakan untuk dicetak&lt;br /&gt;- Mengawasi proses pencetakan di percetakan&lt;br /&gt;- Menerima kondisi produk dalam keadaan baik dari percetakan&lt;br /&gt;- Bersama dengan bagian distribusi, segera mengedarkan produk tersebut ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasril&lt;br /&gt;Wakil pemimpin redaksi Riau Pos&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8153391839278003230?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8153391839278003230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8153391839278003230' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8153391839278003230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8153391839278003230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2011/02/fungsi-dan-tugas-jajaran-redaksi.html' title='FUNGSI DAN TUGAS JAJARAN REDAKSI'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3791877802715893850</id><published>2010-05-13T22:17:00.001+07:00</published><updated>2010-05-13T22:20:46.934+07:00</updated><title type='text'>Tantangan Berat Dekade Mendatang</title><content type='html'>MEMBICARAKAN persoalan penduduk merupakan hal yang menarik dan  sangat relevan saat ini. Sebab, empat tantangan berat yang akan dihadapi penduduk bumi pada dekade mendatang adalah persoalan pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk. Pengentasan kemiskinan dan Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global untuk mengatasi masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Solusi terhadap empat tantangan besar ini harus segera dicarikan. Sebab, sekarang saja sudah mulai terlihat. Dampak dari rumah kaca dengan pemanasan global dan perubahan suhu ekstrim misalnya, terjadinya kerusakan lingkungan dan bencana alam di mana-mana. Tingginya tingkat kemiskinan, kesenjangan antara yang kaya dan miskin makin kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun semua persoalan di muka bumi ini dibolak-balik, titik awalnya tetap berada pada manusianya atau penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, banyak pakar di bidang kependudukan yang mengatakan bahwa sebenarnya jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Artinya, siapa pun dan di negara mana pun termasuk Indonesia harus dengan sungguh-sungguh berupaya agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk yang lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan perubahan iklim akibat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat berakibat buruk bagi produksi pangan sehingga miliaran penduduk terancam kelaparan.&lt;br /&gt;‘’Karena perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak,’’ kata Prof. Dr. John Beddington seorang Chief Scientific Adviser British Gov’t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika pengendalian pertumbuhan penduduk tidak secepatnya dilakukan, maka berbagai persoalan kependudukan bahkan juga terkait hak-hak dasar seorang individu tetap akan membayangi para generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor pendidikan misalnya, orang akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan murah bahkan juga gratis. Demikian juga halnya dengan perolehan akses kesehatan, upaya mendapatkan pekerjaan yang layak dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas solusi pengendalian pertumbuhan penduduk itu bagaimana?&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak tawaran-tawaran yang dilakukan para pengambil keputusan di berbagai negara di belahan dunia. Indonesia sendiri sejak beberapa dekade belakangan, lebih fokus pada program keluarga berencana dengan norma kelurga kecil bahagia sejahtera (NKKBS). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan akibat keberhasilan Indonesia mengendalikan pertumbuhan penduduk, berbagai negala lain pun akhirnya mengambil keputusan untuk belajar ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, di saat negara lain menjadikan Indonesia ebagai guru dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, di dalam negara Indonesia sendiri terjadi pelemahan institusi dan kelembagaan yang berakibat fatal terhadap meningkatnya jumlah penduduk secara drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap, sensus penduduk yang dilakukan 10 tahun sekali ini dapat dilakukabn secara benar sehingga mampu emmberikan gambaran utuh tentang keadaan kependudukan Indonesia secara riil. Tidak hanya menyangkut data populasinya, tapi juga soal perekonomian rakyat, tingkat pelayanan kesehatan, akses pendidikan, pengangguran dan sebagainya. Sehingga bisa dijadikan sebagai patokan pengambilan kebijakan untuk melakukan perubahan di masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan: sudah dimuat di riau pos edisi 9 mei 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3791877802715893850?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3791877802715893850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3791877802715893850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3791877802715893850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3791877802715893850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2010/05/tantangan-berat-dekade-mendatang.html' title='Tantangan Berat Dekade Mendatang'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5835867201169176742</id><published>2010-04-12T05:24:00.001+07:00</published><updated>2010-04-12T05:26:57.175+07:00</updated><title type='text'>HAJI - DOA WUKUF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S8JMiFOYbXI/AAAAAAAAAyk/TrbLK6S3EEE/s1600/doawukuf.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S8JMiFOYbXI/AAAAAAAAAyk/TrbLK6S3EEE/s400/doawukuf.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459009846728224114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5835867201169176742?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5835867201169176742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5835867201169176742' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5835867201169176742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5835867201169176742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2010/04/haji-doa-wukuf.html' title='HAJI - DOA WUKUF'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S8JMiFOYbXI/AAAAAAAAAyk/TrbLK6S3EEE/s72-c/doawukuf.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2718566718644414614</id><published>2010-04-12T05:15:00.001+07:00</published><updated>2010-04-12T05:21:29.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>HAJI - DOA IHRAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S8JKl4tVBOI/AAAAAAAAAyc/QWVfUoaug4o/s1600/doaihram.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 366px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S8JKl4tVBOI/AAAAAAAAAyc/QWVfUoaug4o/s400/doaihram.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459007713064584418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2718566718644414614?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2718566718644414614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2718566718644414614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2718566718644414614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2718566718644414614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2010/04/blog-post.html' title='HAJI - DOA IHRAM'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S8JKl4tVBOI/AAAAAAAAAyc/QWVfUoaug4o/s72-c/doaihram.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5008210355208750088</id><published>2010-04-08T19:44:00.005+07:00</published><updated>2010-04-08T20:03:38.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Riau Harus Menata Sistem Kependudukan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S73ScNZJuEI/AAAAAAAAAyU/V_MWGils1Vo/s1600/kb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S73ScNZJuEI/AAAAAAAAAyU/V_MWGils1Vo/s200/kb.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457749705516234818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Marlis:  Secepatnya Surati Kemen PAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekanbaru (RP) – Pertumbuhan jumlah penduduk Riau yang tinggi, baik akibat angka kelahiran maupun imbas dari persoalan kependudukan di daerah lain  harus segera mendapat perhatian serius. ‘’Penanganan ini tidak hanya oleh pemerintah semata tapi juga harus melibatkan semua elemen yang ada dengan pola kemitraan,’’ kata Direktur Institusi dan Peran Serta Mayarakat, BKKBN Pusat , Drs H Marlis Alamsa pada Pertemuan Pemantapan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga di Hotel Furaya Pekanbaru, Kamis (8/4).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Menurut Marlis, semua Provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia saat ini mengalami persoalan kependudukan mendasar yang inti masalahnya berada pada lingkungan keluarga. Baik masalah pemenuhan hak-hak dasar seorang anak manusia, seperi pelayanan kesehatan, pendidikan, mendapatkan pekerjaan yang layak maupun persoalan yang era kaitannya pada social budaya. ‘’Riau sebagai daerah yang pertumbuhan penduduknya tinggi, baik akibat kelahiran bayi maupun migrasi sudah saatnya mempersiapkan diri, sebelum persoalan yang lebih besar menghadang. Salah satu caranya kembali menggerakkan program KB hingga ke tingkat lini,’’ kata Marlis di hadapan semua unsure pemerintahan Kabupaten/kota se Riau, korem, polri, LSM dan jajaran kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Program KB yang merupakan salah satu program wajib pemerintah itu tidak hanya bicara soal alat kontrasepsi saja, tapi lebih besar, bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas dengan cara mengangkat derajat dan kesejahteraan mereka. Pemerintah daerah harus bergerak, kalau tidak ingin melihat sekian tahun kedepan jumlah masyarakat miskin di daerah ini makin membengkak,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Marlis yang juga mantan Kepala BKKBN Riau itu mengakui persoalan tidak semudah membalik telapak tangan, tapi harus dikerjakan secara bersama. ‘’Libatkan semua elemen yang ada, buat program pola kemitraan yang melibatkan masyarakat.  Ajukan ke pusat. Saya sebagai salah seorang anak Riau yanag kini bertugas di pusat akan membantu untuk Riau,’’ katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Soal kekurangan tenaga penyuluh lapangan, marlis minta agar semua bupati/wali kota di Riau menyurati Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) untuk meminta penambahan tenaga penyuluh KB. ‘’Ini serius, seperti yang langsung disampaikan Kemenpan di hadapan bupati/walikota se Indonesia beberapa waktu lalu. Yang menyurati itu harus wali kotanya atau bupatinya atau wakilnya. Tidak bisa BKKBN tidak bisa unit kerja, tapi harus bupati atau wali kota. Tolong juga surat itu ditembuskan ke BKKBN Pusat agar kami bisa juga memperjuangkan ke Men PAN,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sekarang ini kata Marlis, dari 33 provinsi, baru 20 provinsi yang sudah mengajukan permintaan penambahan tenaga PLKB. ‘’Dari 20 provinsi itu baru 38 kabupaten/kota yang telah menyurati Kemenpan. Lantas Riau bagaimana? Padaha ini juga solusi untuk membuka lapangan kerja baru di daerah,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Marlis juga menyinggung sejumlah isu strategis di bidang kependudukan dan keluarga berencana, seperti soal pemantapan infrastruktur lini lapangan, peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam program KB, pemantapan kemitraan dengan stakeholder, LSM dan sector swasta. Tujuh pilar kemitraan yang melibatkan lintas sektoral, legislative, LSM, media massa, penyandang dana, swasta, lembaga pendidikan serta organisasi professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sementara itu, Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi menyatakan, pembangunan di bidang kependudukan dan Keluarga Berencana yang selama ini menjadi ikon Indonesia, sejak reformasi berubah total, termasuk di . Semangat Bahkan terjadi penurunan semangat dalam penanganan KB seiring terutama sejak desentralisasi dengan otonomi daerah. ‘’ Ini ditandai dengan meleburnya institusi di tingkat kabupaten/kota. Bahkan tenaga-tenaga yang dulu menjadi andalan BKKBN pun kian habis, temasuk tenaga penyuluh lapangan KB (PLKB). Ini kalau dibiarkan bias menimbulkan persoalan besar nantinya,’’ kata Ary Goedadi.(ril)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5008210355208750088?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5008210355208750088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5008210355208750088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5008210355208750088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5008210355208750088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2010/04/riau-harus-menata-sistem-kependudukan.html' title='Riau Harus Menata Sistem Kependudukan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/S73ScNZJuEI/AAAAAAAAAyU/V_MWGils1Vo/s72-c/kb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4316237018756066605</id><published>2010-03-02T09:04:00.001+07:00</published><updated>2010-04-08T19:51:10.626+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>‘’Ecological Suciede’’</title><content type='html'>SUATU HARI  saya diingatkan, kalau ingin hidup sehat, konsumsilah makanan yang sehat. Diantaranya, makanlah sayuran atau buah-buahan yang ada ulatnya, karena sayuran dan buah-buahan yang ada ulat itu umumnya bebas dari pestisida. Kalau beli ikan asin misalnya beli jugalah yang ada ulatnya, karena ikan asin yang ada latnya itu bebas dari zat pengawet, seperti formalin yang biasa digunakan untuk pengawet mayat, atau zat pengawet lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasus pestisida dan zat pengawet itu hanyalah sebagian kecil dari pola kehidupan atau peradaban manusia yang sangat mempengaruhi kerusakan alam beserta isinya.  Masih banyak kasus lainnya, seperti penangkapan ikan dan terumbu karang yang memakai bom, pembabatan dan pembakaran hutan yang mengakibatkan kekeringan, meningkatnya CO2. Pemakaian kendaraan tanpa memikirkan emisi gas buang yang akan meningkatkan polusi udara dan masih banyak kasus lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus demi kasus perusakan lingkungan dan alam semesta ini terus terjadi dari dulu hingga sekarang bahkan juga ke depannya. Bahkan tanpa disadari manusia pun sebenarnya telah melakukan ecological suciede atau bunuh diri dengan cara merusak alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang menyebabkan semua itu. Sejumlah ahli demografi mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya Ecological Suciede ini, karena jumlah Jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untuk itu, harus ada upaya sungguh-sungguh agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya perubahan iklim akibat ledakan penduduk berakibat buruk bagi produksi pangan, sehingga tidak heran kalau kita melihat di di beberapa daerah di Indonesia misalnya atau di berbagai belahan dunia terlihat miliaran penduduk terancam kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Prof. Dr. John Beddington, Chief Scientific Adviser British Gov’t, seperti disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Keluarga Berencana dan kesehatan Reproduksi BKKBN, Dr Ida Bagus Permana, dalam Seminar  dan Konsolidasi Nasional Ikatan Penulis Keluarga Berencana beberapa waktu lalu itu, mengatakan bahwa akibat perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pun dipertegas oleh Jeffrey D. Sachs dalam bukunya  ‘’Common wealth’’ bahwa ada empat tantangan berat di dekade mendatang, yakni: Soal  Pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk. Pengentasan kemiskinan. Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tesis ini cukup beralasan, apalagi Thomas Robert Malthus mengatakan , ‘’ Penduduk meningkat seperti deret ukur, sementara produksi pangan meningkat seperti deret hitung.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan manusia selalu mencari peluang sumber pangan, tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Akibatnya berbagai bencana terjadi kekeringan, tanah longsor, meningkatnya pemanasan bumi, kebakaran hutan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah ada cara mengatasinya? jawabnya tentu ada. Salah satunya dengan cara mengendalikan pertumbuhan penduduk dunia, termasuk di Indonesia dan Riau. Sebab, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mempunyai kontribusi besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang bisa berujung pada “ekosida.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program Kependudukan dan KB bagi pembangunan saat ini dan bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian ini pun sebenarnya harus dimulai oleh pasangan keluarga di rumah tangga. Dengan kata lain, tidak perlu jumlah anggota keluarga banyak, kalau hanya jadi masalah di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah lainnya melakukan gerakan penghijauan guna meminimalisir peningkatan CO2, seperti yang dilaksanakan Riau Pos, sejak beberapa waktu lalu dengan yayasan save the erath yang peduli terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan gerakan penghijauan di kawasan waduk PLTA Kotopanjang, Kabupaten Kampar, hari ini (Sabtu 21 Februari 2010) Riau Pos pun melakukan hal yang sama di Pekanbaru, bekerja sama dengan Kwarda Gerakan Pramuka Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. mari kita selamatkan dunia, selamatkan anak cucu kita ke depan. Jangan lagi terjadi Ecological Suciede, hanya gara-gara ingin memenuhi kebutuhan hidup.***&lt;br /&gt;note: sudah dimuat di Riau Pos edisi 21 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4316237018756066605?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4316237018756066605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4316237018756066605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4316237018756066605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4316237018756066605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2010/03/ecological-suciede.html' title='‘’Ecological Suciede’’'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8334214285834290022</id><published>2009-11-27T14:46:00.004+07:00</published><updated>2010-04-08T19:50:43.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Ibadah Kurban Dapat Mengokohkan Hubungan Sosial dan Ukhuwah Islamiah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;khutbah Idul Adha 1430 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI ini 10 Zulhijah 1430 H bertepatan 27 November 2009 Masehi jutaan umat muslim diberbagai belahan dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki, menjalankan ibadah naik haji ke Makkah sementara bagi yang belum menjalani ibadah di negeri masing-masing yang juga ditandai dengan pelaksaan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban. Berikut khutbah Idul Adha 1430 H/2009 M yang disampaikan oleh Drs Hajar Hasan MA (Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Susqa Pekanbaru)di hadapan umat muslim di Jalan Ciptakarya, Kecamatan Tampan  Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar 3x walilla ilham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Dengan nikmat tersebut diharapkan agar manusia senantiasa ingat kepada-Nya. Selain itu nikmat tersebut harus pula sebagiannya diserahkan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan, sebagai wujud rasa persaudaraan. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, semoga Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan kepadanya, para sahabat beserta pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah suasana penuh kedamaian dan keberkahan ini, dimana setiap orang diliputi dengan penuh rasa kesyukuran, rasa kebahagiaan dan kegembiraan, mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan derajat ketaqwaan kepada Allah. Pada hari ini umat Islam diberbagai belahan dunia, mereka berbaris menuju tempat – tempat shalat I’d, meskipun mereka berbeda dalam status sosial dan profesi yang mereka tekuni, tapi mereka tetap satu langkah dalam barisan, satu pandangan dalam Islam, satu keyakinan dalam iman dan satu kalimat dalam ucapan, yaitu Allahu akbar walilla ilham, sebagai tanda kesyukuran kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha, adalah bukti keikhlasan, kepatuhan, kepasrahan dan ketaatan kaum muslimin kepada perintah Allah, hari raya Idul Adha juga sebagai hari persatuan, persaudaraan dan solidaritas umat Islam sedunia. Oleh karena itu, hari raya Idul Adha mempunyai arti dan makna penting bagi umat Islam, untuk menatap masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar 3x walilla ilham&lt;br /&gt;Bagi saudara – saudara kita yang mempunyai kemampuan dan kesanggupan pada saat ini mereka sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci dalam rangka memenuhi panggilan illahi dan untuk menyempurnakan rukun Islam kelima, sebagai realisasi Iman dan taqwa kepada Allah. Seperti firman Allah yang artinya: “ Kewajiban atas orang – orang yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 9 Zulhijjah 1426 H kemaren, padang pasir arafah yang semula merupakan tempat yang sunyi sepi yang dihiasi bukit – bukit batu sekitarnya, berubah menjadi lautan manusia yang dihiasi dengan ribuan kemah dengan aneka ragam, suasana sunyi sepi berganti dengan gema tahlil, talbiah, takbir dan tahmid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuf di Arafah adalah merupakan puncak dari proses rangkaian kegiatan ibadah haji. Kegiatan arafah saat yang paling mendebarkan dan menentukan dari seluruh rangkaian perjalanan ibadah haji. Disela – sela suara takbir, tahmid, tahlil dan talbiah sering terdengar suara isak tangis anak manusia yang menyadari akan kesalahan – kesalahan dan dosa – dosa yang terlanjur atau yang sering dilakukan selama hidupnya, menyesali semua kesalahan dosa – dosanya seraya memohon doa kepada Allah dan bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi. Lihatlah hamba – hambaku datang memenuhi panggilan-Ku dengan rambut kusut masai-penuh debu, mereka datang dari berbagai penjuru dunia yang jauh, mengharap ampunan, ridho dan surga-Ku. Andaikan dosa mereka sebanyak bilangan butir pasir dipantai atau sejumlah butir hujan akan aku ampuni dosa mereka, demikian sabda Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar 3x walilla ilham&lt;br /&gt;Jema’ah haji dari berbagai bangsa, bahasa dan latar belakang budaya yang berbeda, ditempat ini mereka berzikir dan memuji Allah dalam bahasa yang sama, berpakaian yang sama, tujuan yang sama pada saat itu tidak ada beda antara yang kaya dan yang, pejabat dengan pegawai biasa, penguasa dengan rakyat biasa, terpelajar atau orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkat, jabatan dan gelar kehormatan yang sering digunakan oleh sebagian orang untuk menganggap dirinya super dan merendahkan orang lain, ketika itu ditinggalkan. Pakaian kebesaran yang dipakai untuk menakuti orang kecil dan lemah, dilepaskan. Ketika itu semua sama dihadapan Allah, semua kecil bahkan teramat kecil didepan penguasa alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji bukan hanya mengandung nilai pahala, tapi yang tak kalah penting, bagi orang yang melaksanakannya akan dapat melihat jati diri yang sesungguhnya, sehingga muncul sikap keinsyafan terhadap perbuatan salah yang pernah dilakukan, sehingga sikap dan perbuatannya setelah haji senantiasa menyenangkan orang, dimana ia berada selalu pula menjadi panutan bagi orang yang sekitarnya. Itulah sebagai tanda mereka memperoleh haji mabrur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hikmah ibadah haji adalah menyadarkan bahwa setiap manusia tidak berbeda dihadapan Allah, kecuali ketakwaannya. Kesadaran ini mengikis sifat angkuh dan sombong yang ada pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar 3x walilla ilham&lt;br /&gt;Salah satu karakteristik Islam yang sekaligus menempatkannya sebagai agama paripurna adalah ajarannya merupakan aturan hidup manusia yang lengkap. Oleh karena itu, Islam dapat dipandang sebuah sistem yang memberikan pedoman dan ketentuan untuk seluruh kehidupan. Lebih dari itu Islam telah membawa ajaran yang menyeluruh dan terpadu. Islam tidak membagi kehidupan dalam dua kutub yang terpisah, yaitu antara kepentingan material dan spiritual ( duniawi dan ukhrawi ). Dalam Islam keduanya merupakan satu kesatuan yang integral bagi kehidupan manusia. Ini adalah konsekuensi logis dari pandangan Islam yang melihat bahwa manusia merupakan perpaduan yang utuh dan bermakna antara unsur jasmani dan unsur rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya aturan hidup yang didasarkan Islam tersebut, tercermin pula pada penekanannya terhadap pentingnya keseimbangan antara individu dan masyarakat dalam satu tatanan sosial yang damai dan harmonis. Ini berarti pula bahwa Islam pada satu sisi memandang setiap individu bertanggung jawab kepada Allah, tetapi di sisi lain, ia pun terpanggil untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi orang yang mampu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang tidak mampu melalui ibadah kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurban adalah suatu ibadah yang di latar belakangi oleh peristiwa yang terjadi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail namanya. Seperti kita ketahui, Ismail adalah putra satu – satunya anak Nabi Ibrahim. Ismail merupakan buah hati dan belahan jiwanya. Ketika Ismail sedang meningkat remaja, datang perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelihnya. Kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam surah As Safat ayat 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari segi kemanusiaan, Nabi Ibrahim tidak tega menyembelih putra kesayangannya. Namun disisi lain, ia yakin bahwa ia sedang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail. Akhirnya Nabi Ibrahim dengan penuh keyakinan ia laksanakan perintah Allah tersebut. Dilain pihak, Ismail tanpa gentar dan takut menghadapi kematian itu. Akhirnya, Nabi Ibrahim, Ismail dan ibunya pasrah melaksanakan penyembelihan itu, dan ketika pisau akan menyentuh leher Ismail, dengan kehendak Allah, Ismail ditukar dengan seekor kibas. Dengan demikian terselamatkanlah Ismail dari kematiannya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu sudah berlalu, namum suatu hal yang perlu kita catat dankita ambil hikmahnya, yaitu ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Dengan sifat ketulusan dan keikhlasan itulah, Nabi Ibrahim tidak ragu mengorbankan anaknya. Disisi lain, sifat kesabaran dan kepatuhan Ismail dapat pula dilambangkan sebagai suatu ketaatan dan kepatuhan anak kepada perintah orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim melahirkan suatu semangat korban yang perlu kita laksanakan dalam kehidupan. Dalam ibadah korban selain mengandung nilai pahala, juga mengandung nilai sosial kemasyarakatan. Sekalipun korban merupakan ibadah sunat, namun ia sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Karena dengan korban itu, ia mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Al Kautsar yang artinya:&lt;br /&gt;Artinya : “ Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak kepadamu, untuk itu kerjakanlah shalat dan berkorbanlah ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta, pangkat, keluarga dan jabatan adalah nikmat yang Allah titipkan sementara, dan bila Allah berkehendak untuk mengambilnya hanya sekejap mata. Seperti yang dialami oleh saudara kita di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap helai bulu binatang yang dikorbankan mengandung kebajikan, yang diterima oleh orang yang melakukan kurban. Oleh sebab itu, bagi orang yang telah mempunyai kemampuan untuk berkorban, tetapi ia tidak mau melaksanakannya, Nabi memberikan peringatan keras, sabdanya yang artinya :  Barang siapa yang mempunyai kelapangan rezki tapi tidak mau berkorban, maka janganlah mendekati tempat – tempat shalat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar 3x walilla ilham&lt;br /&gt;Setiap ibadah dalam Islam mengandung nilai sosial dan pesan moral. Nilai yang terkandung dalam ibadah korban agar kita mensyukuri nikmat Allah dengan menyisihkan sebagiannya untuk membantu saudara – saudara kita yang terhimpit berbagai kemelut dan persoalan hidup, seperti saudara – saudara kita di Aceh yang terkena gempa dan tsunami, mereka kehilangan harta benda, anak, ibu, bapak dan saudara bahkan nyawa. Dan membantu saudara – saudara kita yang tertindas, tertindas karena ditekan oleh orang lain secara fasih, politik, ekonomi, seperti yang dialami oleh saudara – saudara kita diberbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula terhadap saudara – saudara kita yang lain, yang tertindas secara ekonomi, karena mereka memang tidak berpunya. Banyak hasrat dan cita – cita terpendam dan sirna, karena tidak punya harta untuk menggapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat hari raya kurban mempunyai arti penting bagi kita semua, karena kita masih berada dalam kondisi yang belum menguntungkan, masih terporak dalam krisis yang sulit diramalkan entah kapan berakhirnya. Seakan – akan kita kembali kezaman purba. Kebenaran tidak lagi menjadi milik bersama, tetapi hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. Perkelahian, pembunuhan, perampokan dengan berbagai dalil dan main hakim sendiri sebagai ciri masyarakat primitif ternyata tumbuh subur di era reformasi ini. Dan kebijakan yang diambil penguasa seakan memperlengkap penderitaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar 3x walilla ilham&lt;br /&gt;Tidak ada kekuatan yang dapat diharapkan untuk mengatasi semua permasalahan tadi, kecuali dengan rahmat Allah, zat Maha Kuasa yang ajarannya dimarjinalkan dalam kehidupan kita. Namun perlu diingat bahwa rahmat itu tidak akan turun begitu saja, harus ada syarat yang harus dipenuhi yaitu kembali kepada ajaran agama secara total, dan rekat kembali tali persaudaraan yang sudah mulai rusak akhir – akhir ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan perubahan dalam berbuat, bersikap dan berpikir kearah yang benar yang di ridhai ilahi. Perilaku kita yang perlu dirubah adalah sikap mengenyampingkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang di ridhai-Nya dan yang dirahmati-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita semua bermohon kepada Allah, kiranya Allah senantiasa membimbing kejalan yang benar, untuk membangun ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah persaudaraan serta mengkokohkan hubungan sosial yang baik dalam hidup bermasyarakat dan menghilangkan sifat tamak, sombong, angkuh dan merasa benar sendiri.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8334214285834290022?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8334214285834290022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8334214285834290022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8334214285834290022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8334214285834290022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/11/ibadah-kurban-dapat-mengokohkan.html' title='Ibadah Kurban Dapat Mengokohkan Hubungan Sosial dan Ukhuwah Islamiah'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3699698609432837151</id><published>2009-11-23T09:12:00.001+07:00</published><updated>2010-04-08T19:50:55.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Dumai Express Pecah, 30 Tewas</title><content type='html'>KARIMUN (RP) - Kapal Feri Dumai Express 10 milik PT Lestari Indoma Bahari yang berangkat dari Sekupang, Batam tujuan Dumai, tenggelam. Bagian depan kapal ini pecah setelah dihantam gelombang diperkirakan setinggi 3-4 meter di Perairan Yu Kecil atau Takong Hiu di Kabupaten Karimun atau sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kapal naas ini tenggelam Ahad (22/11), sekitar pukul 09.30 WIB, atau satu setengah jam perjalanan dari Batam. Lokasi tenggelamnya kapal, berada di 01. 12. 500 U dan 103. 20. 3.30 T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data korban, menurut Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) SAR Tanjungpinang, Budi Cahyadi , hingga pukul 20.30 WIB tercatat 30 orang penumpang ditemukan tewas.Data dari RSUD Tanjung Balai Karimun hingga pukul 18.30 WIB, korban tewas tercatat 28 orang. Sementara korban selamat yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 248 orang. Sedangkan data dari Depertemen Kesehatan (Depkes) hingga pukul 21.30 WIB malam tadi, korban meninggal menjadi 29 orang. Menurut Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya korban, selamat 245 orang sementara 17 orang masih hilang. Total jumlah penumpang 278 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boru Tampubolon, salah seorang penumpang yang selamat kepada RPG menyebutkan, saat peristiwa pecahnya feri ini, dirinya duduk pada bagian bawah atau palka kapal. Saat itu, kata Boru Tampubolon, kapal tiba-tiba saja menjadi oleng setelah dihantam gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, penumpang yang semula duduk tenang di dalam kapal, menjadi panik. Mereka langsung berdiri. Bahkan ada yang menangis, berteriak dan mengucapkan kalimat mengucapkan pujian kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum kapal pecah, terlebih dulu dilambung ombak dan akhirnya pecah pada bagian depan kapal dan air langsung masuk,” ujarnya yang masih terlihat trauma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian ini, dia berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil life jacket dan memegangnya. Begitu juga dengan penumpang yang lain terlihat panik semuanya. Apalagi dengan hitungan menit air masuk ke dalam kapal pada bagian depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu, penumpang yang berada di bagian depan kapal langsung berlarian ke belakang. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil barang-barang dan life jacket (jaket pelampung) yang berada di bawah kursi dan bagian plafon kapal. Akibatnya, kapal menjadi bertambah oleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan penumpang lain, sebelum kapal tenggelam, ABK kapal sempat memberikan petunjuk kepada penumpang, bahkan tiga buah sekoci pun sempat diturunkan untuk membantu penumpang. “Setelah dihantam gelombang, ada sekitar 15 menit, kapal mengapung sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin secara terpisah kepada RPG menyebutkan, berdasarkan manifest jumlah penumpang yang ada di dalam feri Dumai Express 10 sebanyak 213 orang. Namun, berdasarkan keterangan dari nakhoda kapal, Johan Hutajulu yang selamat menyebutkan sebanyak 255 orang ditambah dengan 14 orang kru kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengakuan nakhoda kapal yang selamat menyebutkan, pada saat kapal pecah dihantam ombak terjadi sekitar pukul 09.28 WIB. Dan, tenggelam pukul 10.00 WIB. Jadi, lebih kurang setengah jam kapal tenggelam,” ujarnya. Sebelumnya, Nahkoda kapal juga sempat meminta bantuan kepada petugas Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahu posisi mereka. Saat itu, informasinya mereka berada kurang satu 1 mil menjelang Takong Hiu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan informasi ini, petugas pelabuhan langsung memberikan bantuan. Kapal yang pertama diberangkatkan adalah kapal Ocean Indoma disusul kapal Baruna. Ketika itu, kedua kapal ini sedang merapat di ponton. “Kita langsung perintah kapal yang ada untuk berangkat dan memberikan bantuan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kapal ini berangkat, atau sekitar satu jam kemudian baru menyusul kapal Dumai Express 8 yang baru membawa penumpang dari Batam tujuan Tanjungbalai Karimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang sudah berada di ponton pelabuhan domestik, langsung naik ke kapal tersebut berniat untuk turun serta mengevakuasi penumpang. Perjalanan menuju lokasi yang berjarak sekitar 8 mil ini cukup sulit, apalagi gelombang besar siap menghadang. Ketinggian diperkirakan mencapai 3-5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, Dumai Ekpres 5 pun harus memutar haluan menghindari gelombang. Melihat itu, Nurdin pun langsung mengambil alih mengendalikan kapal hingga sampai ke lokasi kejadian. Di sana sudah terlihat tiga kapal yang memberikan bantuan yakni milik Lanal Tanjungbalai, Baruna dan Ocean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, satu sekoci bermuat penumpang yang selamat sedang coba dievakuasi oleh feri Baruna. Sekoci ini diikatkan menggunakan tali lalu ditarik mendekati kapal. Namun karena tingginya gelombang disertai angin kencang hingga pukul 12.10 WIB penumpang belum bisa dinaikkan ke atas kapal. Mereka baru bisa dievakuasi setelah kapal berukuran kecil milik PT Pelindo yang baru datang serta Lanal Tanjungbalai ikut membantu. Pasalnya, korban yang selamat tidak bisa naik ke atas kapal Baruna karena dihempas gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mereka berhasil dinaikkan ke atas Kapal Pelindo dan Lanal, penumpang yang selamat langsung dibawa ke pulau mercusuar Takong Hiu yang dijaga TNI AL, di sana juga ada Pos AL. Jaraknya tak terlalu jauh jauh dari lokasi kejadian. Seluruh penumpang diturunkan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurdin yang berada di atas kapal Dumai Express 5 langsung memanggil perahu nelayan yang berada di lokasi. Bersama lima orang anggota, mereka langsung menuju ke pulau tersebut. Setelah itu, sekitar 40 korban yang berhasil diselamatkan dinaikkan ke atas feri Baruna yang merapat ke dermaga Takong Hiu. Dan mereka langsung dibawa ke Tanjungbalai Karimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rusdianto, seorang warga Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau yang ikut bersama Bupati Karimun dan Tim SAR melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban, sejumlah kapal tengker dan kapal-kapal nelayan sudah berupaya mencari korban. Sementara Kapal Dumai Expres 10 yang tenggelam tersebut belum ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Indra Munazir, dihubungi melalui selulernya mengaku dirinya sedang berada dalam kapal Dumai Expres 5 bersama Bupati Karimun ikut mengevakuasi korban yang terapung-apung di perairan Karimun. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari tim SAR yang melakukan evakuasi, bahwa secara pasti korban yang selamat dan yang belum diketahui belum dapat dilaporkan karena tim SAR masih melakukan evakuasi dan pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Edwin, hingga malam tadi, jumlah penumpang yang berhasil selamat dan dievakuasi ke darat sebanyak 218 orang. “Sedangkan korban yang meninggal sampai dengan pukul 18.30 WIB sudah tercatat sebanyak 23 orang,” ungkap Edwin yang turun langsung melakukan evakuasi ke lokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dibantu oleh kapal feri, penumpang yang selamat juga dibantu oleh kapal nelayan yang kebetulan berada di sekitar perairan tersebut. Mereka yang selamat langsung dibawa ke Pelambung, Pasir Panjang oleh nelayan setempat. Jumlahnya mencapai sekitar 40 orang. Total kapal nelayan yang membawa penumpang selamat ke Pelambung, mencapai lima unit kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Edwin, feri Dumai Express 10 yang berangkat dari Batam langsung Dumai tidak over kapasitas. Karena, berdasarkan data yang ada, kapasitas kapal yang tenggelam tersebut sebanyak 265 orang. Selain itu, alat keselamatan Dumai Expres 10 dapat berfungsi dengan baik. Seperti tiga unit life craft berhasil digunakan. Data sementara yang dihimpun RPG, sebagian besar korban yang tewas tenggelam adalah 9 orang wanita dewasa dan satu orang pria dewasa. Kemudian, seorang bayi perempuan serta dua orang yang masih anak-anak ikut menjadi korban. Sedangkan yang dirawat di RSUD sebanyak 13 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, dievakuasi ke Lanal TBK dan kediaman dinas Bupati Karimun yang langsung dijadikan posko. Terlihat para pimpinan unsur Muspida ikut membantu korban yang terkena musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dihimpun RPG, salah satu korban yang ikut tewas termasuk Bohin alias Boeng, Bos Feri Dumai Express yang berada di dalam Dumai Express 10. Dia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh kapal Feri Dumai Ekpres 19 yang turun membantu mencari korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dibenarkan Bahtiar, selaku Plh Syahbandar Tanjungbalai Karimun ketika dikonfirmasi RPG. “Memang benar Boeng, pemilik Dumai Express ikut menjadi korban dan sudah dievakuasi oleh Feri Dumai Expres 19 yang ikut melakukan pencarian korban,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Feri Dumai Expres 10 yang mengalami musibah, Feri Dumai Expres 15 dan Marina 10 yang dicarter penumpang dari Batam tujuan Moro untuk menghadiri perayaan Hari Khatina kandas terkena karang di perairan Pasai, Keban sekitar pukul 10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 500 orang penumpang dari kedua kapal dibantu oleh kapal pompong nelayan dan speed boat untuk dievakuasi ke darat. Sedangkan, kedua kapal feri berhasil lepas dari karang setelah menunggu air laut pasang. Kedua kapal tidak melanjutkan perjalanan, melainkan pulang kembali ke Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakanpel: Semua Kapal Laik Layar&lt;br /&gt;Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, pelayaran kapal domestik dari Batam ke sejumlah daerah tetap normal dan mendapat izin syahbandar di Pelabuhan Sekupang. Padahal Direktorat Perhubungan Laut melalui Kantor Pelabuhan Batam resmi menutup jadwal pelayaran dari Batam ke daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa agen pelayaran domestik yang dihubungi RPG mengakui kapal-kapal mereka tetap berlayar walau jadwalnya mengalami penundaan beberapa jam pasca insiden tenggelamnya tiga kapal domestik Ahad (22/11). “Kami belum tahu atau mendapatkan surat pemberitahuan penutupan pelayaran itu,’ kata seorang staf salah satu kapal domestik di Pelabuhan Sekupang kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kata wanita yang enggan menyebutkan namanya itu, pelayaran ke Tanjungbalai Karimun dengan jasa pelayaran kapal mereka akan tetap berlangsung karena semua penumpang telah mengantongi tiket dan siap diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Kepala Kantor Pelabuhan Batam Rocky Achmad telah menegaskan sejak terjadinya musibah kecelakaan tiga kapal domestik itu, Ditjen Perhubungan Laut telah memerintahkan tutupnya pelayaran domestik dari Batam ke daerah lain hingga batas waktu yang tidak ditentukan menunggu keputusan dari Dirjen Hubla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mulai hari ini pelayaran ditutup. Waktu kapan dibuka lagi biar Dirjen yang menjawabnya, pelayaran kembali dibuka tergantung kondisi cuaca,” ujar Rocky Achmad di Pelabuhan Sekupang, Ahad (22/11) sore. Ketika ditanya penyebab kecelakaan tiga kapal naas itu, Rocky mengaku belum mengetahui pastinya dengan alasan masih diselidiki. Ia juga menegaskan, tiga kapal yang celaka itu masih laik layar dengan kapasitas penumpang normal yakni tidak adanya over kapasitas. “Semua kapal sudah diperiksa dan laik layar kok,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubri Turut Berduka&lt;br /&gt;Musibah ini juga memantik keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Riau. Bahkan Pemprov beserta aparat terkait akan melakukan koordinasi secepat mungkin dalam hal penanggulangan masalah ini. “Kita sangat berduka atas peristiwa ini,’’ kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal, malam tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya berapa jumlah warga Riau yang terkena musibah, Rusli Zainal belum bisa menjelaskan. Karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil laporan. “Kita belum tahu berapa jumlah warga Riau yang terkena musibah. Yang jelas kita turut berduka atas peristiwa ini,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polda Riau Turunkan Tim SAR&lt;br /&gt;Dari Pekanbaru dilaporkan, meskipun tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau, namun Polda Riau turut memberikan bantuan. Riau mengirimkan tim SAR untuk memperkuat dan memaksimalkan upaya yang dilakukan tim dari Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Ajdie Rustam Ramdja melalui Plh Kabid Humas AKP Aprizal mengatakan, Polda Riau merasa sangat prihatin dengan kecelakaan ini. Untuk menghindari kecelakaan lain, Polda Riau mengimbau kepada para pengguna jalur perairan untuk lebih berhati-hati dalam melaut. Mengingat saat ini gelombang laut sangat tinggi, hingga mencapai dua meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya bagi para nelayan, Polda Riau juga mengimbau kepada kapal pelayaran angkutan penumpang untuk mewaspadai bahaya gelombang di perairan Riau sekarang ini. ‘’Kita minta baik kepada para nelayan maupun kapal angkutan penumpang untuk lebih berhati-hati,’’ ungkap Aprizal. ‘’Kepada keluarga korban yang ditimpa musibah, kami dari Polda Riau turut berbelasungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Dumai Expres 10 ini,’’ katanya.(san/bni/d/rpg/lim/new/kaf/fia&lt;br /&gt;berita ini dimuat di Riau Pos edisi Senin 23-11-2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3699698609432837151?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3699698609432837151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3699698609432837151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3699698609432837151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3699698609432837151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/11/dumai-express-pecah-30-tewas.html' title='Dumai Express Pecah, 30 Tewas'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4123537596440443356</id><published>2009-09-10T23:54:00.001+07:00</published><updated>2009-10-21T08:51:16.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Awas, Ledakan Penduduk Usai Lebaran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Baby Boom Masih Jadi Momok Menakutkan di ‘’Negeri Gula’’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMUDIK&lt;/strong&gt; jangan lagi membawa tenaga kerja di desa ke kota, kalau itu nantinya akan jadi beban baru di kota. Ingat, hidup di kota tidak jauh lebih baik dibanding di desa, kalau tidak memiliki skill yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA hari lagi puasa usai—menyusul datangnya Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Pada masa-masa seperti ini biasanya diwarnai dengan terlihat tradisi mudik lebaran yang dilakukan peduduk yang bermukim di sejumlah kota di tanah air—termasuk kota-kota yang ada di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan mudik atau ‘’pulang basamo’’ itu tidak hanya dilakukan oleh para penduduk legal, tapi juga yang illegal dalam artian mereka yang datang ke kota sebelumnya tampa melapor atau tercatat sebagai penduduk kota. Jumlahnya pun cukup banyak, baik berprofesi sebagai pedagang, kuli bangunan, buruh kasar bahkan juga gelandangan dan pengemis. Secara bergelombang—beberapa hari menjelang lebaran bahkan juga pada hari lebaran itu pun mereka ada yang meninggalkan kota menuju kampung halaman untuk berkumpul sanak saudara—atau ada juga yang hanya sekadar jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pekanbaru sendiri misalnya para pemudik mayoritas memadati arus lintas barat dengan sasaran Sumatera Barat. Karena memang mayoritas penduduk Kota Pekanbaru diisi oleh pendatang dari Sumbar. Selain itu juga tidak sedikit yang memadati arus utara dengan daerah sasaran Sumatera Utara dan Aceh, menyusul lintas selatan menuju ke Jakarta dan ke sejumlah daerah lainnya di Povinsi Riau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama setelah lebaran, biasanya pemandangan yang sama kembali terlihat. Kalau tadi penduduk kota yang mudik ke desa, maka setelah lebaran mereka pun kembali berbondong-bondong ke kota untuk mencari penghidupan karena beranggapan bahwa hidup di kota lebih menjanjikan dibanding di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menilai kota-kota termasuk yang ada di Riau ibarat gula manis yang selalu jadi inceran semut-semut. Sehingganya yang melakukan arus balik setelah lebaran itu tidak hanya orang-orang kota yang sebelumnya mudik, tapi juga diboncengi oleh pendatang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah para pendatang baru itu merupakan tenaga potensial yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di perkotaan mungkin tidak akan masalah—walaupun untuk mencari lapangan pekerjaan di kota sebenarnya semakin sulit. Persoalan akan muncul apabila yang datang ke kota itu adalah tenaga potensial yang tidak memiliki skill atau keahlian tertentu yang dibutuhkan di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau yang datang ke kota itu berasal dari kalangan keluarga miskin dengan jumlah anakn banyak akan menjadi persoalan baru di bidang kependudukan di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengangguran dipastikan akan makin banyak, tingkat kemiskinan akan membengkak. Dan ini akan jadi masalah social lainnya, seperti kurangnya tingkat layanan kesehatan, sulitnya mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak dan persoalan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bukan tidak mungkin akibat minimnya akses kesehatan bagi pendatang baru dari kalangan keluarga tidak mampu (miskin) akan mengakibatkan pertumbuhan penduduk miskin yang disebabkan angka kelahiran kan makin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok keluarga miskin dengan jumlah anggota keluarga (anak) banyak ini pun akhirnya mengakibatkan jumlah penduduk miskin baru. Jika ini yang terjadi, maka momok yang menakutkan—‘’baby boom’’ itu dating juga. Ini jelas akan menjadi beban social yang amat berat bagi pemerintah ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebaliknya—banyak yang tak paham bahwa sebenarnya hidup di desa yang lebih menjanjikan dibanding di perkotaan asalkan ada kemauan untuk berkarya, berbuat dan berkembang. Hidup sebagai pertanian, peternakan, di bidang perikanan atau wiraswasta dan sebagainya di desa akan lebih baik dibanding jadi pemulung, kuli kasar atau sejenisnya di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi hal itu perlu upaya bersama, yang tidak hanya dating dari pemerintah semata, tapi juga semua lapisan masyarakat, lembaga social untuk mengkampanyekan bahwa hidup di kota tidak lebih baik disbanding di desa. Bahkan kepada para pemudik pun harus diingatkan bahwa tidak perlu membawa warga tenaga kerja di desa ke kota, kalau nanti akan jadi masalah baru di kota. Ini penting untuk menghindari terjadinya ledakan penduduk di ‘’negeri gula’’ yang bernama kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selamat mudik, selamat Idul Fitri 1430 H, minnal aidin wal faizin, maaf zahir dan bathin. (Pekanbaru, 20 Ramadhan 1430 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4123537596440443356?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4123537596440443356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4123537596440443356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4123537596440443356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4123537596440443356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/09/awas-ledakan-penduduk-usai-lebaran.html' title='Awas, Ledakan Penduduk Usai Lebaran'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1637480481272160695</id><published>2009-08-24T05:56:00.001+07:00</published><updated>2009-10-21T08:52:52.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Kejujuran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika Saya melewati salah satu ruas jalan di Kota Pekanbaru, terlihat betapa banyak kendaraan roda dua dan empat yang parkir di sebuah warung yang tertutup kain spanduk. Namun dari mobil yang saya kendarai terlihat jelas aktivitas makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan ini. Muslimkah mereka? Puasakah mereka, dan jujurkah mereka pada diri sendiri, keluarganya dan juga pada Allah sang maha mengetahui?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi carut-marutnya kehidupan bermasyarakat dan bernegara, persoalan kejujuran masih menjadi topik hangat untuk dibicarakan. Bahkan bila dikaitkan dengan system pemerintahan di berbagai lini yang sarat dengan slogan KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme), masalah kejujuran ini pun masih jadi batu penyandung untuk menjalankan system pemerintahan yang bersih dan beribawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, untuk persoalan sekecil apa pun masalah kejujuran selalu terabaikan. Sebut saja misalnya di bidang administrasi kependudukan. Untuk membuat sebuah kartu tanda penduduk (KTP) saja masih terlihat ketidak jujuran sejumlah oknum di mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan atau desa bahkan hingga ke tingkat kecamatan. Ketidak jujuran itu bisa saja terlihat dalam hal pembebanan biaya tinggi pada masyarakat, yang mungkin mengatasnamakan pejabat yang lebih tinggi, meski sebenarnya tidak demikian atau mungkin benar adanya. Peluang pun terlihat apabila si pemohon tidak melengkapi persyaratan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pendidikan juga demikian. Meski pemerintah telah menyatakan akan menghadirkan pendidikan murah. Namun semua itu hanya retorika belaka yang sulit untuk dibuktikan dalam realita di lapangan. Tidak sedikit masyarakat atau pun orang tua murid yang mengeluh bahkan menjerit, karena biaya pendidikan relative tinggi. Mulai dari level Sekolah dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Baik terkait biaya buku, uang bangku dan sebagainya. Meski upaya antisipasi telah dilakukan dengan menerapkan dana BOS (biaya operasional sekolah), namun realitanya tidaklah demikian. Dana BOS yang diharapkan mampu meringankan biaya orang tua malah diduga dinikmati sejumlah oknum sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dalam hal mendapatkan pekerjaan yang layak seperti diisyarakatkan dalam UU. Bahkan tidak jarang kita mendengar untuk dapat bekerja di satu instansi, calon tenaga kerja harus mengorek kocek yang cukup tebal hanya sebagai uang pelicin. Bahkan hal serupa pun terlihat dalam dunia pendidikan, ekonomi, penegakkan hukum dan sebagainya. Meski pun belakangan kita mendengar adanya pendirian warung jujur, sekolah jujur yang pada dasarnya juga belum tentu jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak kasus-kasus ketidak jujuran yang terlihat dalam realita kehidupan di masyarakat dewasa ini, meski pun negara, undang-undang, bahkan juga agama apa pun tidak mengajarkan demikian. Padahal kita berharap agar dalam kehidupan, baik di rumah tangga, masyarakat maupun kehidupan bernegara selalu berlandaskan pada sikap jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama rahmatan lil a’lamin atau atau rahmat bagi alam semesta—jauh-jauh hari telah mengajarkan pada umatnya. Sejak sesorang itu masih dalam kandungan hingga menemui ajalnya. Salah satu praktiknya adalah melalui ibadah puasa baik puasa di bulan Ramadhan maupun puasa di bulan-bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa sangat syarat dengan pesan kejujuran pada diri sendiri. Sebab yang akan mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak adalah dirinya sendiri dan Allah SWT. Makanya pula imbauan ibadah puasa hanya ditujukan pada orang-orang yang beriman seperti yang difirmankan Allah dalam Alquran ‘’Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan pada kamu berpuasa, seperti diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu, semoga kamu masuk orang yang bertakwa’’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya ibadah puasa hanya akan terlaksana pada orang orang yang beriman, yang percaya bahwa ada yang mengawasinya, yakni Allah yang maha tahu. Di sinilah sikap jujur itu dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, bisa jadi seseorang itu di rumah berpuasa—sahur, ya sahur, selagi di rumah masih menahan lapar dan haus karena malu kepada keluarga. Namun setelah keluar dari rumah mereka pun menzalimi diri sendiri dengan cara membatalkan puasa. Dan setelah kembali ke rumah mereka pun seolah-olah berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu tanda-tanda orang yang tidak jujur kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada masyarakat dan bahkan juga Allah SWT. Mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada yang mengawasinya selain manusia atau diri sendiri, tapi Allah SWT. Semoga dengan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan 1430 H ini, kita menjadi orang-rang yang jujur. Amin,…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1637480481272160695?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1637480481272160695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1637480481272160695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1637480481272160695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1637480481272160695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/08/kejujuran.html' title='Kejujuran'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8988300071224702515</id><published>2009-07-09T09:09:00.000+07:00</published><updated>2009-10-21T08:51:28.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Riau Jadi Perhatian Nasional di Bidang KB</title><content type='html'>MENINGKATNYA perhatian nasional terhadap program Keluarga Berencana (KB) di Riau harus disikapi secara serius. ‘’Sebab, selain bisa mengangkat nama daerah di kancan nasional, juga akan berdampak pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Riau ini sendiri,’’ kata Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi menjawab Riau Pos usai Pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan BKKB Riau, Selasa (7/7/2009).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ary Goedadi tingginya perhatian nasional itu tidak hanya disebabkan Riau mampu menang sejumlah lomba tingkat nasional, tapi juga banyaknnya terobosan-terobosan yang di lakukan. Diantaranya mampu menjadi juara Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR), sejumlah pejabar Riau mampu meraih penghargaan di bidang KB, seperti Bupati Kuansing, Bupati Rohul. Bahkan pada 15 Juli mendatang, Gubri Rusli Zainal juga akan menerima penghargaan Pin KB dari pemerintah pusat.&lt;br /&gt;‘’Ini juga sebagai apresiassi bahwa di Riau telah ada delapan Badan pemberdayaan Perempuan dan KB (PPKB) dan tiga kantor. Ini juga prestasi yang cukup bagus dan jadi perhatian nasional. Badan itu memiliki jaringan hingga ke bawah ada UPTD di kecamatan,’’ kata Ary Godadi lagi.&lt;br /&gt;Di bidang KB, kata Ary Riau juga telah berhasil meningkatkan kesertaan warga ber-KB meski tingkat pertumbuhan penduduk masih relatif tinggi. Kini yang tengah digencarkan juga tentang keikutsertaan pria ber-KB. Di Riau sendiri angka ini cukup menggembirakan. Terbukti dengan tingginya minat pria untuk ber-KB permanen atau medis operasi pria (MOP). &lt;br /&gt;‘’Jadi saya juga mengajak, bagi siapapun yang ingin ber-KB terutama pria, sila datang ke BKKBN, kita layani bahkan yang datang sebelum tanggal 15 Juli akan mendapat prioritas. Karena MOP akan dilakukan pada 15 Juli di RS AU secara gratis. Kalau secara umum biayanya berkisar Rp4-5 juta, melalui BKKBN tidak ada bayar sepersenpun,’’ katanya lagi.&lt;br /&gt;Motivasi&lt;br /&gt;Sementara itu, terkait pelantikan pejabat eselon III dan IV tersebut, Ary Goedadi juga mengingatkan perlunya para pejabat melakukan apokasi dan motivasi, baik terhadap pejabat pengambil keputusan di daerah-daerah, organisasi kemasyarakatan maupun ke pada masyarakat sendiri. ‘’Yang terpenting, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga terwujudnya norma keluarga kecil bahagia sejahtera,’’ ujarnya lagi.(ril)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8988300071224702515?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8988300071224702515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8988300071224702515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8988300071224702515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8988300071224702515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/07/riau-jadi-perhatian-nasional-di-bidang.html' title='Riau Jadi Perhatian Nasional di Bidang KB'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6803070213263226734</id><published>2009-07-05T09:13:00.006+07:00</published><updated>2009-10-21T08:51:45.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Kunjungan Redaksi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SlAQQTwcDZI/AAAAAAAAAvQ/AFdMwaqAqnM/s1600-h/Wakil+Pemimpin+Redaksi+Riau+Pos+Yasril+menerima+plakat+dari+Majelis+guru+SMP+N+Duri,+Elvis+saat+mengunjungi+redaksi+Riau+Pos+20+Juni+2009+lalu..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354797829310909842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SlAQQTwcDZI/AAAAAAAAAvQ/AFdMwaqAqnM/s200/Wakil+Pemimpin+Redaksi+Riau+Pos+Yasril+menerima+plakat+dari+Majelis+guru+SMP+N+Duri,+Elvis+saat+mengunjungi+redaksi+Riau+Pos+20+Juni+2009+lalu..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Kunjungan ke Riau Pos:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan SMP Negeri Duri beberapa hari lalu melakukan kunjungan ke redaksi Riau Pos di Pekanbaru. Kedatangan para siswa dan majelis guru itu langsung dipimpin salah seorang guru, Elvis. Kehadiran sdr Elvis dan rombongan, bagi saya bukan sekadar tamu biasa, tapi juga pertemuan dua sahabat yang lama tak berjumpa. Ya, maklum kami sama sama seperguruan ketika menimba ilmu di Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP Padang. Bedanya sdr Elvis mengajar di sekolah, saya di tetap di dunia jurnalistik sejak semasa kuliah dulu. Tapi pada dasarnya, ujudnya tetap sama mendidik-- ya mendidik siswa di sekolah, mendidik masyarakat pembaca, mendidik keluarga. Sukses dech buat kawan-kawan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6803070213263226734?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6803070213263226734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6803070213263226734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6803070213263226734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6803070213263226734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/07/kunjungan-ke-riau-pos-rombongan-smp.html' title='Kunjungan Redaksi'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SlAQQTwcDZI/AAAAAAAAAvQ/AFdMwaqAqnM/s72-c/Wakil+Pemimpin+Redaksi+Riau+Pos+Yasril+menerima+plakat+dari+Majelis+guru+SMP+N+Duri,+Elvis+saat+mengunjungi+redaksi+Riau+Pos+20+Juni+2009+lalu..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8828776118826661859</id><published>2009-05-27T22:25:00.002+07:00</published><updated>2009-10-21T08:51:59.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Star Kampanye Pilpres</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sh1dGRgS4YI/AAAAAAAAAuw/4yylHUOljuo/s1600-h/curi+star.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sh1dGRgS4YI/AAAAAAAAAuw/4yylHUOljuo/s320/curi+star.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340527095490732418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;KAMPANYE sebagai bagian dari Pemilu Presiden hanya tinggal hitungan hari. Berbagai trik, manuver dan langkah-langkah pun telah disiapkan masing-masing tim sukses capres dan cawapres untuk adu argumen di masyarakat. Kita berharap ketiga pasangan capres dan cawapres masing-masing SBY-Boediono, JK-Win dan Mega-Pro mampu memberikan pelajaran politik yang matang kemasyarakat. Soal kalah menang adalah hal biasa , namun sikap sportifitas harus dikedepankan, bagaikan seorang atlit. (foto hasil rekayasa)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8828776118826661859?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8828776118826661859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8828776118826661859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8828776118826661859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8828776118826661859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/05/star-kampanye-pilpres.html' title='Star Kampanye Pilpres'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sh1dGRgS4YI/AAAAAAAAAuw/4yylHUOljuo/s72-c/curi+star.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8443630657964510088</id><published>2009-05-02T07:54:00.001+07:00</published><updated>2009-10-21T08:51:59.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Manuver Tokoh Tua dan Nasib Golkar</title><content type='html'>PERKEMBANGAN perpolitikan di negeri ini kian hangat dibicarakan, terutama menjelang Pilpres 2009. Perubahan peta politik pun begitu cepat, setiap hari dan setiap jam bisa berubah. Bahkan hitungan per menit ada saja yang berganti, menyusul berbagai manuver yang dilakukan tokoh-tokoh partai yang ada saat ini. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manuver-manuver tersebut juga melibatkan sejumlah sesepuh partai atau pemain lama. Sehingga terkesan bahwa langkah sejumlah tokoh gaek itu ibarat guru turun gunung. Sebut saja misalnya, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung, mantan Wakil Presiden RI, BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, mantan Ketua MPR Amin Rais dan sejumlah tokoh gaek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mewarnai pola demokrasi di Indonesia, para tokoh gaek ini juga membawa misi tertentu dari partai yang mereka wariskan kepada generasi sekarang. Amin Rais tokoh dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hamzah Haz dari PPP yang melakukan pertemuan dengan Presien Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) misalnya. Meski sempat absen dipanggung politik, kini kedua tokoh ini kembali terjun ke kancah politik di masing-masing Parpol asal mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran mereka, selain tidak puas dengan perolehan suara partai pada Pemilu legislative, juga sebagai upaya untuk memerankan mesin partai ke depan. Mereka yang malang-melintang di dunia politik ini seakan tidak rela kalau partai mereka hanya sebagai pecundang bukan sebagai penunggang, atau sebagai penonton dan tukang kritik bukan sebagai pemain. Tidak hanya Amin Rais dan Hamzah Haz saja, orang sekelas Akbar Tanjung dan BJ Habibie juga melakukan manuver yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dan sejumlah sepuh Golkar tidak rela melepas partai yang berkuasa selama puluhan tahun itu untuk berada di luar sistem pemerintahan. Sebab, berdasarkan sejarah, Golkar memang diciptakan sebagai partai berkuasa bukan partai oposan atau oposisi yang bergerak di luar lingkaran pemerintahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak bisa dipungkiri, terbukti dengan keberadaan para tokoh dan kader partai Golkar sejak dulu hingga sekarang. Golkar tetap berada di dalam lingkaran pemerintahan. Berbagai peran telah dimainkan para tokoh-tokoh Golkar. Baik di lembaga legistatif, yudikatif, hankam, mapun eksekutif seperti sebagai presiden, wakil presiden, menteri-menteri, gubernur, walikota/bupati, camat, lurah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, kenapa popularitas Partai Golkar kian melemah? Ini jelas banyak faktor yang mempengaruhi, baik secara eksternal, maupun interen partai Golkar sendiri. Bahkan kemerosotan popularitas Golkar di mata rakyat ini juga membawa kesan bahwa partai berlambang pohon beringin ini kehilangan tuah. Tidak lagi sebagai pohon rindang dan tempat berteduh, akar yang panjang dan melilit tempat bersila dan bergantung, pohon yang besar tempat bersandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pohon beringin itu mulai diterpa puting beliung, daunnya berguguran, bijinya berserakan kemana-mana dan tumbuh sendiri-sendiri menjadi spesies baru dengan berbagai nama, ada Hanura, ada Gerindra, dan sebagainya. Pohon yang dulunya besar dan kokoh itu kini pun mulai berlubang-lubang digigit kumbang. Ada yang melubangi dari pucuk pohon, ada dari batangnya dan ada pula yang dari akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang lebih menyedihkan, pohon beringin yang memiliki akar tunggang itu ibarat seperti pucuk pohon bambu yang selalu berubah arah setiap diterpa angin. Ketika angin barat datang, ia pun menuju arah angin tersebut, namun semenit kemudian angin utara datang, beringin tua itu pun condong ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah ada sebuah skenario mengobok-obok partai Golkar yang selama ini dianggap mumpuni? Memang sulit untuk menebak semua itu. Namun yang pasti, pertanyaannya kembali terarah pada pengurus dan kader Golkar itu sendiri. Maukah Golkar diobok-obok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, persoalan yang terpenting dari semua itu, bukanlah siapa mengobok-obok siapa. Tetapi strategi apa yang harus dimainkan agar Golkar tidak diobok-obok dan kembali diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional. Mungkinkah ini disebabkan kurangnya strategi internal partai yang dimainkan menghadapi partai lain. Atau memang Golkar sudah kehilangan sosok orang-orang yang sebenarnya memiliki keahlian strategi seperti yang dimiliki seorang ahli strategi teritorial. Atau mungkin Partai ini harus dipimpin seorang mantan ahli strategi di negeri ini.***&lt;br /&gt;Tajuk Riaupos edisi Kamis 30 April 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8443630657964510088?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8443630657964510088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8443630657964510088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8443630657964510088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8443630657964510088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/05/manuver-tokoh-tua-dan-nasib-golkar.html' title='Manuver Tokoh Tua dan Nasib Golkar'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8998720388149573148</id><published>2009-05-02T07:45:00.002+07:00</published><updated>2009-10-21T08:52:14.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Banjir dan Permintaan Maaf Wali Kota</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BANJIR. Demikian kata yang dipakai sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik yang menggambarkan kondisi di sejumlah wilayah di Riau sejak beberapa hari belakangan diguyur hujan. Genangan air tidak saja terjadi di Kota Pekanbaru saja, tapi juga di sejumlah kabupaten/kota, seperti di Rokan Hulu, Siak, Kampar dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmu alam, sebelum hujan yang merupakan akumulasi penguasan air di bumi dan di laut itu sampai ke bumi, terlebih dahulu akan ditahan oleh dedaunan, rumput, semak belukar, atau pun hutan. Selanjutnya air akan menyentuh dan meresap ke dalam bumi dengan kecepatan rendah. Sehingga kalau pun terjadi genangan air akibat intensitas hujan cukup tinggi, dalam waktu singkat air genangan itu pun akan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkan ini adalah faktor alam dengan intensitas hujan yang berlangsung cukup lama dan deras? Sehingga drainase tidak mampu menampung debit air yang kuat seperti diungkapkan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah. Sehingga wali kota pun meminta maaf kepada warga. Hanya karena faktor alam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah kita menyalahkan alam? Tuntaskah hanya dengan permintaan maaf? Jawabnya tentulah tidak. Lihat misalnya di sejumlah kawasan pemukiman warga, terjadi rendaman yang cukup besar dan tinggi, sebagai akibat tidak terurusnya sistem drainase. Para developer pengadaan rumah tidak memperhatikan sistem drainase yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ratusan rumah tempat tinggal, misalnya hanya disediakan drainase selebar 30-40 centimeter dengan kedalaman 30 centimeter. Mungkinkah kesalahan ini ditumpukkan pada pihak developer sendiri? Jawabannya tentulah tidak. Pemerintah dalam hal ini instansi terkait yang mengeluarkan izin bangunan juga harus bertanggung jawab, karena kurang atau lemahnya pengawasan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan izin kawasan pertokoan. Selain harus mempersiapkan sumur-sumur resapan, pertokoan juga harus memperhatikan resapan air secara alami. Fakta di lapangan terlihat di kawasan pertokoan, perkantoran yang berada di pinggir-pinggir jalan protokol tidak lagi memiliki daerah resapan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya bila terjadi hujan lebat, maka air yang turun tidak lagi diserap oleh humus tanah, tapi langsung jauh ke atas semen yang kemudian melimpah ke jalan. Akibatnya terjadinya penumpukan air di badan jalan yang nantinya juga menimbulkan kerugian berupa kerusakan badan jalan. Pemandangan ini bisa di lihat di mana-mana, baik di Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, Soebrantas, Imam Munandar dan hampir di seluruh ruas jalan lainnya di Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semua kondisi tersebut biasa disiasati dengan pembuatan sumur-sumur resapan, pemakaian paving blog, penanaman rumput dan sebagainya, sehingga air yang jatuh ke bumi biasa meresap di bumi. Kejadian ini menggambarkan tidak adanya ketegasan pemerintah dengan kondisi di lapangan. Tegas seakan hanya di peraturan daerah dan di atas kertas, tanpa pengawasan di lapangan. Dan sekali lagi itu tidak biasa hanya diselesaikan dengan permohonan maaf, tapi harus tindakan tegas di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya Pak Wali Kota beserta aparatnya harus dengan tegas memerintahkan agar pemilik toko dan perkantoran membongkar semua coran semen yang menutupi halaman kantor atau pertokoan tersebut dan menukarnya dengan paving blog. Kalau pemilik bangunan membandel wali kota dan aparatnya harus berani mengeksekusi sepertimana mengeksekusi pedagang kali lima yang memakai badan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini harus dilakukan demi masa depan kota, masa depan warga dan masa depan anak cuku kita ke depan. Untuk itu kita tunggu ketegasan Pak Wali.***&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tajuk Riau Pos edisi Sabtu 2 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8998720388149573148?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8998720388149573148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8998720388149573148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8998720388149573148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8998720388149573148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/05/banjir-dan-permintaan-maaf-wali-kota.html' title='Banjir dan Permintaan Maaf Wali Kota'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2314742862315599990</id><published>2009-04-23T08:14:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T08:24:21.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>BKKBN Laksanakan Operasi Sterilisasi Gratis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Se_CsOW2MJI/AAAAAAAAAso/ZCvEQQubcT0/s1600-h/22-kepala+BKKBN+Riau+Ary+Goedadi+didampingi+Bupati+Bengkalis+Syamsurizal+MM+melihat+pasien+yang+telah+menjalani+pelayanan+KB+beberapa+hari+lalu..jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327690949226541202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Se_CsOW2MJI/AAAAAAAAAso/ZCvEQQubcT0/s200/22-kepala+BKKBN+Riau+Ary+Goedadi+didampingi+Bupati+Bengkalis+Syamsurizal+MM+melihat+pasien+yang+telah+menjalani+pelayanan+KB+beberapa+hari+lalu..jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; PEKANBARU (RP) - Bagi pasangan keluarga yang tidak ingin dibebani jumlah anak yang banyak dengan kondisi ekonomi yang kurang bagus, pihak BKKBN Riau memberi kesempatan untuk menjalani operasi sterilisasi gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kalau di dokter umum, atau rumah sakit akan dikenai biaya mencapai Rp4 hingga Rp6 juta, kini bisa gratis. Silakan hubungi BKKBN atau petugas di kabupaten/kota,’’ kata Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi MS didampingi staf Joniwar menjawab Riau Pos, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ary Goedadi, berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak pasangan usia subur (PUS) di Riau untuk menjalani operasi sterilisasi itu atau medis operasi wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP). Mereka umumnya telah memiliki anak lebih dari dua dengan kondisi ekonomi yang di bawah standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kesadaran mereka untuk operasi sterilisasi itu disebabkan tidak ingin direpotkan dengan jumlah anak yang banyak dan ingin memberikan hak-hak si anak, namun biaya tidak ada, karena ongkos operasi itu cukup besar,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini paparnya, persoalan ongkos tidak perlu diragukan. BKKBN sebagai lembaga pelayan masyarakat akan memberikan pelayanan cuma-cuma dengan standar profesional untuk menjalani operasi sterilisasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Pasangan suami istri silakan mengisi informed consent atau blangko tindakan medis yang dilengkapi materai Rp6.000. Tidak perlu surat miskin, tidak perlu keterangan lurah dan sebagainya, Untuk mendapatkan itu bisa menghubungi petugas BKKBN Riau atau petugas BKKBN kabupaten/kota di Riau. Kita akan layani semaksimal mungkin, baik operasi untuk wanita atau pun operasi untuk pria,’’ paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab Riau Pos tentang biaya yang akan dikeluarkan pasien, Ary mengatakan, tidak ada bayaran. Semua ditanggung Negara. Sebab, program Keluarga Berencana ini telah merupakan tugas wajib pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Jadi semua ditanggung, baik untuk tindakan medis, maupun obat-obatannya. Yang akan mengerjakannya adalah dokter bedah di rumah sakit yang telah ditunjuk. Sebab BKKBN sendiri telah melakukan kerja sama dengan pihak rumah sakit di daerah ini untuk pelayanan sterilisasi tersebut,’’ tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan ini paparnya juga terbuka bagi akseptor KB yang selama ini menggunakan alat kontrasepsi, seperti pil, suntik, kondom, IUD dan sebagainya. ‘’Kalau merasa tidak lagi cocok dengan alat kontrasepsi tersebut dan akan beralih ke sterilisasi, silakan, kita layani,’’ katanya lagi.&lt;br /&gt;Ditanya tentang batas waktu, mantan Plt Kepala BKKBN Sumbar ini menjelaskan silakan secepatnya. Sebab, tambahnya lagi, hingga kemarin jumlah yang antre cukup banyak. Namun bila masih banyak yang mendaftar, terutama dari kalangan ekonomi menengah kebawah atau pra sejahtera, kami akan jadwalkan lagi waktu operasinya. Makanya kita himbau, silakan dating ke kantor BKKBN atau petugas BKKBN,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;Pemberdayaan&lt;br /&gt;Dalam program kerjanya, BKKBN juga melakukan konsentrasi untuk peningkatan pemberdayaan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan pap semir kepada masyarakat, untuk menuju Keadilan dan Kesejahteraan Gender (KKG) Menurut Goedadi Pemberdayaan perempuan menuju peningkatan kesejahteraan keluarga melaui KB itu sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, apabila tidak diterapkan sistem KB di setiap keluarga, mengakibatkan kematian ibu meningkat, dan semakin jauh menuju kesejahteraan keluarga.&lt;br /&gt;‘’Tidak semuanya rakyat Riau ini mampu mempunyai banyak anak, sebaliknya masih banyak rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan yang tidak mempunyai kesejahteraan hidup,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan wanita itu, kita tujukan untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan mengentaskan keluarga miskin yang ada di Indonesia khusunya di Riau ini.&lt;br /&gt;Ary Goedadi menjelaskan, Peningakatan kesejahteraan keluaraga ini, selain penggalakan KB, juga melalui pembentukan kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS), yang bergerak di daerah, melalui koordinasi dengan BKKBN yang ada didaerah.&lt;br /&gt;Setiap kelompok UPPKS ini, jelasnya diberikan bantuan dana bergulir, yang digunakan sebagai modal usaha setiap kelompok tersebut. Dengan teknis pengalokasian dana bergulir itu diberikan langsung kepada setiap kelompok UPPKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Masalahnya, UPPKS itu lebih mengetahui kondisi lapangan, jadi alokasi bantuan dana bergilir itu, diberikan tanggung jawab kepada UPPKs untuk memberikan kepada yang membutuhkan terlebih dahulu,’’ ungkapnya.(ril/asm/mg3)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2314742862315599990?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2314742862315599990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2314742862315599990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2314742862315599990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2314742862315599990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/bkkbn-laksanakan-operasi-sterilisasi.html' title='BKKBN Laksanakan Operasi Sterilisasi Gratis'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Se_CsOW2MJI/AAAAAAAAAso/ZCvEQQubcT0/s72-c/22-kepala+BKKBN+Riau+Ary+Goedadi+didampingi+Bupati+Bengkalis+Syamsurizal+MM+melihat+pasien+yang+telah+menjalani+pelayanan+KB+beberapa+hari+lalu..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-909998753748309774</id><published>2009-04-20T08:31:00.010+07:00</published><updated>2009-04-20T11:38:06.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Rombongan BKKBN Kunjungi Redaksi Riau Pos</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326586323870451810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SevWCkPAiGI/AAAAAAAAArg/p5ugMitXjQc/s400/Foto+CR+10+Tamu+Redaksi+dari+BKKBN+6+(Edi+Syahputra).JPG" border="0" /&gt;BERKUNJUNG:&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Deputi KB KR BKKBN, Basir Palu, beserta rombongan BKKBN Riau melakukan kunjungan ke redaksi Riau Pos di Jalan Subrantas, Pekanbaru. Selain berdialog langsung dengan Wakil Pemimpin Redaksi Riau Pos Syamsul Bahri Samin, Yasril dan sejumlah kru redaksi, rombongan juga meninjau percetakan dan studio RTv, Sabtu (18/4/2009. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326586790148254034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SevWdtQTKVI/AAAAAAAAAro/h0TWhBxYP7w/s400/Rombongan+BKKBN+saat+berada+di+ruang+rapat+redaksi+Riau+Pos..JPG" border="0" /&gt;Rombongan BKKBN saat berada di ruang rapat redaksi Riau Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326587240842988402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SevW38OTC3I/AAAAAAAAArw/YF6Fve9P1R0/s400/Syamsul+Bahri+Samin+menjelaskan+tentang+Perkembangan+Riau+Pos.jpg" border="0" /&gt;Wakil Pemimpin Redaksi Riau Pos Syamsul Bahri Samin didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Yasril menjelaskan tentang perkembangan Riau Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326589777974219378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SevZLnxhUnI/AAAAAAAAAr4/bhl4mVNhRJY/s200/Basir+Palu+saat+menjelaskan+tentang+program+BKKBN.JPG" border="0" /&gt;Deputi KB KR BKKBN Basir Palu menjelaskan tentang perkembangan BKKBN secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana dialog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi KB KR dan Kepala BKKBN Riau Ary Goedadi beserta rombongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326592341565245458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sevbg15QCBI/AAAAAAAAAsA/WNo_XWuEnKY/s200/bingkisan+riau+pos.JPG" border="0" /&gt;Wakil Pemimpin Redaksi Syamsul bahri Samin menyerahkan bingkisan kepada Deputi KB KR BKKBN, Basir Palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326593272493238514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SevcXB3x6PI/AAAAAAAAAsI/6qLT-BEaVSQ/s200/wakil+pemimpin+redaksi+Yasril+menyalami+rombongan+BKKBN..jpg" border="0" /&gt;Wakil Pemimpin Redaksi Yasril menyalami rombongan BKKBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326594431045041218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sevdad0DfEI/AAAAAAAAAsY/1ojHkxX0qrg/s200/Yasril+saat+menjelaskan+tentang+Riau+Pos+On+line+dan+epaper+Riau+Pos.JPG" border="0" /&gt;Yasril saat menjelaskan tentang pembuatan koran, Riau Pos online dan epaper Riau Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326593818452276962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sevc2zujtuI/AAAAAAAAAsQ/tkieTeoZR-s/s200/IT+BKKBN+saat+membuka+web+BKKBN..jpg" border="0" /&gt;IT BKKBN saat mengakses web BKKBN &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-909998753748309774?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/909998753748309774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=909998753748309774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/909998753748309774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/909998753748309774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/rombongan-bkkbn-kunjungi-redaksi-riau.html' title='Rombongan BKKBN Kunjungi Redaksi Riau Pos'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SevWCkPAiGI/AAAAAAAAArg/p5ugMitXjQc/s72-c/Foto+CR+10+Tamu+Redaksi+dari+BKKBN+6+(Edi+Syahputra).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1482736543247233369</id><published>2009-04-18T00:47:00.002+07:00</published><updated>2009-04-18T00:50:45.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Kanker Leher Rahim dan Payudara Sebabkan Kematian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Riau 10 Besar HIV/AID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEPUTI Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dr M Basir Palu SpA MHA di hadapan unsur pemerintahan daerah, kabupaten/kota, TNI, Polri, SKPD KB serta dari unsur Perguruan Tinggi se Riau, Jumat (17/4) mengatakan kanker leher rahim atau serviks dan kanker payudara merupakan kanker terbanyak yang menjadi penyebab kematian kaum ibu. ‘’Untuk itu pengetahuan dan pemahaman akan arti penting alat reproduksi tersebut harus disosialisasikan sejak dini, terutama terhadap kaum ibu dan remaja,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tingkat kecemasan ini pparnya juga didukung oleh data global burden cancer dari international agency for research on cancer (IARC) di mana pada 2002 penderita kanker payudara sebesar 26 kasus per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 per 100.000 perempuan. Yang sangat menyedihkan tuturnya sekitar 70 persen penderita kanker dating ke rumah sakit setelah pada stadium 3 dan 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Ini tentu saja sulit untuk disembuhkan. Padahal kanker dapat disembuhkan bila ditemukan pada stadium dini. Salah satu penyebabnya kurang sampainya informasi ke masyarakat dan masyarakat sendiri pun belum tahu cara deteksi dini kanker,’’tuturnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, paparnya, HIV/AIDS sudah menjadi epidemic di Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Pada awal ditemukan HIV/AIDS tahun 1985 hanya ada lima kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 23 kasus pada tahun 1995 dan menjadi 2.639 kasus pada 2005. Bahkan pada tahun akhir 2008 lalu jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia menjadi 22.125 kasus, dengan rincian 6.015 kasus HIV dan 16.110 kasus AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Sedangkan Riau berada pada 10 besar pengidap HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 364 kasus yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, dengan case rate (jumlah kasus AIDS per jumlah penduduk 8,01 orang,’’ paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai antisipasi awal katanya, sebenarnya cukup banyak, seperti di Perguruan Tinggi. Karena merupakan institusi strategis dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi dan menekan laju pertumbuhan HIV/AIDS di Riau. ‘’Beberapa langkah yang bias ditempuh misalnya penyuluhan, orientasi, diskusi aau pembentukan PIK KRR di wilayah KKN. Masih banyak kegiatan lain yang juga bisa diintegrasikan pada program KB ini,’’ ungkapnya.(ril) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1482736543247233369?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1482736543247233369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1482736543247233369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1482736543247233369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1482736543247233369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/kanker-leher-rahim-dan-payudara.html' title='Kanker Leher Rahim dan Payudara Sebabkan Kematian'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3541859448438809415</id><published>2009-04-18T00:45:00.001+07:00</published><updated>2009-04-18T00:50:11.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Komitmen Pemerintah daerah belum Memadai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KOMITMEN Pemerintah Daerah, terutama di kabupaten/kota sangat dirasakan belum memadai dibanding era Orde Baru. ‘’Padahal program KB ini selain merupakan tugas wajib pemerintah, juga memberi dampak positif untuk kelangsungan anak bangsa dan bias mengurangi beban pemerintah di masa depan,’’ kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dr M Basir Palu SpA MHA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut diungkapkannya di hadapan unsure pemerintahan daerah, kabupaten/kota, TNI, Polri, SKPD KB serta dari unsur Perguruan Tinggi se Riau dalam pertemuan peningkatan pengetahuan PMKR, Jumat malam (17/4) di Hotel Furaya Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya komitmen ini paparnya terlihat nyata dari ketersediaan dan bentuk kelembagaan KB di daerah, pengalokasian dana untuk rogram KB, ketersediaan petugas di lapangan yang masih jauh dari kebutuhan yang ideal. Ini paparnya, mungkin disebabkan belum banyaknya yang memahami bahwa program KB menjadi urusan wajib yang dimiliki pemerintah kabupaten/kota. Padahal semua itu telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 38/2007 tentang pembagian urusan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Jika ini dibiarkan, maka pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan peningkatan ekonomi keluarga akan sulit dikendalikan. Hal itu akan menimbulkan implikasi-implikasi negative, seperti bertambahnya jumlah penduduk miskin, makin sedikit yang mendapat pekerjaan layak dan akses keperluan pokok lainnya. Kondisi tersebut jelas akan menjadi beban bagi pemerintah di masa dating,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basir Palu juga memaparkan pertumbuhan penduduk dan program KB di tanah air. Berdasarkan hasil survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan TFRmasih sama dengan kondisi 2002/2003 yaitu sebesar 2,6. Sedangkan contrasepsi prepalensi rate (CPR) mengalami kenaikan sedikit dari 56,7 persen pada tahun 2002/2003 menjadi 57,4 pada tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sasaran program KB nasional tahun 2009 telah ditetapkan bahwa target TFR menjadi 2,2 anak, LPP 1,14 persen, unmet need menjadi 6 persen, KB pria 4,5 persen meningkatnya usia perkawinan menjadi 21 tahun. Sedangkan jumlah peserta KB baru di Riau ditargetkan 134.354 terdiri dari IUD 2.620, MOW 615, implant 8.462, suntik 50.899 dan pil 53.737 dan MOP 26 serta kondom 17.995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Untuk mencapai itu perlu kerja sama yang kuat dengan SKPD KB kabupaten/kota dan seluruh mitra kerja. Makanya secara tulus saya mengajak SKPD kabupaten/kota dan semua unsure terkait program KB ini untuk saling bahu membahu,’’ harapnya.(ril)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3541859448438809415?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3541859448438809415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3541859448438809415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3541859448438809415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3541859448438809415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/komitmen-pemerintah-daerah-belum.html' title='Komitmen Pemerintah daerah belum Memadai'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6778652571294363712</id><published>2009-04-14T08:54:00.004+07:00</published><updated>2009-04-14T09:04:54.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Pertarungan Dua Jenderal</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePuPRNdrGI/AAAAAAAAArA/m3o3wLza46E/s1600-h/dua+jenderal.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324361130567380066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePuPRNdrGI/AAAAAAAAArA/m3o3wLza46E/s400/dua+jenderal.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Dua Jenderal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dua jenderal masing-masing Jenderal Wiranto dan jenderal Susilo Bambang Yudhonono ingin menyelamatkan negeri Nusantara di ranah ideologi, politik ekonomi, sosial budaya pertahanan dan kemanan (Ipoleksosbud Hankam). Pertarungan dua jenderal ini menuju tampuk pimpimpina tertinggi di republik ini tentunya akan lebih menarik. Namun jangan sampai mengorbankan rakyat. Sementara rakyat jangan mau dijadikan pion, yang hanya untuk sekadar coba-coba. Foto; hasil editing dari dua gambar berbeda saat kampanye legislatif beberapa waktu lalu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6778652571294363712?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6778652571294363712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6778652571294363712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6778652571294363712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6778652571294363712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/pertarungan-dua-jenderal.html' title='Pertarungan Dua Jenderal'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePuPRNdrGI/AAAAAAAAArA/m3o3wLza46E/s72-c/dua+jenderal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7726295943312877371</id><published>2009-04-14T08:16:00.002+07:00</published><updated>2009-04-14T09:04:33.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Selamatkan Sepeda</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePk9yDC5LI/AAAAAAAAAq4/RmQWhw5KIdA/s1600-h/Tiga+Bocah+Ini+Menyelamatkan+Sepeda+nya+Dari+Genangan+Banjir+di+Desa+Gunung+Sailan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324350934539756722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePk9yDC5LI/AAAAAAAAAq4/RmQWhw5KIdA/s400/Tiga+Bocah+Ini+Menyelamatkan+Sepeda+nya+Dari+Genangan+Banjir+di+Desa+Gunung+Sailan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banjir:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Tiga bocah berusaha menyelamatkan sepeda mereka dari amukan banjir yang melanda Desa Gunung Sailan, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia, Senin, 13 April 2009. Foto; Mishal/riaupos &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7726295943312877371?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7726295943312877371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7726295943312877371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7726295943312877371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7726295943312877371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/selamatkan-sepeda.html' title='Selamatkan Sepeda'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePk9yDC5LI/AAAAAAAAAq4/RmQWhw5KIdA/s72-c/Tiga+Bocah+Ini+Menyelamatkan+Sepeda+nya+Dari+Genangan+Banjir+di+Desa+Gunung+Sailan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3897117045182306078</id><published>2009-04-14T07:53:00.003+07:00</published><updated>2009-04-14T08:06:43.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Menunggu Langkah Si-Kuning</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePgJV_XUmI/AAAAAAAAAqw/hB2qh2Q9fsY/s1600-h/00-b.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324345635608416866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 202px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePgJV_XUmI/AAAAAAAAAqw/hB2qh2Q9fsY/s400/00-b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;&lt;strong&gt;Tak Perlu Ribut&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Pesta besar di negeri ini baru saja usai, dua sosok mempelai masing-masing si merah dan si biru sudah berada di depan pintu rumah masing-masing menunggu pasangan yang akan meminang. Mungkinkah si Merah akan dilamar si Kuning? atau malah sebaliknya si Kuning tetap dengan si biru yang beberapa kali sempat pisah ranjang? Kita tunggu langkah si Kuning. Foto: hasil editing beberapa gambar saat kampanye legislatif beberapa waktu lalu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3897117045182306078?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3897117045182306078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3897117045182306078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3897117045182306078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3897117045182306078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/menunggu-langkah-si-kuning.html' title='Menunggu Langkah Si-Kuning'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePgJV_XUmI/AAAAAAAAAqw/hB2qh2Q9fsY/s72-c/00-b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5374322992689874914</id><published>2009-04-14T07:44:00.004+07:00</published><updated>2009-04-14T08:06:43.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Pilihan Terbaik</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePd-K87h2I/AAAAAAAAAqo/9jdoLLyYHpw/s1600-h/00-a.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324343244643600226" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 273px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePd-K87h2I/AAAAAAAAAqo/9jdoLLyYHpw/s400/00-a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Demi Kelangsungan Pembangunan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Meski berada pada tiga besar dalam pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2009, Partai Golkar harus menentukan pilihan terbaik dalam melakukan koalisi menyongsong Pilpres 2009. Pilihan itu pun harus mempertimbangkan efektifitas, dan kelangsungan pembangunan serta demi kemakmuran rakyat ke depan. Foto; hasil editing beberapa gambar saat kampanye legislatif beberapa waktu lalu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5374322992689874914?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5374322992689874914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5374322992689874914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5374322992689874914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5374322992689874914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/pilihan-terbaik.html' title='Pilihan Terbaik'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SePd-K87h2I/AAAAAAAAAqo/9jdoLLyYHpw/s72-c/00-a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8652308878166733761</id><published>2009-04-12T09:16:00.006+07:00</published><updated>2009-04-22T17:04:09.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Kepala BKKBNRiau, Drs Ary Goedadi MS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mewaspadai Baby Boom&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Meski wajah baru dalam tata pemerintahan di Riau, namun Drs Ary Goedadi merupakan stok lama di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Bahkan berbekal pengalaman yang malang melintang di sejumlah jabatan pemerintahan, mantan Plt Kepala BKKBN Sumbar ini kini ditugaskan untuk mensejahterakan masyarakat Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Laporan : &lt;strong&gt;YASRIL,&lt;/strong&gt; Pekanbaru&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;yasrilriau@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep sejahtera itu papar lelaki kelahiran Jakarta 18 maret 1959 ini bermula dari keluarga. Jika semua keluarga di Riau sejahtera, hak-hak dasarnya terpenuhi, otomatis masyarakat umum juga akan sejahtera. Namun, untuk mencapai sejahtera ini memang tak mudah, karena harus dengan perencanaan yang matang. Mulai dari perencanaan nikah hingga terbentuk keluarga dan pemenuhan ekonomi keluarga. Dan pada gilirannya mengarah pada keluarga yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Se7qb3OM9jI/AAAAAAAAAsg/oHA9IqI9yTc/s1600-h/ary+goedady.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327453173626762802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 154px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Se7qb3OM9jI/AAAAAAAAAsg/oHA9IqI9yTc/s200/ary+goedady.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makanya, papar bapak dua anak ini, keluarga berkualitas ,berasal dari keluarga berencana dengan jumlah anggota keluarga yang ideal, terpenuhi hak-hak dasar anak, seperti hak hidup, sandang pangan, dapat pendidikan berkualitas, akses kesehatan yang baik dan pada gilirannya dapat pekerjaan yang layak. Sebaliknya, banyak pun jumlah anak atau anggota keluarga, tanpa diimbangi pemenuhan hak-hak anak, hasilnya pun tak maksimal. Bahkan bukan tak mungkin akan jadi beban masyarakat atau pemerintah di masa datang. Ini tidak saja terjadi di kota-kota besar saat ini, tapi juga bisa di Riau nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, pertumbuhan penduduk Riau yang kini sebesar 4,35 persen per tahun, katanya masih tergolong tinggi dibanding rata-rata nasional yang hanya 1,4 persen per tahun. Namun, Ary juga mengakui sebagian besar karena faktor migrasi masuk akibat tumbuhnya perekonomian Riau dan peluang lapangan kerja yang besar, bukan karena faktor kelahiran. Ini dibuktikan bahwa TFR Riau turun dari 3,2 (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia/SDKI 2002/03) jadi 2,7 pada SDKI 2007 (nasional 2,6), walau proporsi peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur (PUS) juga turun dari 57,8 persen jadi 56,7 persen (SDKI 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, paparnya, teori Bongart mengatakan, ,bila CPR naik maka TFR ,turun. Sedangkan kejadian di Riau, CPR turun tapi TFR juga turun. Kejadian ini karena pertambahan peserta KB aktif lebih kecil dari pertambahan PUS, dan atau karena peserta KB aktif mayoritas peserta KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang/MKJP (IUD, MOP, MOW, implant) yang sangat kecil sekali drop out (kegagalannya) sehingga punya dampak signifikan terhadap penurunan TFR (tak seperti pil/suntik yang tinggi tingkat kegagalannya karena lupa minum pil tiap hari/terlalu jauh dapat pil yang perlu biaya transpor/pil tak ada di tempat pelayanan, atau lupa harus suntik KB tiap tiga bulanan/tak punya biaya transpor/membayar jasa bidan untuk suntik KB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan program KB di Riau kini dinilai sangat baik. Angka kemandirian masyarakat untuk ber-KB cukup tinggi (57 persen) dan hampir 40 persen alat kontrasepsinya masih ditanggung pemerintah, melalui program pelayanan cuma-cuma untuk alat kontrasepsi di fasilitas pelayanan pemerintah. Di samping itu, peran bidan dalam pelayanan program KB cukup tinggi, pengetahuan masyarakat terhadap KB juga cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, pengelolaan program KB kini tak lagi seperti masa sebelum 2003. Tapi dengan telah terbentuknya lembaga KB di kabupaten/kota awal tahun ini, merupakan angin segar bagi program KB untuk bisa melayani lagi di tengah-tengah masyarakat setelah keberadaannya ditinggalkan PLKB selama lima tahun lalu. Melalui Visi BKKBN yang baru diupayakan agar keluarga kecil bahagia dan sejahtera dapat terwujud, yaitu seluruh keluarga ikut KB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentunya bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti calon/pasangan suami isteri sejak dini harus merencanakan keluarganya (melalui penundaan usia perkawinan untuk persiapan pernikahan (mental dan ekonomi) dengan bekerja/menabung dahulu sebelum menikah. Jika sudah menikah maka agar menunda kelahiran anak pertama dengan mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelahiran anak pertama, jika sudah punya anak pertama maka diupayakan agar menjarangkan kelahiran anak kedua minimal lima tahun agar ibu siap secara medis untuk melahirkan anak kedua dan keluarga siap dalam ekonomi, dan setelah itu membina tumbuh kembang kedua anaknya (memberikan gizi yang baik, kesehatan prima, pendidikan setinggi mungkin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balita ikut Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu. Remaja ikut kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) dan PIK KRR agar terhindar dari pergaulan bebas, pencegahan PMS dan HIV/AIDS, serta terhindar dari NAPZA. Lansia ikut Bina Keluarga Lansia (BKL). Keluarga ikut Bina Lingkungan Keluarga (BLK) untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan keluarga. Isteri ikut UPPKS dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga. Suami diupayakan jadi motivator KB atau jadi peserta KB pria atau jadi ketua/anggota kelompok KB pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini saja, rasio jenis kelamin penduduk Riau sebesar 105, tapi khusus untuk kelompok 19-24 tahun terlihat rasio jenis kelamin di bawah 100, artinya lebih banyak penduduk perempuan daripada penduduk laki-laki pada kelompok umur tersebut. Menurut BPS (Riau dalam Angka 2008), penduduk umur 0-10 sebesar 22 persen, sedangkan kelompok remaja yang jadi garapan PIK KRR (10-24) 27,6 persen dan umur 25-29 sebesar 10,6 persen, 30-34 sebesar 10,5 persen, sedangkan manula (di atas 60) sebesar tiga persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan (36,6 persen) meningkat akibat urbanisasi dan migrasi dibanding perdesaan. Sedangkan persentase penduduk miskin Riau, berdasarkan Susenas 2007 - BPS, menunjukkan penurunan, yaitu dari 12,51 persen (2005), 11,85 persen (2006) dan 11,20 persen (2007). Kantong-kantong kemiskinan cukup nyata dapat dilihat di perkotaan, seperti penduduk yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh, daerah terpencil, daerah kepulauan. Berdasarkan Susenas 2007, per kabupaten/kota, terlihat kantong kemiskinan berada di wilayah Rohul, Kuansing, Pelalawan, Inhu, dan Inhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan masyarakat miskin mendapat hak-hak dasarnya?&lt;br /&gt;Ke depan, persaingan untuk mendapatkan kehidupan yang layak akan makin berat. Makanya perlu ada program pengentasan kemiskinan di Riau yang lebih fokus yang dimulai dengan kegiatan pendataan penduduk miskin (bisa dengan pendataan keluarga yang dilakukan BKKBN tiap tahun) dengan segala faktor yang menyebabkannya, pelayanan KB gratis bagi keluarga miskin/pra-sejahtera dan sejahtera I (karena keterbatasan keuangan negara maka selama ini BKKBN hanya menyediakan alat kontrasepsi gratis bagi keluarga miskin, sedangkan jasa pelayanan KB dari petugas kesehatan belum seluruhnya digratiskan), pembukaan kesempatan kerja bagi rakyat miskin, pendidikan gratis, kesehatan gratis, bantuan modal (seperti UPPKS dari BKKBN), sehingga jumlah rakyat miskin di Riau akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat?&lt;br /&gt;Solusi yang paling ampuh adalah mengajak masyarakat ikut KB, memperlambat usia perkawinan pertama, menjarangkan kelahiran, memperkecil jumlah anggota keluarga, menggunakan kesempatan luang untuk meningkatkan pendidikan dan kegiatan produktif lainnya, terutama bagi kaum perempuan (seperti UPPKS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, selama ini BKKBN selalu diidentikkan dengan alat, menurut Anda?&lt;br /&gt;Program KB tak hanya identik dengan alat kontrasepsi ataupun pengendalian jumlah penduduk semata. Jauh dari itu, pelaksanaan program KB lebih banyak melakukan proses untuk mendidik dan merubah sikap, perilaku dan nilai-nilai dalam masyarakat untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dan berkualitas Di samping itu, program KB juga peduli dengan masalah reproduksi remaja agar terhindar dari pengaruh negatif oleh narkoba, miras, judi, HIV/AIDS misalnya. Terhadap kaum lansia misalnya, program KB juga peduli untuk tetap memberi semangat terhadap kaum lansia dengan mendidik keluarga lansia bagaimana cara memperlakukan kaum lansia dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program KB juga membantu menurunkan angka kematian ibu melahirkan (dengan ikut KB agar tak sering melahirkan anak yang akan mengakibatkan kematian, dan menjarangkan kelahiran anak pertama dengan anak kedua selama lima tahun agar jarak kelahiran tidak terlalu dekat yang akan mengakibatkan kematian) dan juga membantu menurunkan kematian anak karena ibu belum siap melahirkan karena umur ibu terlalu muda/melahirkan terlalu sering/jarak kelahiran terlalu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana isu baby boom di Riau?&lt;br /&gt;Baby boom pasti akan terjadi di Riau mengingat besarnya kelompok penduduk usia muda di Riau saat ini, yang beberapa tahun akan datang siap untuk melangsungkan pernikahannya. Dengan LPP 4,35 persen (yang setiap tahun pasti akan naik terus, mengingat arus masuk penduduk ke Riau yang sangat tinggi karena pembangunan di Riau yang sangat gencar) maka setiap tahun akan bertambah penduduk lebih dari 220.000 jiwa (jika LPP konstan 4,35 persen), dan menurut Proyeksi BPS maka pada tahun 2010 akan menjadi hampir 7,5 juta, serta tahun 2025 penduduk Riau menjadi lebih dari 12,5 juta (Penduduk Indonesia lebih dari 270 juta pada 2025), dan migrasi masuk hampir mendekati 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan PUS ke depan masih tinggi, apabila PUS tersebut tidak diajak ber-KB dan menggunakan alat kontrasepsi maka jumlah kelahiran pasti akan meningkat. Oleh karena itu, program KB adalah program yang berproses tiada henti. Sebagai ilustrasi, saat ini penduduk yang lahir sekitar tahun 1980 atau generasi 1980 yang pada tahun 2000 berusia 20 tahun, pasti tidak tersentuh dengan informasi KB akibat redupnya pelaksanaan program KB selama sepuluh tahun terakhir. Dengan demikian, bagaimanapun, program KB harus tetap dijalankan mengimbangi tingat pertumbuhan PUS yang cukup tinggi di Riau di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu pengetahuan kesehatan reproduksi sangat penting untuk diketahui para remaja yang nantinya akan menjadi calon pengantin (dengan program Kesehatan Reproduksi Remaja/KRR melalui PIK-KRR). Program ini dapat dilakukan melalui berbagai sarana seperti sekolah dan luar sekolah (pramuka, remaja masjid, pesantren, dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan pemerintah daerah terhadap program KB di Riau bagaimana?&lt;br /&gt;Diakui bahwa memang pada masa lalu (era 1997-2006) dukungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota terhadap program KB sangat minim. Hal ini karena melemahnya komitmen dan kepedulian pimpinan wilayah terhadap program KB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini akibat ketidaktahuan dan kurangnya pemahaman pimpinan wilayah terhadap manfaat program KB terutama bagi kesehatan ibu dan anak, bahwa pertumbuhan penduduk akan menggerogoti hasil pembangunan, bahwa pertumbuhan penduduk akan memperbesar pengeluaran pemerintah dalam kesehatan/pendidikan/lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;Penyebab lainnya, bisa jadi program KB bukan skala prioritas saat ini sehingga mengabaikan pelaksanaan program KB. Atau mungkin karena program KB merupakan investasi jangka panjang, sehingga tidak dirasakan seketika. Tapi patut diingat bahwa program KB adalah biaya yang paling murah untuk program peningkatan kesejahteraan rakyat dan juga pengentasan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai seluruh rakyat miskin tidak ikut KB dan melahirkan banyak anak, maka jelas jumlah penduduk miskin akan bertambah terus menerus. Tetapi mulai tahun 2007 di bawah kepemimpinan Kepala BKKBN (dr Sugiri Syarif MPA), BKKBN mulai menggeliat kembali dengan berbagai program terobosan melalui advokasi kepada Bappenas dan Depkeu untuk menambah anggaran BKKBN di seluruh Indonesia, revitalisasi program KB melalui momentum strategis dan bhakti sosial (PKK KB Kesh, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat/BBGRM bersama Depdagri dan PKK, TNI Manunggal KB Kesh/TMKK, IBI KB Kesh, KB Kesh Bhayangkara, TNI Manunggal Masuk Desa/TMMD, KB Kesh Surya Bhaskara Jaya dengan TNI AL untuk daerah kepulauan/terpencil/perbatasan yang menjangkau masyarakat miskin, Pelangi Nusanttara KB Kesh dengan TNI AU, Bulan Bhakti LSOM dalam Program KB (dengan IDI, Aisyiyah-Muhammadiyah, Muslimat NU, PGRI, KORPRI, Bulan Bhakti BRIMOB, HOGSI, APPI, PKBI, dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu dukungan Kab/Kota sejak 2007 juga membaik melalui PP 38 (program KB menjadi urusan wajib kabupaten/kota) dan PP 41 (tentang pembentukan SKPD-KB di kabupaten/kota melalui badan KB dan pemberdayaan perempuan), mulai adanya penerimaan PLKB baru di kabupaten/kota (walau terbatas jumlahnya), sampai dengan re-branding logo institusi dan logo program BKKBN yang baru dengan maksud meningkatkan citra BKKBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang perlu disiapkan untuk memotivasi warga untuk ber-KB?&lt;br /&gt;Untuk memotivasi masyarakat Riau ber-KB dilakukan melalui KIE dan penyuluhan, menyediakan alat kontrasepsi gratis bagi masyarakat miskin (tapi khusus untuk IUD dan kondom digratiskan bagi masyarakat miskin dan non miskin), dukungan dana bagi pelayanan KB untuk provider, pelatihan bagi tenaga pelayanan yang siap dan berkualitas, dukungan alat kesehatan dan non alat kesehatan KB (IUD Kit, VTP Kit, KIE Kit, BKB Kit, APE Kit, mobil pelayanan KB, mobil penerangan KB, dan lainnya), meningkatkan kegiatan sosialisasi program KB sehingga pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang program KB meningkat, dan pada saatnya masyarakat berperan serta berpartisipasi dalam ber-KB. Keberhasilan program tersebut perlu didukung dengan anggaran yang cukup, tenaga pengelola program yang terlatih dan profesional, dan komitmen yang kuat oleh pemerintah mulai dari presiden sampai ke kepala desa/lurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa angka tingkat kelahiran di daerah ini, tingkat kematian ibu hamil, keluarga yang tidak lagi ingin punya anak?&lt;br /&gt;Menurut SDKI 2007, TFR Riau saat ini 2,7 anak per wanita (SDKI 2007) dan jumlah PUS unmet need 9,1 (SDKI 2007), sedangkan menurut pendataan keluarga 2007 maka keluarga yang tidak ingin punya anak lagi sebesar 33,27 persen dari jumlah keluarga yang ada, hal ini karena melemahnya pelaksanaan program KB selama lima tahun terakhir, sehingga permintaan PUS unmet need banyak yang tidak terpenuhi, baik dari segi penyediaan dan akses kontrasepsi dan dari perolehan informasi tentang KB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebabnya?&lt;br /&gt;Dengan TFR turun (dari 3,2 menjadi 2,7) berarti partisipasi masyarakat terhadap program KB semakin kuat dan semakin sadar untuk tidak mau melahirkan anak lebih dari dua. Walaupun pengguna kontrasepsi turun menjadi 56,7 persen (dari hampir 60 persen) tetapi ternyata pengguna metode kontrasepsi jangka panjang cukup besar, sehingga dapat menurunkan TFR. Rendahnya angka kematian ibu hamil adalah karena gencarnya aktivitas program kesehatan seperti program desa siaga. Besarnya PUS unmet need karena permintaan mereka tidak tersentuh oleh tenaga pengelola program di tingkat desa/kelurahan yang selama ini mati-matian melayani permintaan masyarakat terhadap KB siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya?&lt;br /&gt;TFR tetap akan diupayakan turun hingga mencapai 2,1 beberapa dekade mendatang yaitu dengan tetap menggencarkan peningkatan kesertaan ber-KB masyarakat terutama terhadap metode kontrasepsi jangka panjang (IUD, MOP, MOW dan implant) pada PUS yang berusia masih muda dengan jumlah anak dua atau tiga. Angka kematian ibu hamil juga terus ditekan, antara lain dengan penyediaan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan hingga sampai ke pelosok-pelosok di Riau yang dapat mengantisipasi kasus kematian ibu hamil. Terhadap PUS unmet need akan dilakukan penggarapan khusus melalui momentum strategis (PKK KB Kesh, IBI KB Kesh, TMKK, KB Kesh Bhayangkara, KB Kesh Bhaskara Jaya, dan lainnya) dan dukungan dana khusus bagi peserta dan pelayan/provider IUD/MOP/MOW, serta melibatkan tokoh masyarakat/agama dan instansi/institusi terkait. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8652308878166733761?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8652308878166733761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8652308878166733761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8652308878166733761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8652308878166733761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/04/kepala-bkkbnriau-drs-ary-goedadi-ms.html' title='Kepala BKKBNRiau, Drs Ary Goedadi MS'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Se7qb3OM9jI/AAAAAAAAAsg/oHA9IqI9yTc/s72-c/ary+goedady.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2133326756797629658</id><published>2009-03-28T15:23:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T08:06:53.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>BKKBN Harus Turun Tangan Soal Pemecatan Kader Posyandu</title><content type='html'>Peristiwa miris di bidang program Keluarga Berencana (KB) terjadi lagi. Sudahlah petugas lapangan keluarga Berencana (PLKB)hampir tidak ada di setiap kecamatan, kini pengurus dan kader Posyandu pula yang dipecat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal yang mereka urus bukanlah yang muluk-muluk. Bukan proyek, bukan pula tampuk kursi kekuasaan, melainkan berupa pelayanan kesehatan yang dilakukan secara terpadu kepada masyarakat. yang kesemua itu terinspirasi oleh rasa sosial dan kepedulian akan pentingnya pelakanaan program KB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dialami para ibu-ibu pengurus dan kader Posyandu RW 15 Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayanraya mendatangi DPRD Kota Pekanbaru. Jumat (27/3) lalu mereka mendatangi DPRD Pekanbaru karena tak terima dengan keputusan RW yang memberhentikan secara sepihak oleh pihak dan tanpa pemberitahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpakaian seragam posyandu tiga petugas Posyandu RW 15 didampingi beberapa perwakilan warga langsung menyampaikan aspirasinya dengan nada agak tinggi kepada anggota DPRD saat itu. ‘’Kami tak terima diberhentikan begitu saja, padahal hidupnya Posyandu di RW 15 itu berawal dari kami. Sampai sekarang sudah enam tahun kami berupaya meningkatkan pelayanan posyandu kepada warga RW 15 itu,’’ kata Sayfrida, Ketua Posyandu RW 15 yang diberhentikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengurus Posyandu tentu dirinya tak terima dengan keputusan yang dibuat, karena ia menilai keputusan yang dibuat hanya keinginan dari RW saja. Kemudian RW 15 langsung menunjuk petugas Posyandu baru. ‘’Kan keputusan seperti itu sangat tak etis, jika memang mau memilih pengurus baru bawa kita bersama. Kita pilih bersama dengan mufakat, jangan langsung diberhentikan begitu saja, tentu kami tak terima. Seharusnya ada serah terima kepengurusan bukan langsung tukar begitu saja,’’ tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kata Safrida lagi, pihaknya bersama masyarakat sudah beupaya maksimal, yang sebelumnya Posyandu itu belum bisa melayani dnegan maksimal kepada masyarakat terutama kepada ibu-ibu dan anak-anak balita. Tapi sekarang Posyandu itu suda memiliki kamar sendiri untuk pemeriksaan ibu-ibu. ‘’Walaupun masih sewa. Tapi dengan kejadian ini kami sangat kecewa sebagai pengurus yang merintis Posyandu itu selama ini,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal tersebut, Susi Herlinda menegaskan, dirinya akan berupaya menjembatani dan mencari tahu akar permasalahan yang ada. ‘’Sekarang saya terima dulu laporan dari ibu-ibu, dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan lurah. Apalagi yang kita dapatkan sekarang ini, kop surat keputusan penggantian pengurus Posyandu adalah kop surat kelurahan tapi menandatanganinya adalah RW. Tentu ini tak bisa diterima,’’ jelas Susi Herlinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sharil menegaskan, agar para pengurus Posyandu menyampaikan hal itu saat dirinya reses. ‘’Nanti ibu-ibu saya undang untuk datang di reses saya. Saya berharap permasalahan ini disampaikan,’’ pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah ini akan terselsaikan. Tidak 100 persen menjanjikan, telebih lagi oleh anggota dewan yang saat ini juga tengah berebut simpati masyarakat dalam masa kampanye. Ini saatnya pihak BKKBN turun tangan dan menyampaikan aspirasinya ke masyarakat. Ke para pengurus RT/RW, lurah dan kecamatan, serta pak wali kota sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pentingnya program KB dan betapa pentingnya dukungan dari lapis bawah, yakni kelompok-kelompok masyarakat. Satu hal yang perlu ditekankan adalah, tidak perlu main pecat memecat. Sebaliknya kalau bisa Posyandu-posyandu itu diperbanyak dan bisa menjangkau masyarakat lebih lagi.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2133326756797629658?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2133326756797629658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2133326756797629658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2133326756797629658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2133326756797629658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/bkkbn-harus-turun-tangan-soal-pemecatan.html' title='BKKBN Harus Turun Tangan Soal Pemecatan Kader Posyandu'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3798471844176289171</id><published>2009-03-25T08:38:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T08:07:11.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>11 Objek Wisata Unggulan di Riau Akan Dikembangkan</title><content type='html'>PEKANBARU (RP)-Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kebudayaan dan Pariwisata yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar) Provinsi Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (24/3) mencatat 11 objek wisata unggulan di Riau akan dikembangkan secara serius.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 11 objek wisata unggulan ini akan di-SK-kan oleh masing-masing bupati/wali kota di Riau melalui pembahasan di DPRD masing-masing. Ke 11 objek wisata unggulan itu yakni Danau Buatan Limbungan Rumbai Pekanbaru, Danau Bunga Tujuh Dumai, Candi Muara Takus Kampar, Air Panas Kaiti Rokan Hulu, Pulau Jemur Rokan Hilir, Istana Sayap dan Tugu Equator di Pelalawan, Bukit Tiga Puluh di Indragiri Hulu, Pantai Solop Indragiri Hilir, Eko Wisata Mempura di Siak, Rupat Utara di Bengkalis, dan Air Terjun Guruh Gemulai di Kuansing.&lt;br /&gt;Rakor dipimpin Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Riau Joni Irwan, dihadiri sejumlah Kadis Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten/kota di Riau, Arkeolog UGM Dr Widya, anggota DPR RI Musfihin Dahlan, Ketua LAM Riau Azaly Johan, Ketua Riau Tourism Board Fadlah Sulaiman SH, perwakilan PHRI, Asita, pers, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kadis Budpar Riau Joni Irwan menegaskan infrastruktur menuju objek wisata harus dibenahi. Kemudian perlu dukungan iven wisata, Sapta Pesona Pariwisata. Selain objek wisata unggulan ini, objek wisata pendukung juga dibenahi.&lt;br /&gt;Sementara anggota DPR RI mantan Ketua Tim Perancang UU No 10/2009 tentang Kepariwisataan Musfihin Dahlan menegaskan pihaknya siap membantu Riau mendapatkan dana APBN untuk pengembangan pariwisata Riau. APBN pariwisata 2009 dialokasikan sebesar Rp1,3 triliun. Untuk mendapatkan itu, Riau harus mengajukan usulan dan program pariwisatanya ke pusat. Pemerintah RI sangat serius mengembangkan pariwisata, sebab pariwisata nasional menghasilkan 7 miliar dolar per tahun. Sementara Ketua Riau Tourism Board Fadlah Sulaiman mengatakan khusus masalah Rupat, dulu semasa ia menjabat Bupati Bengkalis sudah ada studi kelayakan Pulau Rupat yang dibuat konsultan Singapura. Konsepnya mirip dengan pengelolaan pariwisata di Vietnam dan Cina di mana 90 tahun pertama kawasan wisata itu dikelola oleh daerah, setelah itu baru dikelola investor. Tapi di sini masyarakat tak digusur, tapi dilibatkan. Dengan demikian pariwisata ikut mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;Tak Perlu Izin&lt;br /&gt;Selain itu, usaha pariwisata di Indonesia termasuk di Provinsi Riau boleh lega dan gembira di 2009 ini. Sebab keluarnya Undang-Undang Kepariwisataan No 10/2009 meringankan beban pelaku usaha pariwisata di tanah air.&lt;br /&gt;Sesuai UU itu, usaha pariwisata tak perlu lagi mengurus izin, tapi cukup mendaftar saja ke instansi terkait tanpa dipungut bayaran. Usaha pariwisata hanya dikenai pajak tahunan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).&lt;br /&gt;Demikian ditegaskan mantan Ketua Tim Perancang UU Kepariwisataan Nasional No 10/2009 yang juga anggota DPR RI Musfihin Dahlan dalam rapat koordinasi (Rakor) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (24/3).&lt;br /&gt;Menurut Musfihin, dengan demikian semua Peraturan Daerah (Perda) harus tunduk dan mengikuti UU No 10/2009 ini. Ini menurutnya akan meringankan beban pengusaha pariwisata seperti Asita, PHRI, dan lain-lain yang selama ini mengeluhkan banyaknya birokrasi izin. Ini belajar dari kemajuan daerah Badung, Bali di mana PAD daerahnya mencapai Rp1 triliun per tahun dari sektor pariwisata. ‘’Jadi 2009 ini usaha pariwisata tak perlu izin instansi, tapi cukup mendaftar saja. Perda dan peraturan lainnya di bawahnya harus tunduk dan mengikuti UU No 10/2009. Bagi yang melanggarnya ada sanksi,’’ pungkas Musfihin.(azf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar 11 Objek Wisata Unggulan Riau   &lt;br /&gt;1. Danau Buatan Limbungan Rumbai Pekanbaru&lt;br /&gt;2. Danau Bunga Tujuh Dumai&lt;br /&gt;3. Candi Muara Takus Kampar&lt;br /&gt;4. Air Panas Kaiti Rokan Hulu&lt;br /&gt;5. Pulau Jemur Rokan Hilir&lt;br /&gt;6. Istana Sayap dan Tugu Equator Pelalawan&lt;br /&gt;7. Bukit Tiga Puluh Indragiri Hulu&lt;br /&gt;8. Pantai Solop Indragiri Hilir&lt;br /&gt;9. Eko Wisata Mempura Siak&lt;br /&gt;10.Rupat Utara Bengkalis&lt;br /&gt;11.Air Terjun Guruh Gemulai Kuansing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3798471844176289171?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3798471844176289171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3798471844176289171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3798471844176289171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3798471844176289171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/11-objek-wisata-unggulan-di-riau-akan.html' title='11 Objek Wisata Unggulan di Riau Akan Dikembangkan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3685524610987655428</id><published>2009-03-25T08:32:00.001+07:00</published><updated>2009-04-14T08:07:11.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Nigeria Tawarkan Peluang Investasi Perkebunan</title><content type='html'>PEKANBARU (RP) - Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau Feisal Qomar Karim Selasa (24/3) kemarin melakukan pertemuan dengan minister politic and economic Negeria Mr Dankano, dalam pertemuan itu Nigeria menawarkan peluang investasi kepada Riau khususnya untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, Mr Dankano menyebutkan, peluang investasi di Nigeria khususnya di perkebunan kelapa sawit masih cukup besar, karena itu jika memang Riau berminat menanamkan investasinya negara tersebut siap memfasilitasinya. Tidak hanya perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet juga bisa dikembangkan secara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kami siap membantu jika Riau memang berminat menanamkan investasinya ke Nigeria, kami memandang Riau sebagai daerah yang potensial apalagi disini memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas d Indonesia, karena itu kami menawarkan peluang ini,’’ tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BPMPD menanggapi hal ini menyatakan akan berusaha menjembatani kepada pengusaha-pengusaha perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah ini untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit tersebut. Untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di Riau sendiri sudah tidak memungkinkan lagi karena luas lahan yang tersedia sangat tidak mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feisal juga menjelaskan, potensi perkebunan kelapa sawit saat ini di Riau adalah yang terluas di Indonesia, hampir 1,8 juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia berada di Riau. Tingginya animo masyarakat dan pengusaha untuk menanam kelapa sawit ini tidak terlepas dari tingginya permintaan CPO di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Yang jelas kami akan menawarkan dan siap menjembatani jika memang ada pengusaha-pengusaha dari Riau yang mau menanamkan investasinya ke Nigeria khususnya untuk membuka perkebunan kelapa sawit,’’ tutur Feisal. (gem)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3685524610987655428?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3685524610987655428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3685524610987655428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3685524610987655428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3685524610987655428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/nigeria-tawarkan-peluang-investasi.html' title='Nigeria Tawarkan Peluang Investasi Perkebunan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1616355075901181319</id><published>2009-03-25T08:30:00.001+07:00</published><updated>2009-04-14T08:07:11.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Satu Tahun Atasi Desa Tertinggal di Riau</title><content type='html'>PEKANBARU (RP) - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) telah bekerja sama dengan Universitas Riau guna menyusun konsep secara matang guna mengatasi desa-desa tertinggal di Riau. KPDT menargetkan selama satu tahun desa-desa tertinggal di Riau sudah akan teratasi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Menteri Negara PDT RI Ir HM Lukman Edy MSi dalam keterangan persnya kepada wartawan usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PPDT se-Indonesia. Turut mendampingi Menteri, Sekretaris Meneg PDT Lucky H Korah dan Wakil Gubernur Riau Drs H Raja Mambang Mit.&lt;br /&gt;‘’Kami akan membantu mendorong agar tersusunnya sebuah konsep secara matang mengatasi desa-desa tertinggal se Riau dan kami bekerjasama dengan UNRI dan saya rasa tahun 2009 ini sudah tersusun konsep untuk mengatasi desa-desa tertinggal itu,’’ kata menteri.&lt;br /&gt;Di Riau, tambah menteri lagi desa-desa tertinggal buukan hanya di Kuantan Singingi (Kuansing) dan Rokan Hulu (Rohul) saja,  tapi seluruh kabupaten di Riau, bahkan di Bengkalis yang kapasitas fiskalnya sangat besar juga punya desa-desa tertinggal.&lt;br /&gt;‘’Kalau desa tidak ada listriknya itu sudah pasti daerah tertinggal, itu indikator pertamanya. Belum lagi jalan dan sebagainya,’’ ujar menteri. &lt;br /&gt;Kementerian PPDT, serius dalam hal ini dan berharap tahun 2010 nanti sudah bisa dimulai secara konfrehensif mengatasi desa-desa tertinggal di Riau. ‘’Satu tahun saja sudah bisa selesai mengatasi persoalan infrastruktur dasar yang ada di pedesaan, tinggal sekarang kita memprioritaskannya  atau tidak,’’ tuturnya.&lt;br /&gt;Terkait isu pemekaran, menteri mengatakan isu pemekaran sensitif bagi daerah, tapi tidak sensisitif ketika ia masuk ke dalam pembicaraan yang sifatnya nasional. ‘’Jadi kalau saya ke daerah yang dikejar pastilah isu tentang pemekaran,’’ ujarnya. &lt;br /&gt;Terkait ini, lanjutnya kementerian PPDT tidak pada tempatnya menilai setuju atau tidak setuju terhadpa pemekaran wilayah karena itu bagian tugas yang lain, kita hanya menerima hasilnya saja begitu ada pemekaran. &lt;br /&gt;Kementerian PPDT  remnya adalah mengatasi kesenjangan wilayah termasuk memuatkan tentang substansi mengatasi daerah tertinggal. ‘’Kita tetap komit mendukung terjadiny pemekaran, ini semua untuk mengatasi kesenjangan, sebuah pemekaran tidak hanya dilihat dari satu sisi mengatasi kesenjangan tapi melihat kemampuan dan potensi-potensi lainnya, termasuk sosial politik, kemampuan keuangan dan lain sebagainya,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;Karena itu, tentunya ada lembaga yang lebih berwenang menentukannya seperti Mendagri dan badan otonomi daerah, komisi II DPR RI. ‘’Tapi untuk mengatasi kesenjangan, kementrian PDT pembentukan daerah otonom baru adalah cara terbaik mengatasi kesenjangan,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;Menjawab, andaikan instansi yang mempunyai kewenangan tidak menyetujui pembentukan daerah otonom baru itu, menteri mengatakan tidak satu jalan mengatasi kesenjangan, kalau pemekarannya di moratorium atau di stop maka kementerian PDT akan mencari jalan lain untuk atasi kesenjangan yang ada diantaranya dengan memperbesar kapasitas fiskal untuk masuk ke daerah tertinggal itu.(gem)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1616355075901181319?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1616355075901181319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1616355075901181319' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1616355075901181319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1616355075901181319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/satu-tahun-atasi-desa-tertinggal-di.html' title='Satu Tahun Atasi Desa Tertinggal di Riau'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7251563584483133963</id><published>2009-03-25T08:26:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T08:07:11.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Rumah Warga Sail Ambruk Akibat Longsor</title><content type='html'>Karim (53) dan Warni (40) berusaha membujuk Beni, anaknya yang menangis dimalam itu. Berulang kali pasangan suami istri ini menenangkan anaknya, namun Beni tetap menangis. ‘’Mak, Beni takut petir,’’ ujar Beni berulang kali.    &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Laporan LISMAR SUMIRAT, Tenayan Raya&lt;br /&gt;lismar-sumirat@riaupos.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK sepekan lalu, pekerja batu bata ini bersama istri dan anaknya terpaksa menetap sementara di bedeng bata yang berjarak lima meter dari kediamannya. Jumat (13/3) lalu rumah mereka yang terletak di Jalan Badak Kanan, Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya amruk rata dengan tanah setelah digoyang longsor. &lt;br /&gt;‘’Kami lagi tidur, tau-taunya rumah kami sudah amruk. Untung kami tidak ada yang cedera,’’ ujar Karim singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak memiliki uang untuk membangun kembali rumahnya yang sudah amruk tersebut, warga asal Painan Sumatera Barat ini terpaksa menetap di bedeng bata kepunyaan majikannya. Sudah selama sepekan terakhir dia bersama keluarganya berteduh dari hujan dan panas dibawah bedeng bata yang hanya berdindingkan barisan batu bata siap cetak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula anaknya tetap bisa tidur nyeyak kendati dengan kondisi seadanya. Namun saat hujan lebat disertai petir yang menyambar berulang kali malam itu membuat dirinya gelisah. Pasalnya anak bungsunya terus menangis karena takut dengan kondisi cuaca yang buruk malam itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Anak saya berulang kali menangis dipangkuan istri saya. Kami terus membujuknya, namun karena petir yang terus menyambar anak kami terus menangis. Mak, Beni takut tersambar petir,’’ ucap pria yang hidup dari menyetak batu bata ini meniru ucapan anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karim mengaku tak tahu harus berapa lama melihat anaknya menangis karena tidur di bedeng dengan kondisi seadanya. Berprofesi sebagai pekerja batu bata yang dibantu istrinya ini, pendapatannya hanya bisa untuk makan sehari-harinya. &lt;br /&gt;‘’Saya sudah pasrah, mau bagaimana lagi. Kalau membangun kembali kami belum memiliki modal. Ya terpaksa harus berteduh dibawah bedeng ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi cuaca buruk seperti malam lalu,’’ tukasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kondisi yang menimpa keluarga Karim, mengetuk pintu hati Ir Irwan Muladi Eko Wibowo, Caleg DPRD Riau Partai PAN Dapil Pekanbaru yang mendapat informasi musibah yang menimpa warga Kelurahan Sail tersebut. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;‘’Saya turut prihatin dengan musibah yang menimpa pak Karim sekeluarga. Mudah-mudahan hendaknya mengetuk hati dermawan untuk membantu membangun kembali rumah mereka,’’ ujar Irwan Muladi ketika mendatangi Karim siang kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya sekedar datang berkunjung, namun mantan Anggota DPRD Pekanbaru ini juga memberikan bantuan untuk keluarga Karim. Bantuan itu diterima Karim dengan penuh haru. ‘’Terima kasih atas bantuannya pak,’’ ujar Karim singkat. (***) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7251563584483133963?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7251563584483133963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7251563584483133963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7251563584483133963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7251563584483133963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/rumah-warga-sail-ambruk-akibat-longsor.html' title='Rumah Warga Sail Ambruk Akibat Longsor'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2201046307989202217</id><published>2009-03-24T08:14:00.010+07:00</published><updated>2009-03-24T09:01:40.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Adu Argumen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Scg2O1LjRZI/AAAAAAAAAqg/u2CWi5ungko/s1600-h/Tiga+pimpinan+nasional+SBY+JK+dan+Megawati+perlu+bersatu+membangun+negeri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 173px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Scg2O1LjRZI/AAAAAAAAAqg/u2CWi5ungko/s320/Tiga+pimpinan+nasional+SBY+JK+dan+Megawati+perlu+bersatu+membangun+negeri.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316558988532467090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BERSATU DEMI BUMI PERTIWI:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt; Para negarawan, pilitisi, bersatulah demi bumi pertiwi. Silakan adu argumen, menjual program di mata rakyat menjelang Pemilu legislatif dan Pilpres 2009, tapi tidak perlu ada saling jatuh menjatuhkan, saling salah menyalahkan, karena rakyat pun sudah pintar memilih pemimpinnya, yang akan didulukan selangkah ditinggikan seranting. Kalau pun ingin merebut kekuasaan lakukanlah dengan cara yang sopan dan santun, ya seperti pepatah, ''Kalau lampu kita redup pompalah, jangan lampu orang dipadamkan''. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Setelah itu, bersatulah kembali, jangan sampai perahu retak. Kalau pun ada yang salah, ya saling maaf memaafkanlah, Tuhan saja maha pemaaf, masa kita tida. Jangan dipertontonkan kepada umum bahwa terjadi selangsengketa. Kalaupun itu akan terjadi ya biarlah masing-masing yang bersangkutan yang tahu. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Meskipun ada yang akan  marah, tapi tetaplah senyum. Saya teringat dengan Pak Harto (Presiden ke-2 RI), semarah apapun ia, tapi ia tetap senyum. Kalau pemimpin sudah damai, tentu rakyat akan hidup dalam kedamaian pula. Selamat berjuang pemimpin ku.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;catatan: foto ini hasil editing tiga foto kampanye tiga calon presiden di tiga tempat berbeda. Silakan komentari&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2201046307989202217?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2201046307989202217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2201046307989202217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2201046307989202217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2201046307989202217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/perang-urat-syaraf.html' title='Adu Argumen'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Scg2O1LjRZI/AAAAAAAAAqg/u2CWi5ungko/s72-c/Tiga+pimpinan+nasional+SBY+JK+dan+Megawati+perlu+bersatu+membangun+negeri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-9014585071002964581</id><published>2009-03-21T08:29:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T08:33:30.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>''E,... Salah Alamat Rupanya''</title><content type='html'>Kemarin siang, tepatnya sekitar pukul 14.30 dua orang wanita bertandang kerumah saya. Semula, saya memikir kedua orang itu adalah sales yang biasanya menjajakan barang dagangan, entah peralatan rumah tangga, entah elektronika dan sebagainya. Kehadiran mereka pun saya tolak, seperti beberapa menit sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun mereka tetap saja bersikukuh ingin masuk dengan dalih ingin silaturrahim. Kontan saja rasa curiga pun muncul, jangan-jangan wanita-wanita itu ada maunya. Maklum ada-ada saja, bisa jadi ingin menggambar lokasi dan sebagainya. Tapi setelah mereka mengatakan bahwa sebenarnya mereka berasal dari partai politik yang sengaja diutus parpol, baru rasa curiga saya sedikit berkurang, meski belum seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun memperkenalkan diri. Selain kader dan simpatisan salah satu partai politik yang getol melakukan kampanye secara door to door, mereka pun mengaku sebagai mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan itu, naluri ingin tahu saya pun muncul dan bertanya banyak tentang perkuliahannya, mulai jurusan, fakultas, dekannya dan sebagainya. Maklum dalam profesi sebagai seorang jurnalis saya pun sering berhubungan dengan kalangan kampus dan juga kenal sedikit banyak dengan para dosen dan dekan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam sesi berikunya, mereka pun mulai bicara soal politik tanpa menanyakan profesi yang saya jalani sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan pun mengalir mulai dari nama partai yang ia bawakan, hingga misi. Semua pertanyaaan itu saya jawab apa adanya, ya,.. sekali-sekali pun memuji partainya, sehingga mereka pun seakan merasa tersanjung dan lebih banyak lagi mengajukan pertanyaan, hingga mengajak untuk bergabung dengan partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ajakan itu pun akhirnya saja jawab dengan senyum dan angguk-angguk.&lt;br /&gt;Dalam hati saya berpikir, ini anak, benar-benar dipersiapkan untuk bersilaturrahim dan berdialog secara langsung dengan warga dan mencari konstituen baru. Ya ibaratnya hampir samalah dengan seorang sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhirnya saya pun merasa geli dengan pertanyaan yang berbunyi, ‘’Bapak sudah berapa kali mencoblos?  Ketika pemilu gubernur lalu bapak mencoblos partai apa? 9 April nanti baapak mencoblos apa? (tanpa menyebutkan kata-kata partai) dan beberapa partai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang rasanya agak lucu didengar itu, saaya pun mulai menjelaskan, satu persatu dari pertanyaan awalnya yang berbunyi ‘’bapak kenal dengan partai kami?’’ Saya pun menjelaskan bahwa soal coblos mencoblos pada dasarnya rahasia. Bahwa Pemilu itu adalah bersifat bebas umum dan rahasia.&lt;br /&gt;Soal sudah berapa kali mencoblos  ya saya katakan, ‘’tak mungkinlah itu saya jawab. Malu ah,...’’ yang disambut mereka dengan ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang pasti sejak sejak tahun 1980-an saya selalu ikut pemilihan umum (Pemilu) yang diselenggarakan pemerintah. Ketika itu memeng masih mencoblos lambang partai hingga Pemilu 2004 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan pemilihan Gubernur Riau dan Wagub yang lebih dikenal dengan istilah pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung. Bukan memilih partai, tapi memilik sosok atau person orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau adik-adik nak tahu apa yang saya coblos pada 9 April nanti, ya itu juga rahasia. Namun yang pasti tidaklah mencoblos tanda partai meskipun itu sah, tapi lebih baik mencontreng nama calon legislatif yang dinilai memiliki kemampuan dan kualitas sebagai wakil rakyat dan anggota legislatif. ‘’Jangan sampai memilih kucing dalam karung, yang tidak tahu belang dan kualitasnya. Nyesal lho kalau salah pilih. Bisa-bisa menyesal 5 tahun,’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mencoba menjelaskan sedikit banyak tentang perpolitikan di tanah air. Mungkin merasa pengetahuannya berada jauh di bawah yang saya teranbgkan, barulah salah seorang diantara mereka menanyakan pekerjaan saja. Saya pun hanya tersenyum. Namun istri yang sejak tadi hanya tersimpul-simpul mendengarkan aksi kader partai itu pun mulai angkat bicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Bapak ini wartawan.’’ Kata istri saya yang disambut dengan perubahan rawut muka kedua wanita tadi. Sayup-sayup terdengar mereka berbisik, ‘’cepaatlah. Itulah ang, salah alamat ruponyo. Capeklah,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka pun pamitan dan masih di perkarangan rumah, mereka pun terlibat pembicaraan. ‘’Itulah ang, ndak tanyo-tanyao dulu urangnyo.’’ Kata yang satunya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-9014585071002964581?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/9014585071002964581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=9014585071002964581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/9014585071002964581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/9014585071002964581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/e-salah-alamat-rupanya.html' title='&apos;&apos;E,... Salah Alamat Rupanya&apos;&apos;'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2858175224932015706</id><published>2009-03-16T15:14:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T08:33:18.839+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Ketika Alam Tak Lagi Seimbang</title><content type='html'>Kalau melihat sebuah neraca atau timbangan, yang terlintas dalam pikiran saya adalah keseimbangan. Ya, dengan keseimbangan, sesuatu akan bisa berjalan beriringan dengan benda lainnya, tanpa harus menimbulkan kerusakan antara satu dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini merupakan hukum alam yang harus dijalani mahluk di muka bumi ini, baik manusia, hewan, tumbuhan-tumbuhan maupun makluk lainnya. Mungkinkah ini terjadi. Ya inilah yang menjadi persoalan sejak adanya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski manusia diberi kelebihan akal dan pikiran dibandingkan ciptaan Allah lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan, namun lebih sering akal dan pikiran itu tidak didahulukan dibanding hawa nafsu. Sehingganya Allah dalam kitab Alquran pun selalu mengatakan “Apakah engkau tidak berpikir?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti manusia lebih banyak mendahulukan hawa nafsu dibanding akal pikiran, sehingga menimbulkan kerusakan di muka bumi adalah terjadinya banjir bandang, tsunami, angin puting beliung, tanah longsor, gempa bumi, kabut asap, kekeringan, tanah turun, hewan liar mengamuk dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang diakibatkan ulah tangan manusia. Meski telah banyak terjadi kerusakan, selalu saja tidak ada upaya untuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian yang lebih sering dianggap bencana itu sebenarnya saling berkaitan satu sama lainnya. Kasus kawanan gajah yang melumatkan warga di Bengkalis, atau harimau yang menerkam warga misalnya. Semua berawal dari kerusakan hutan yang dilakukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan yang dibabat dan dibakar mengakibatkan hilangnya mata rantai makanan bagi hewan, tidak ada lagi tempat mereka bernaung, tidak ada lagi mata air-mata air tempat minum hewan. Untuk menjaga keseimbangan alam demi makan dan kelangsungan hidup mahluk bernama hewan, makanya mereka mencari makanan dengan cara memasuki perkampungan warga lahan-lahan pertanian dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian ini sering kali tidak dijadikan ikhtibar atau pembelajaran oleh manusia. Malah sebaliknya menganggap hewan liar itu sebagai hama, sebagai musuh dan harus dimusnahkan. Jangan salahkan hewan, tapi salahkan manusia yang telah membumihanguskan tempat mereka bernaung dan menggantinya menjadi perkampungan, lahan perkebunan sawit dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain pembakaran hutan dan lahan juga mengakibatkan terjadinya kekeringan, hilangnya humus tanah, hilangnya kawasan resapan air, baik di kawasan daerah aliran sungai rawa-rawa maupun perbukitan. Jika terjadi hujan, air yang jatuh dari langit langsung menyentuh tanah, karena tidak ada lagi dedaunan yang menahan. Ketika itu pulalah bumi melakukan keseimbangan alam dengan cara mendatarkan tanah yang ketinggian atau yang sering disebut longsor. Air pun melakukan keseimbangan dengan cara merendami bumi secara merata atau sering disebut banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di tanah Jawa, kita pun mendengar terjadinya penurunan permukaan bumi dan terjadinya intrusi air laut. Di sejumlah wilayah terjadi perubahan rasa air tanah menjadi payau atau keasin-asinan. Semua itu akibat eksplorasi dan eksploitasi air bawah tanah yang berlebihan. Sehingga terjadi kekosongan pada celah-celah batu dan tanah di perut bumi. Dalam kondisi seperti itulah bumi pun melakukan keseimbangan dengan cara pergerakan tanah permukaan untuk mengisi rongga-rongga bumi yang kosong menyatu dengan air laut yang masuk ke daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,.. itulah. Banjir, tanah longsor, permukaan bumi turun, selalu saja di mata manusia dianggap sebagai bencana menakutkan. Padahal bagi bumi, sebenarnya ia sedang berusaha menjaga keseimbangan alam semesta. Tanah yang rentan ia longsorkan guna mendapatkan permukaan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan banjir. Selain adanya kecenderungan menaiknya permukaan air laut, juga terjadinya pencairan gunung es di belahan bumi lainnya sebagai akibat terjadinya pemanasan global. Tapi yang pasti, bagi bumi, keseimbangan semesta itu sangat diperlukan dan ini harus jadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak lagi merusak lingkungan. Jangan salahkan alam yang bosan bersahabat dengan kita, tapi tangan manusialah yang telah membuat kerusakan di bumi ini. Semoga jadi renungan kita bersama***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yasril123@yahoo.co.id&lt;br /&gt;www.yasril.co.cc&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2858175224932015706?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2858175224932015706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2858175224932015706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2858175224932015706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2858175224932015706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/ketika-alam-tak-lagi-seimbang_16.html' title='Ketika Alam Tak Lagi Seimbang'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-517056729809493488</id><published>2009-03-12T08:33:00.005+07:00</published><updated>2009-03-12T08:47:53.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Yel-yel Program KB dari Riau</title><content type='html'>SEIRING pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) BKKBN Riau 2009 dan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan pemberdayaan Perempuan dan KB di Hotel Ibis Pekanbaru (11/3) dilakukan pengenalan yel-yel program KB di Riau. Ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat ber-KB di bumi Lancang Kuning ini. Yel-yel ini juga diperkenalkan pada saat Rakernas BKKBN di Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bait-demi bait yang termaktup dalam yel-yel ini pada dasarnya bersumber dari petuah dari tetua adat, budayawan, seniman yang didulukan selangkah itinggikan seranting di bumi Melayu ini-- H Tengku Nazruddin Effendi atau yang lebih dikenal Tenaz Effendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yel-Yel Program KB Riau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali layar berkembang&lt;br /&gt;Pantang surut ke belakang&lt;br /&gt;Riau... Riau.... (diucapkanbersama-sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali bini bunting&lt;br /&gt;Sekali kepala pusing&lt;br /&gt;Sekali bini mengandung&lt;br /&gt;Sekali badan menanggung&lt;br /&gt;KB..... KB...... KB.... (diucapkan bersama-sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak ngap pun sesak&lt;br /&gt;Banyak anak kepala botak&lt;br /&gt;Banyak anak dada bengkak&lt;br /&gt;Banyak anak tidu pun tak nyenyak&lt;br /&gt;KB..... KB...... KB.... (diucapkan bersama-sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riau cemerlang&lt;br /&gt;Riau gemilang&lt;br /&gt;Riau terbilang&lt;br /&gt;Yes......! (diucapkan bersama-sama)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-517056729809493488?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/517056729809493488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=517056729809493488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/517056729809493488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/517056729809493488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/yel-yel-program-kb-dari-riau.html' title='Yel-yel Program KB dari Riau'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2475035577033467718</id><published>2009-03-12T08:33:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T08:33:26.636+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2475035577033467718?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2475035577033467718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2475035577033467718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2475035577033467718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2475035577033467718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/blog-post.html' title=''/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1177041317030724379</id><published>2009-03-12T07:59:00.005+07:00</published><updated>2009-03-12T08:48:00.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Semua Rakyat Riau Perlu Ber-KB</title><content type='html'>UNTUK mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat Riau ke arah yang lebih baik, harus dimulai dengan program keluarga berencana (KB). ‘’Makanya, semua rakyat Riau, baik yang ada di pedesaan maupun perkotan perlu ber-KB,’’ kata Drs Freddy Aritonang MM dari Deriktorat&lt;br /&gt;Advokasi KIE BKKBN Pusat, &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Program KB yang saat ini dilaksanakan oleh BKKBN dan Badan pemberdayaan Perempuan dan KB itu bukan dalam arti sempit yang hanya bicara soal alat kontrasepsi, tapi lebih pada itu, yakni berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keluarga berkualitas. ‘’Sebab, bangsa yang kuat dan berkualitas dimulai dari tingkat keluarga,’’ ungkapnya kepada wartawan di hadapan Kepala BKKBN Riau Drs Ari Goedadi dan Kepala Badan Pemberdayaan &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SbhjKQtqnTI/AAAAAAAAApo/S_rlyoLb2xM/s1600-h/P3110533.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312104788419845426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SbhjKQtqnTI/AAAAAAAAApo/S_rlyoLb2xM/s200/P3110533.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perempuan dan KB Provinsi Riau, Elma Yusniarti.&lt;br /&gt;Riau sendiri yang merupakan salah satu daerah kaya, ternyata penghipan rakyatnya masih perlu perhatian. Salah satu penyebabnya, masih ditemukan berbagai persoalan kependudukan di daerah ini. Seperti tingginya pertumbuhan pertumbuhan yang tinggi dan kurang diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai, kurangnya akses kesehatan, pendidikan dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan-persoalan tersebut papar Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi akan menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN dan Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan KB yang akan gelar pagi ini, Rabu (11/3).&lt;br /&gt;Pembahasan itu sendiri kata Ary Goedadi tidak anya menyangkut program yang akan dilaksanakan, tapi juga evaluasi program yang telah berjalan, termasuk kesiapan persil di lapangan untuk tahun 2009 ini. ‘’Intinya kita ingin mengangkat derajat hidup masyarakat Riau. Di mana melalui KB inilah kita harapkan masyarakat Riau akan menuju sejahtera,’’ kata Ari lagi.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu juga akan ada launching logo BKKBN dan program dengan paradigma baru. Di mana pada logo yang dikeluarkan pada Rakernas ini mengambarkan bahwa melalui KB masyarakat akan menjadi sejahtera.&lt;br /&gt;Dalam pada itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Riau, Elma Yusniarti mengaku rapat koordinasi itu penting. Selain untuk menyamakan persepsi juga untuk mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.&lt;br /&gt;‘’Sebab, berdasarkan data dan fakta yang ada pada kami, ternyata kesadaran masyarakat untuk menyampaikan persoalan rumah tangga, baik masalah KDRT maupun lainnya cukup besar,’’ katanya lagi.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1177041317030724379?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1177041317030724379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1177041317030724379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1177041317030724379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1177041317030724379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/semua-rakyat-riau-perlu-ber-kb.html' title='Semua Rakyat Riau Perlu Ber-KB'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SbhjKQtqnTI/AAAAAAAAApo/S_rlyoLb2xM/s72-c/P3110533.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2791374362998451916</id><published>2009-03-12T07:54:00.004+07:00</published><updated>2009-03-12T08:17:46.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>Pencitraan BKKBN Sangat Diperlukan</title><content type='html'>&lt;div&gt;DUKUNGAN pemerintah daerah dalam pencitraan kembali program BKKBN sangat diperlukan. Sebab, semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sangat terkait dengan program kependudukan ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kita berharap di pemerintah daerah di Riau, bisa lebih konsentrasi lagi soal ini. Karena hasilnya nanti juga akan dirasakan oleh masyarakat negeri ini,’’ kata Pembina Wilayah Riau dari BKKBN Pusat Drs Rukmana saat pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN Riau di Hotel Ibis, Rabu (11/3). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang dibuka Gubernur Riau diwakili Kepala Dinas Kesehatan Riau dr Mursal ini juga dihadiri jajaran Muspida Riau, Kepala dinas instansi Provinsi Riau dan jajaran pemerintah Kabupaten/kota, serta para kader KB dari berbagai lini. Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan berupa komputer untum pengurus masjid dan gereja, bantuan modal kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) serta lounching logo institusi dan logo program KB &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sbhh5erzMvI/AAAAAAAAApg/VprTul1Tj60/s1600-h/P3110530.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312103400600711922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sbhh5erzMvI/AAAAAAAAApg/VprTul1Tj60/s320/P3110530.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rukmana, sejak era desentralisasi, perkembangan program KB di Riau mengalami penurunan yang disebabkan berbagai factor, baik menyangkut personil di lapangan, pola piker masyarakat dan sebagainya. ‘’Bahkan hingga Oktober 2008 lalu, Pusat masih menilai program di Riau anjlok. Dan secara bertahap kondisi ini ternyata berubah drastic. Bahkan pada Rakernas januari lalu, Riau berada dalam 21 daerah yang maju dalam bidang KB,’’ katanya.&lt;br /&gt;Keberhasilan program KB di Riau ini terlihat dari terjadi penurunan CPR ( current Pravalensi rate ) dari 58,80 persen menjadi 56,70 persen. Bahkan hasil SDKI dan TFR menurun dari 3,2 menjadi 2,7 atau masih di atas angka naional yang 2,6.&lt;br /&gt;Berbagai factor penyebab lambannyaprogram KB ini antara lain berkurangnya tenaga petugas lapangan yang memberikan penyuluhan kepada masyarakat. ‘’Saya sudah melobi Menpan agar dalam penerimaan PNS kedepan dimasukkan tenaga penyuluh lapangan. Untuk seluruh Inonesia kami masih perlu sekitar 15.000 tenaga penyuluh lapangan. Ini penting, karena program KB merupakan program wajib pemerintah, dan perlu tenaga yang serius,’’ tegasnya.&lt;br /&gt;Sedangkan Gubernur yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr Mursal mengucapkan perlunya mengiatkan program KB di Riau, karena berdasarkan data kependudukan, ternyata jumlah penduduk wanita lebih anyak disbanding pria dan ini perlu perhatian serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’ Jumlah penduduk Riau 5.679.643 jiwa terdiri dari laki-laki 2.901.647 jiwa atau 51,09 % sedangkan perempuan 2.777.997 jiwa atau 48,91 %. Dengan jumlah penduduk perempuan yg besar, apabila didukung oleh kualitas tinggi maka perempuan akan merupakan potensi produktif dan menjadi modal yang berarti dalam pembangunan. Namun jika tidak, akan menjadi beban kedepan,’’ katanya lagi. (ril) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2791374362998451916?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2791374362998451916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2791374362998451916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2791374362998451916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2791374362998451916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/pencitraan-bkkbn-sangat-diperlukan.html' title='Pencitraan BKKBN Sangat Diperlukan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/Sbhh5erzMvI/AAAAAAAAApg/VprTul1Tj60/s72-c/P3110530.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7323509738652407882</id><published>2009-03-04T16:40:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T08:07:50.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Dikotomi Jawa-Luar Jawa</title><content type='html'>PESTA demokrasi Indonesia 2009 baru dimulai. Namun berbagai langkah persiapan telah, tengah dan akan dilakukan para pemain. Baik oleh calon anggota legislative (anggota dewan) di daerah kabupaten/kota, tingkat provinsi maupun calon anggota legislative untuk DPR RI sekali pun. Bahkan sejumlah partai pun telah mulai mengusung kandidat mereka untuk calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari sederetan katagori pemain demokrasi itu, yang lebih popular dibicarakan baik di tingkat nasional maupun daerah adalah terkait calon presiden yang akan jadi pemimpin bangsa ini untuk lima tahun kedepan. Berbagai manuver politik pun  mereka lakukan, tidak terkecuali dwi tunggal—Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) dan HM Jusuf kalla (JK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran JK dalam ajang pesta demokrasi ini ternyata telah mampu memecah konsentrasi pikiran para elit politik yang selama ini menilai akan ada dua pesaing tangguh di republik ini yang nantinya akan merebut dan mempertahankan tahta kekuasaan. Yakni SBY dan ibu Megawati Soekarnoputri. Sebab, selama ini berdasarkan hasil poling yang dilakukan berbagai lembaga survey ternyata kedua calon ini lebih pupolar dibanding para kandidat-kandidat calon presiden dari berbagai parpol lainnya, termasuk JK sendiri, sebagai dampak ketidak pastiannya untuk maju sebagai calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah beberapa kali melakukan temu kader, keragu-raguan JK yang hanya menyatakan siap itu pun ditepis JK sendiri. Di hadapan kader Partai Golkar di Sulawesi dan Bandung, JK menyatakan mampu mempimpin bangsa ini kedepan dan melakukan perubahan yang cepat. Tentunya penyataan tegas JK tersebut juga sebagai obat penawar-pendingin bagi para kader pemenang Pemilu legislative 2004 yang selama ini tenggelam dalam ketidakpastian pemimpin mereka. Setidaknya, mampu pula membangkitkan semangat juang para kader di daerah untuk membali merebut kekuasaan di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih pada itu, kehadiran JK di panggung Capres 2009 juga telah memecah mitos dikatomi yang selama ini seakan disakralkan di nusantara. Dimana calon pemimpin itu adalah Jawa-luar Jawa, Laki-laki perempuan (gender), ABRI (Militer)-sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, sebenarnya semua mitos itu telah sirna yang ditandai dengan kehadiran Baharuddin Jusuf Habibie (luar jawa) sebagai pesiden. Abdurrahman wahid atau Gus Dur (sipil) dan Megawati Soekarnoputri (gender). Namun perlu dicatat, BJ habibie sebagai pengganti Soeharto an bukan dipilih rakyat secara langsung. Gus Dur tidak bertahan lama. Megawati sebagai pengganti Gus Dur yang turun dalam masa pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlea dari semua itu, keberadaan JK sebagai Wakil Presiden diharapkan mampu memberikan pelajaran politik yang berarti kepada rakyat. Jangan hanya karena pencalonan presiden di Pemilu 2009, lantas mennganggu system dan kinerja pemerintahan yang juga meupakan pilihan rakyat di Pemilu 204 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, merski SBY-JK nantinya akan pisah ranjang dan bertarung bersama kandidat capres lainnya, kehadiran mereka berdua sebagai pemimpin bangsa hingga akhir jabatan sebagai presiden dan wakil presiden sangat didambakan rakyat. Jangan ada lagi kegaduhan, kerusuhan, pertikaian politik. Rakyat sudah bosan semua itu, rakyat ingin hidup tentram, bisa berusaha, bekerja dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera serta terbebas dari lilitan krisis global berkpanjangan***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan: dimuat di Riaupos edisi Rabu 4 Maret 2009 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7323509738652407882?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7323509738652407882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7323509738652407882' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7323509738652407882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7323509738652407882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/03/dikotomi-jawa-luar-jawa.html' title='Dikotomi Jawa-Luar Jawa'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4283879792805696394</id><published>2009-02-24T08:37:00.006+07:00</published><updated>2009-03-12T08:07:43.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Mengganti Baliho Caleg dengan Baliho Surat Suara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SaNQX73tQkI/AAAAAAAAAns/e6l1wr9s-gc/s1600-h/11-ketua+KPU+Siak+H+Agus+Salim+memperlihatkan+contoh+surat+suara+dalam+Pemilu+legeslatif+2009,+kemarin+di+kantornya-KSM.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SaNQX73tQkI/AAAAAAAAAns/e6l1wr9s-gc/s200/11-ketua+KPU+Siak+H+Agus+Salim+memperlihatkan+contoh+surat+suara+dalam+Pemilu+legeslatif+2009,+kemarin+di+kantornya-KSM.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306173158111134274" /&gt;&lt;/a&gt;Tingginya tingkat keraguan dan dugaan potensi suara tidak sah yang diungkapkan banyak pihak, baik dari kalangan perguruan tinggi, pengamat politik, parpol bahkan masyarakat sendiri menarik untuk dicermati. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dan catatan tersendiri bagi para calon anggota legislative dan kalangan partai untuk bersikap.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, hal ini bisa dijadikan acuan untuk melakukan evaluasi tentang cara kampanye yang dibungkus dalam konteks sosialisasi—yang telah dan tengah dilakukan para calon anggota legislative saat ini. Serta dalam mempersiapkan kampanye resmi mendatang. Sehingga berbagai pertanyaan dapat terjawab dan solusi pun bisa terungkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sederetan pertanyaan yang dimaksut antara lain, efektifkan cara  bersosialisasi dengan memasang baliho tanda gambar caleg—baik yang kecil maupun yang besar bagai layar perahu lancangkuning? Efektifkah menempelkan bahkan menggantungkan gambar di pohon-pohon pinggir jalan, tiang listrik, dinding pertokoan, di oplet, di kaca mobil sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah konstituen dengan gambar yang ditempel dan digantungkan itu—baik yang berpakaian formal ala pejabat, ala kiai, ala da’i dan alakadarnya. Ataupun memasang gambar orang jungkir balik, kaki ke atas, gambar dengan monyet dan sebagainya. Efektifkah mengubar janji pada konstituen. Apakah perlu bermain politik uang dan bagi-bagi barang ke masyarakat. Dan banyak lagi segudang pertanyaan yang bisa diungkap dan dijawab oleh para caleg dan kalangan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itulah kondisi yang terjadi di lapangan saat ini, baik di Pekanbaru sendiri, maupun daerah-daerah lain di Riau, bahkan juga di seantero Nusantara ini, perang spanduk telah berlangsung, meski genderang kampanye secara resmi belum ditabuh. Berbagai sikap, cara dan tingkah laku para caleg dan tim suksesnya pun kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, meski pemerintah telah menetapkan system pemilu dengan mencontreng nama dan buka gambar, tetap saja yang tampil di masyarakat berupa baliho dengan gambar seorang caleg. Sangat jarang bahkan bisa dikatakan tidak ada caleg yang bersosialisasi dengan cara membuat baliho surat suara yang dicontreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan persaingan para caleg pun terlihat semakin ketat, tidak hanya terhadap caleg yang berbeda partai, caleg yang satu bendera pun saling sikut. Saling timpal spanduk dan stiker pun terjadi, meska mereka berasal dari satu partai yang sama—hanya gara-gara untuk merebut simpati warga di suatu wilayah. Bahkan di antara caleg pun sudah ada yang bagi-bagi barang ke masyarakat, mulai dari payung, kalender, baju kaus, rompi dan sebagainya.  Ini pun tidak hanya dilakukan caleg yang muda-muda, tapi juga caleg ubanan yang sudah berkepala enam dan tujuh (usia di atas 60 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua, menggambarkan betapa sulitnya perjuangan para caleg dalam upaya mendapatkan mandat dari rakyat dan merebut kursi parlemen, baik di DPRD kabupaten/kota, provinsi, DPR RI maupun di DPD sekali pun. Ini juga sebagai dampak dari pemilu dengan multi partai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, Pemilu multy partai akan menyulitkan bagi para caleg mendapatkan perolehan suara minimal. Selain itu juga membingungkan bagi masyarakat sendiri, sebagai akibat kurangnya sosialisasi. Bahkan di sebagian kalangan masyarakat timbul sikap apatisme terhadap pemilu itu sendiri. Mereka menilai bahwa pemilu atau pun tidak, tidak ada pengaruh signifikan terhadap nasib mereka. Yang kaya makin kaya, yang kuat makin berkuasa yang miskin makin melarat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat awam, Pemilu tidak lebih berarti dari pada mencari nafkah sehari-hari. Yang terpenting bagi mereka negeri ini aman, harga barang bisa terkendali dan mudah bekerja untuk memenuhi kewajiban berumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana solusinya?&lt;br /&gt;Meski para caleg telah mempersiapkan banyak gambar, spanduk, stiker, dan sebagainya tidak ada salahnya kembali merogoh isi kocek, untuk mempersiapkan media kampanye yang mungkin bisa dianggap sebagai media alternative yang efektif. Tentunya berupa pembuatan spanduk duplikat surat suara dengan sederet partai dan caleg lain. Diantaranya tercantum naama caleg dimaksud dengan cara contreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola ini tidak hanya akan menguntungkan caleg itu sendiri, tapi juga mampu membantu masyarakat dalam mengingat posisi nama yang akan dicontreng. Karena tidak mudah bagi masyarakat untuk mengingat dan mencari nama seseorang di antara puluhan bahkan mungkin ratusan nama-nama caleg yang terpampang di surat suara yang relatif besar itu nantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya juga ikut mensosialisasikan ke masyarakat bahwasanya pemilu 2009 bukan lagi mencoblos gambar partai ataupun gambar caleg, tapi hanya mencontreng nama caleg. Dengan cara demikian akan terlihat ‘’contrenglah nama saya yang ada pada partai A, urutan atau nomor sekian’’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang tidak kalah pentingnya adalah meninjau kembali, perlu tidaknya system pemilu multy partai. Apakah tidak akan lebih baik jika jumlah partai dikurangi, sehingga selain membantu para caleg berebut suara konstituen, juga memudahkan bagi masyarakat dalam menggunakan hak suara mereka. Setidaknya dengan jumlah partai yang relative sedikit, juga akan membantu pemerintah dalam penghematan anggaran negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi solusi-solusi yang mestinya bisa dilakukan baik dalam hal sosialiasi ke masyrakat, tentang kampanye, tentang pemilu legislative, tentang pemilu pilpres, tentang hidup berdemokrasi dan sebagainya. Terakhir, tentu selamat berjuang para caleg.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4283879792805696394?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4283879792805696394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4283879792805696394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4283879792805696394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4283879792805696394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/mengganti-baliho-caleg-dengan-baliho.html' title='Mengganti Baliho Caleg dengan Baliho Surat Suara'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SaNQX73tQkI/AAAAAAAAAns/e6l1wr9s-gc/s72-c/11-ketua+KPU+Siak+H+Agus+Salim+memperlihatkan+contoh+surat+suara+dalam+Pemilu+legeslatif+2009,+kemarin+di+kantornya-KSM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3764085339435381615</id><published>2009-02-24T07:44:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T08:08:09.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Kunjungi Objek Wisata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SaNDPJHzp4I/AAAAAAAAAnc/pShlTMbhbAs/s1600-h/foto+dok+yasril+(40).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SaNDPJHzp4I/AAAAAAAAAnc/pShlTMbhbAs/s400/foto+dok+yasril+(40).JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306158713398339458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;OBJEK WISATA: Saat berada di salah satu objek wisata di Kucing Selatan, Malaysia timur beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3764085339435381615?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3764085339435381615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3764085339435381615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3764085339435381615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3764085339435381615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/kunjungi-objek-wisata.html' title='Kunjungi Objek Wisata'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SaNDPJHzp4I/AAAAAAAAAnc/pShlTMbhbAs/s72-c/foto+dok+yasril+(40).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2667174361137185475</id><published>2009-02-14T08:39:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T08:08:30.905+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Pesawat  Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SZYiH8CZdZI/AAAAAAAAAnE/JrQIfxcNspM/s1600-h/US-PLANE-CRASH-952753-01-02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SZYiH8CZdZI/AAAAAAAAAnE/JrQIfxcNspM/s200/US-PLANE-CRASH-952753-01-02.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302463131045950866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NEW YORK (RP) - Pesawat komuter milik maskapai penerbangan Amerika Serikat Continental Airlines jatuh, Jumat (13/2) pagi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, pesawat yang sedang mengangkut 48 penumpang dan kru itu menimpa satu unit rumah penduduk di Clarence Center, Buffalo, daerah pinggiran Negara Bagian New York. Seluruh penumpang dan seorang penghuni rumah dilaporkan tewas dalam kecelakaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir Riau Pos edisi Sabtu (14/2/2009), peristiwa tragis tersebut terjadi Kamis (12/2) pukul 22.10 waktu setempat atau kemarin pagi pukul 10.10 WIB. Lokasi jatuhnya pesawat hanya berjarak sekitar 16 kilometer atau lima menit penerbangan dari bandara terdekat, Buffalo Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Pengendalian Bencana New York Clarence Dave Bissonet menyatakan, pesawat tersebut terbang dari Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, dan tujuan akhir Bandara Internasional Niagara Buffalo. Pesawat yang jatuh adalah jenis turboprop Bombardier Dash 8 Q400 yang dioperasikan Colgan Air. ‘’Satu struktur badan pesawat rusak parah. Pesawat itu kini masih terbakar, namun bisa dikendalikan,’’ kata David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Kepolisian Wilayah New York Rebecca Gibbonos menambahkan, pesawat tersebut menimpa perumahan dan menimbulkan kebakaran hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Karena itu, warga yang menempati 20 rumah di sekitarnya harus dievakuasi,’’ ujarnya. Saat kecelakaan, pesawat membawa 5.800 pon bahan bakar. Akibatnya, saat mengalami kecelakaan, terjadi ledakan besar dan kobaran api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi mata yang merupakan warga sekitar, Keith Burtis, mengatakan bahwa dirinya sedang mengendarai mobil menuju ke sebuah toko malam itu. Tiba-tiba terdengar bunyi pesawat yang seperti sedang mendarat. ‘’Suara pesawat tersebut sangat keras dan jatuhnya pesawat menimbulkan gempa kecil,’’ ujar Burtis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Black Box Ditemukan&lt;br /&gt;Sementara itu, tim investigasi menemukan black box berisi Data Pembicaraan Kokpit (Cockpit Voice Record/CVR) dan Data Rekaman Penerbangan (Flight Data Record/FDR) pesawat Continental Airlines. Pesawat tersebut jatuh dan terbakar di pinggiran Buffalo, New York, Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Mereka telah menemukannya,’’ kata Juru Bicara Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS, Ted Lopatkiewicz, seperti dikutip dari news.com.au, Sabtu (14/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lopatkiewicz, belum jelas berapa lama para ahli mengumpulkan informasi dari black box tersebut.(kim/jpnn/dtc/ose)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2667174361137185475?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2667174361137185475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2667174361137185475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2667174361137185475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2667174361137185475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/pesawat-jatuh-seluruh-penumpang-tewas.html' title='Pesawat  Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SZYiH8CZdZI/AAAAAAAAAnE/JrQIfxcNspM/s72-c/US-PLANE-CRASH-952753-01-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8361119124840212600</id><published>2009-02-11T22:08:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T08:07:21.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Perang Urat Syaraf  Menjelang Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Perahu Negeri Jangan Retak, apalagi Pecah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MESKI masa pemilihan umum (Pemilu) 2009 baru dimulai pertengahan Maret yang ditandai dengan kampanye dan pemilihan calon anggota legislative pada April mendatang, namun suhu politik di tanah air sudah memanas. Bahkan sejak tahun 2008 lalu gaungnya pun sudah menggema se antero nusantara.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjang para politikus dari berbagai partai dan luar partai pun bermunculan. Mulai dari saling klaim, saling sikut dan saling adu argument, poling-memoling pun mengemuka. Bahkan saling bajak membajak kader partai untuk pasangan calon presiden dan calon presiden pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang urat syaraf di antara para elit politik di Jakarta nampaknya tidak bisa dihindarkan. Mereka berebut perhatian dan simpati masyarakat. Hal ini tidak saja terjadi para elit politik yang berasal dari partai besar belaka, para politisi partai burem pun ambil bagian. Kondisi ini pun diperparah oleh adanya komentar-komentar yang berasal dari luar partai. Sebut saja pengamat politik, dari kampus, tokoh masyarakat dan sebagainya yang juga diekspos di berbagai media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja misalnya perang urat syaraf antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. SBY-Sutiyoso, Jusuf Kalla dengan SBY meski akhirnya mencair, Jusu Kalla dengan Akbar Tanjng yang nota bene antara Ketua partai dengan mantan Ketua Partai. Gusdur dan Mega, Gusdur dan Muhaimin Iskandar dan sejumlah tokoh politik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan inti dari perang urat syaraf itu pada dasarnya bermuara pada merebut perhatian atau simpati rakyat atau massa. Kondisi tersebut bisa dilihat, selain terjadinya perang iklan yang bermuara mencari simpati rakyat, komunikasi antara mantan dan presiden menjabat pun tidak pernah ada. Bahkan sejak Mega turun tahta, tak pernah lagi menjejakkan kakinya di istana negara. Meski pun dalam beberapa iven nasional selalu diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebuntuan politik semacam ini jelas memberi warna tersendiri dan menjadi peratian dunia bahwa ternyata demokrasi yang dijalankan di Indonesia belum sempurna, meski saat ini Indonesia digadang-gadangkan di luar negeri sebagai Negara demokratis dengan berbagai etnis, suku dan agama berbeda tapi tetap harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang urat syaraf lainnya, juga terlihat dalam perebutan tahta kekuasaan dan pengaruh di berbagai tubuh partai. Sebut saja misalnya antara kubu Muhaimin Iskandar dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Demikian juga halnya perang urat syaraf yang terjadi dalam tubuh Partai Golkar sendiri dalam penentuan calon presiden dan calon wakil presiden. Antara Jusuf kalla di sati pihak dengan para kader di pihak lain, termasuk sespuh, Pembina dan pengurus Golkar daerah. Sehingga ada kesan terjadinya pembangkangan dari sejumlah kader yang ingin maju jadi calon presiden meski aturan partai belum menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang lebih hebatnya juga terjadinya saling bajak-membajak kader partai untuk dipasangkan jadi capres dan cawapres. Sebut saja misalnya Partai A yang telah mendeklarasikan calon Presiden mencari calon presidennya dari Partai B—yang sebenarnya tokoh partai B tersebut sebenarnya juga mendeklarasikan diri jadi calon Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang juga perlu diwaspadai baik oleh masyarakat maupun tokoh partai adalah upaya-upaya adu domba yang menimbulkan perpecahan. Baik antara sesama kader dari satu partai maupun antara kader partai A dan kader partai B atau yang lainnya. Kondisi-kondisi seperti ini jelas akan sulit untuk dihindari terutama dengan makin memanasnya suhu politik di tanah air, mulai dari Pemilu legislative hingga pemilihan presiden dan wakil presiden ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penomena semacam ini perlu jadi perhatian bersama agar tidak berlanjut ke depan. Antisipasi pun harus disiapkan sejak dini agar perahu negeri ini tidak retak apalagi pecah dan membuat rakyat bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal bagi rakyat politik itu jelas bukan mananan sehari-harinya. Siapapun yang jadi pemimpin, siapa pun yang jadi wakil rakyat, terserah dari suku mana, agama apa partai apa, yang terpenting bagi rakyat negeri ini aman, sehingga mereka pun bisa berusaha memenuhi keperluan sehari-hari.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8361119124840212600?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8361119124840212600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8361119124840212600' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8361119124840212600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8361119124840212600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/perang-urat-syaraf-menjelang-pemilu.html' title='Perang Urat Syaraf  Menjelang Pemilu 2009'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2887593607179971852</id><published>2009-02-10T08:32:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T08:07:04.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Ekonomi Riau Tumbuh 7,5 Persen</title><content type='html'>MESKI perlambatan ekonomi global mempengaruhi ekonomi nasional termasuk Riau namun pertumbuhan tetap ada. Pertumbuhan ekonomi di 2008 diperkirakan 7,7 persen atau melambat dibandingkan 2007 8,25 persen. 2009, diperkirakan ekonomi Riau tetap tumbuh meski sedikit melambat yakni 6,5 persen hingga 7,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kondisi ini disebabkan lesunya pertumbuhan ekonomi mitra dagang sehingga menurunkan nilai ekspor komoditas utama Riau yakni CPO, Pulp dan kertas,” ujar Pemimpin Bank Indonesia Cabang Pekanbaru, Gatot Sugiono, seperti dilaporkan wartawan Riau Pos Elfizon Safie, Senin (9/2/2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan tahunan BI itu juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Drs HR Mambang Mit dan para bankir serta kalangan pengusaha. Menurut Gatot, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi di Riau tetap menggembirakan. Adapun laju inflasi pada 2008 (yoy) mencapai 9,02 persen. Meski demikian angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional, 11,06 persen. 2009, lanjutnya lagi, laju inflasi Riau diharapkan dapat dipertahankan di bawah inflasi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pincab BI itu mengatakan bahwa optimisme itu bukan tanpa alasan. Optimisme itu sesuai dengan pertimbangan bahwa sejak keluarnya SK Gubri tentang pembentukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau yang beranggotakan Bank Indonesia, Bappeda, BPS, Dishub, Dinas Perindustrian Perdagangan serta Perum Bulog Riau adalah bentuk sinergi yang cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu kami informasikan bahwa TPID Riau ini merupakan tim yang pertama di Indonesia, dibentuk secara formal berdasarkan SK KDH,” ujarnya lagi. Lewat tim ini, diharapkan angka inflasi terkendali, rendah dan stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu dengan disaksikan oleh Wagubri juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara tiga lembaga yakni BI Pekanbaru, Iwapi Riau oleh Ketuanya Irma Rafidhah Rahman dan dari PT Riau Consultan Global Detri Karya yang bersinergi membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lewat kerja sama ini diharapkan persoalan UMKM di Riau yang punya kendala di bidang masing-masing dapat dibantu mengatasinya,” ujar Gatot lagi.(fiz/rp)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2887593607179971852?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2887593607179971852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2887593607179971852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2887593607179971852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2887593607179971852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/ekonomi-riau-tumbuh-75-persen.html' title='Ekonomi Riau Tumbuh 7,5 Persen'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5883739151156172303</id><published>2009-02-10T08:24:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T08:06:53.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Konser Peterpan Ricuh, Tujuh Pingsan, Belasan Sesak Napas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SZDYjV8qwPI/AAAAAAAAAm8/v2JUhWt4zSU/s1600-h/penonton+kejepit+pada+konser+Peterpan_saidmufti.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300974863113699570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SZDYjV8qwPI/AAAAAAAAAm8/v2JUhWt4zSU/s200/penonton+kejepit+pada+konser+Peterpan_saidmufti.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Konser Peterpan, Senin (9/2) malam di lapangan Awal Cross, Pekanbaru ricuh.Sedikitnya tujuh orang pingsan dan belasan lainnya mengalami sesan napas, karena tak tahan dengan suhu udara yang memanas dan akibat aksi dorong-mendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aksi lemparan botol plastik juga terjadi. ‘Sahabat Peterpan’ yang pingsan dan diselamatkan, kebanyakan wanita, terpaksa mendapatkan perawatan tim medis. MC Linda dan Oka tidak bisa meredam aksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi baru bisa diredam sekitar pukul 22.00 WIB, ketika personel Peterpan yang terdiri dari Aril (vokalis), Lukman dan Luki (gitaris), Reza (drumer, tampil ke atas panggung. Seperti dilaporkan wartawan Riau Pos Mashuri Kurniawan, pada penampilan malam tadi, 13 lagu yang dibawakan terlihat begitu menghibur dan mengobati rindu ‘Sahabat Peterpan’ Pekanbaru. Kedatangan grup band ini diringi dengan kembang api, dan susana kembali normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu pertama grup band asal Bandung, dengan judul Hari yang Terang membuat suasana kembali damai. Ribuan ‘Sahabat Peterpan’ begitu menikmati lantunan lagu tersebut. Aril yang tampil dengan baju kaos warna coklat, celana jeans karet berwarna abu-abu, dan sepatu cat berwarna hitam, sangat enerjik di atas panggung. Sesekali Aril mengajak penonton bernyanyi bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu kedua, Dibalik Awan Aril juga mengajak ‘Sahabat Peterpan’ bernyanyi bersama. Sebelum membawakan lagu ketiga, Dunia yang Terlupa, Aril meminta maaf kepada ‘Sahabat Peterpan’ karena keterlambatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kami minta maaf karena terlambat. Sebab macet panjang di Jalan Sudirman,’’ ujar Aril menyapa para penggemarnya. Selanjutnya lagu keempat berjudul Kisah Cintaku pun dilantunkan. Lirik ini begitu menyentuh perasaaan hati para fansnya itu. Mereka yang berpasangan menonton konser tersebut, larut dalam lantunan lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan lagu kelima Dilema Besar, Aril kembali membawa suasana haru. ‘Sahabat Peterpan’-pun turut mendendangkan lagu ini bersama Aril. Sepotong bait lagu dinyanyikan bersama Aril dan penggemarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Mengapa terjadi kepada dirimu. Aku tak percaya kau telah..’’ salah satu potongan bait lagu ini dinyanyikan Aril sambil mengangkat tangan kanannya ke atas, seraya mengajak ‘Sahabat Peterpan’ bernyanyi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu selanjutnya, Saly yang Terdalam, Aril tampil memukau. Pasalnya, sang vokalis melantunkan lagu itu dengan memainkan gitar. ‘’Maafkan bila kau kusayangi. Pernah kau mengerti bahwa ku disini,’’ potongan bait lagu ini dinyanyikan juga bersama ‘Sahabat Peterpan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu berikutnya yang berjudl Diatas Normal, Tak Ada yang Abadi, Walau Habis Terang, Khayalan Tingkat Tinggi, Menghapus Jejak, Tak Bisakah, sampai dengan lagu terakhir, Cobalah Mengerti, seakan tidak bisa memuaskan para ‘Sahabat Peterpan’. Namun waktu jualah yang memisahkan Peterpan dan penggemarnya. Sekitar pukul 23.10 WIB konser baru berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Sudriman Macet&lt;br /&gt;Pemandangan lain pada konser malam tadi, Jalan Sudirman terjadi kemacetan sepanjang 300 meter. Kemacetan terjadi mulai depan Gedung DPRD Riau sampai dengan Lapangan Awal Cross.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas kepolisian yang berjaga-jaga malam itu disibukan dengan pengaturan lalulintas. Barulah sekitar pukul 00.05 WIB, kemacetan bisa diatasi.(new/rp)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5883739151156172303?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5883739151156172303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5883739151156172303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5883739151156172303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5883739151156172303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/konser-peterpan-ricuh-lima.html' title='Konser Peterpan Ricuh, Tujuh Pingsan, Belasan Sesak Napas'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SZDYjV8qwPI/AAAAAAAAAm8/v2JUhWt4zSU/s72-c/penonton+kejepit+pada+konser+Peterpan_saidmufti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1491460854638915286</id><published>2009-02-06T14:07:00.002+07:00</published><updated>2009-02-06T14:15:12.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Senja di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SYvh_fvJ1HI/AAAAAAAAAms/MiBDEJ0Adi4/s1600-h/Senja+di+Masjid+Agung+An-Nur+Pekanbaru.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SYvh_fvJ1HI/AAAAAAAAAms/MiBDEJ0Adi4/s400/Senja+di+Masjid+Agung+An-Nur+Pekanbaru.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299577867498804338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Indahnya Suasana di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru di kala senja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1491460854638915286?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1491460854638915286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1491460854638915286' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1491460854638915286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1491460854638915286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/senja-di-masjid-agung-nur-pekanbaru.html' title='Senja di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SYvh_fvJ1HI/AAAAAAAAAms/MiBDEJ0Adi4/s72-c/Senja+di+Masjid+Agung+An-Nur+Pekanbaru.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6996919663149546445</id><published>2009-02-06T13:58:00.001+07:00</published><updated>2009-02-06T14:14:56.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Pengembangan Bandara SSK II tak Perlu Biaya Besar</title><content type='html'>Riau sebagai negeri yang potensial dalam pengembangan perekonomian di Sumatera dan Asia Tenggara harus segera membenahi berbagai infrastruktur salah satunya pengembangan Bandara Sultan Syarif Kasim II  (SSK II).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini penting, terlebih lagi setelah Dumai yang merupakan salah satu kabupaten/kota di Riau ditunjuk sebagai kawasan ekonomi khusus (KK) di Indonesia Barat. Pengembangan infrastruktur merupakan suatu  keharusan guna mengangkat roda prekonomian daerah. Beberapa yang perlu jadi catatan adalah perlunya pembangunan jalan bebas hambatan antara dumai menuju bandara SSK II di Pekanbaru, Buton dan sejumlah daerah potensial di Riau. Selain itu perlunya pemikiran pembangunan rel kereta api, pembenahan badan-badan jalan yang sudah ada serta pengembangan dunia kelistrikan serta ketersediaan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya semua itu tidak serta merta, hari ini teringat langsung dibuat. Harus ada planning ke depan dalam jangka panjang, lima tahun, 10 tahun, 15 dan 25 tahun kedepan. Ini semua perlu perencanaan yang matang  dan berkelanjutan, dan tidak akan berubah bila terjadi pergantian kekuasaan.  Artinya siapapun pejabat berikutnya harus menjalankan perencanaan itu sehingga menghasilkan kerja maksimal dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Bandara SSK misalnya. Sebagai pintu gerbang masuk suatu wilayah harus mendapat prioritas. Ini penting karena terkait mobilitas penduduk, baik dalam domestik, regional maupun internasional. ‘’Posisi Bandara SSK di Pekanbaru yang dekat dengan Negara tetangga memiliki nilai plus dibandingkan daerah lain. Namun hingga saat ini belum terlihat ada pergerakan ke arah   yang lebih maju. Padahal negeri ini kaya, minyak dan gasnya dikuras, tapi infrastrukturnya memprihatinkan,’’ kata staf khusus Wakil Presiden RI, Alwi Hamu yang juga Presiden Komisaris Riau Pos di redaksi Riau Pos, Kamis (5/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang besarnya biaya pengembangan bandara, papar Alwi, sebenarnya tidak perlu dirisaukan. Persoalannya tinggal keberanian dan keseriusan Pemprov menanganinya. Biaya bisa saja ditanggulangi  secara bersama antara Pempov dengan PT Angkasapura yang merupakan salah satu BUMN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak fungsi dan kegigihan Pemprov melobi dan kerja sama dengan PT Angkasapura. Jika ini terlaksana Pemerintah Pusa tinggal lagi mensupport. Dengan biaya yang tidak terlalu besar seperti yang dialokasikan Pempro selama ini, Bandara SSK bisa dikembangkan jadi bandara internasional, seperti di Bali, Padang dan daerah lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Selama ini, di banyak daerah yang saya kunjungi, pengembangan Bandara selalu dikaitkan dengan embel-embel lain yang sebenarnya tidak berpengaruh besar terhadap kualitas suatu konstruksi bangunan bandara itu sendiri. Seperti mengkaitkan dengan unsur budaya dan sebagainya. Padahal jiika itu semua bisa diminimalisir, kosh yang akan dikeluarkan pun akan lebih kecil.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memaparkan ada semacam eporia pejabat daerah dalam melakukan pembangunan konstruksi infrastruktur dengan cara mengikutsertakan kontrakstor dan konsltan asing. Padahal jika dilakukan oleh putra-putra daerah biayanya bisa jauh lebih kecil. Sebab di negeri ini sangat banyak kontraktor dan konsultan putra daerah yang sebenarnya berkualitas. Namun tidak atau belum diberi kepercayaan. Padahal kualitas kerjanya pun tidak kalah dengan kontraktor atau konsultan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alwi mencontohkan rencana pembangunan sejumlah Bandara yang semula dirancang dengan biaya tingga, seperti di Kalimantan Timur, bali, Sumatera utara, Sumatera Barat dan sejumlah bandara lain yang juga bertaraf internasional. ‘’Dari rencana semula yang memakan biaya sampai Rp3 triliun atau Rp4 trilun dengan tenaga dari luar negeri, ternyata jika dikerjakan oleh putra daerah biaya bias ditekan menjadi Rp1 triliun saja. Ini kan cukup besar penghematan yang kita lakukan,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini apa artinya? Alwi Hamu selain mengkampanyekan agara rakyat Indonesia mampu menghargai karya bangsa sendiri, juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi anak bangsa ini. Sebab, karya yang dihasilkan putra-putra bangas Inonesia sebenarnya tidak kalah bagus dibandingkan karya bangsa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, bisa jadi sepak terjang kontraktor atau konsultan asing itu tidak semata-mata  memberikan nilai tambah terhadap konstruksi bangunan yang dibuat, tapi juga mencari keuntungan besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal embel-embel yang bernuangsa budaya sebenarnya juga bias dilakukan secara bertahap. Namun yang terpenting bagi pengguna jasa transportasi adalah keamanan, kenyamanan dan kecepatan. Bahkan bagi sebagian besar ekonom keberadaan Bandara yang mewah tidak diperlukan, yang penting mereka bisa melintas cepat sampai di tujuan. Tidak perlu berlama-lama di Bandara.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6996919663149546445?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6996919663149546445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6996919663149546445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6996919663149546445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6996919663149546445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/pengembangan-bandara-ssk-ii-tak-perlu.html' title='Pengembangan Bandara SSK II tak Perlu Biaya Besar'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-824051552779011850</id><published>2009-02-04T23:49:00.000+07:00</published><updated>2009-02-05T00:13:08.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>13 Ribu Guru Bantu Diangkat CPNS</title><content type='html'>MASA penantian panjang para guru bantu atas status kepegawaiannya segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah tahun ini akan menuntaskan sisa pengangkatan guru bantu yang tinggal 13.908 orang. Mereka akan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Profesi Pendidikan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional Achmad Dasuki mengatakan, sesuai PP 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS, pengangkatan guru bantu harus dihabiskan tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2005, pemerintah rutin mengangkat guru bantu. Ketika itu, ada 261.741 guru bantu yang belum diangkat sebagai CPNS. Pada tahun tersebut, pemerintah langsung melakukan perekrutan sehingga tersisa 205.463 guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, perekrutan guru bantu rutin dilakukan. Pada akhir 2008, sisa guru bantu yang belum diangkat 20.684 orang. ’’Namun, setelah kami verifikasi di seluruh kabupaten/kota, jumlah yang tersisa hanya 13.908 orang. Kami punya data by name, by adress mereka,’’ jelas Dasuki. Dengan demikian, lanjut dia, perekrutan guru bantu sesuai PP 48 itu segera tuntas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dasuki, mereka yang akan diangkat sebagai CPNS adalah para guru yang digaji oleh APBN. Sesuai dengan PP 48, mereka juga harus memenuhi kriteria persyaratan usia dan masa kerja yang ditentukan. Yakni, guru bantu berusia maksimal 46 tahun dan memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun secara terus-menerus, berusia 46 tahun dan memiliki masa kerja 10 hingga 20 tahun secara terus-menerus, berusia 40 tahun dan memiliki masa kerja 5–10 tahun secara terus–menerus, maupun berusia 35 tahun dengan masa kerja 1–5 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasuki menambahkan, mereka yang nanti diangkat sebagai CPNS wajib meningkatkan kompetensi mengajar. Sebab, mereka akan ditempatkan di sekolah-sekolah negeri. Mereka yang diangkat harus bersedia ditempatkan di mana saja. ”Sebab, saat ini kebutuhan guru dinilai belum merata,’’ jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, pemerintah berencana meredistribusi guru. Tujuannya memenuhi kebutuhan guru di kabupaten/kota yang kekurangan guru. Di sisi lain, pemerintah juga mengurangi jumlah guru di daerah yang over tenaga pendidik. ’’Pemetaannya sudah kami bikin, tinggal melaksanakan saja,’’ ujarnya. Dengan demikian, kebutuhan guru di Indonesia bisa ideal.(kit/agm/jpnn)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-824051552779011850?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/824051552779011850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=824051552779011850' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/824051552779011850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/824051552779011850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/13-ribu-guru-bantu-diangkat-cpns.html' title='13 Ribu Guru Bantu Diangkat CPNS'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4958600497345159153</id><published>2009-02-04T23:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-05T00:13:08.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Pembuatan Soal UASBN Libatkan Daerah</title><content type='html'>DALAM waktu dekat Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BNSP) akan melatih 99 guru pembuat soal UASBN SD/MI/SLB.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Sebab, tak seperti unas SMP dan SMA, materi soal ujian untuk SD dibuat oleh pemerintah pusat dan provinsi. Komposisinya, 75 persen dibuat pemprov dan 25 persen oleh BSNP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua BSNP Prof Dr Mungin Eddy Wibowo mengatakan, rencananya pelatihan itu berlangsung 10 hari dan dua tahap. Tahap awal digelar pada 17 Februari dan tahap kedua 7 Maret. Guru yang dilatih adalah mereka yang mengajarkan matematika, IPA, dan bahasa Indonesia. ’’Kami akan latih para guru mata pelajaran yang diunaskan,’’ ujarnya kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kabupaten/kota akan diambil tiga guru yang mewakili mata pelajaran yang diujikan. Mereka akan dilatih tiga hari. ’’Setelah pelatihan, penyusunan naskah ujian segera dilakukan,’’ ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan soal juga melibatkan para dosen dari perguruan tinggi setempat. Yakni, mereka yang jurusannya di bidang matematika, bahasa Indonesia, dan IPA. Termasuk, pelibatan dari penilai ahli dari pusat penilai pendidikan (puspendik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan kisi-kisi soal harus berdasar standar kompetensi lulusan (SKL). Yakni, mengacu pada kurikulum 1994, kurikulum 2004, dan standar isi sesuai Permendiknas No 22/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus UASBN, lanjut dia, pembuatan naskah ujian belum seratus persen oleh pemerintah pusat lantaran ujian tersebut baru memasuki tahun kedua. ’’Selanjutnya, kami evaluasi. Apakah nanti sistem pembuatan soal masih seperti ini atau murni oleh pusat,’’ tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pihaknya masih mendata jumlah peserta unas SMA, SMP, maupun SD. ’’Datanya sudah ada. Tapi, kami minta kabupaten/kota menghitung kembali. Paling lambat minggu depan selesai,’’ ujar pria asli Semarang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria kelulusan peserta UASBN ditentukan oleh sekolah setempat. Kelulusan siswa ditetapkan melalui rapat dewan guru untuk menilai beberapa hal. Yaitu, nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan dan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. ’’Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan sekolah,’’ terang Mungin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil UASBN akan dipakai untuk berbagai pertimbangan. Antara lain, pemetaan mutu sekolah, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari suatu sekolah, dan dasar pemberian bantuan terhadap sekolah. (kit/oki/jpnn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4958600497345159153?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4958600497345159153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4958600497345159153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4958600497345159153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4958600497345159153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/pembuatan-soal-uasbn-libatkan-daerah.html' title='Pembuatan Soal UASBN Libatkan Daerah'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8480518542026484304</id><published>2009-02-04T10:38:00.004+07:00</published><updated>2009-02-05T00:13:21.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Anarkisme Berbalut Demokrasi</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK era reformsi yang bergulir 10 tahun silam, telah banyak perubahan di negeri ini, baik di bidang ekonomi, social budaya, hankam termasuk kebebasan berpendapat. Perubahan itu tidak saja dalam bentuk yang baik-baik, tapi tidak sedikit yang mengarah pada pola-pola tradisionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya perubahan yang cukup menonjol adalah kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Ini terlihat nyata dengan masih maraknya aksi-aksi unjuk rasa di tanah air. Dalam penyampaian aspirasi, baik yang mengatasnamakan rakyat, masyarakat atau golongan tertentu, para karyawan yang ter-PHK karena merasa hak-haknya untuk mendapakan pekerjaan yang layak terganggu, selalu ada yang memotori. Entah itu para aktivis, politisi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang dilindungi UU itu sangat baik, namun dalam realitanya , tidak sedikit yang masih melakukan secara tradisional, yakni dengan pengerahan massa, turun ke jalan secara besar-besaran, melakukan pengrusakan dan sebagainya. Padahal semua itu masih bias diatasi, seandainya para aktivis, politisi bia mengajarkan cara berdemokrasi yang baik kepada rakyat. Seperti penyampaian aspirasi secara perwakilan, berdialog dan sebagainya, tidak melakukan pengruakan, apalagi sampai menghilangkan hak hidup oang lain, seperti dialami Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Drs H Abdul Aziz Angkat MSP yang meninggal dunia secara tragis dalam sebuah aksi unjuk rasa anarkis yang digelar para pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) di Gedung DPRD Sumut di Medan, Selasa (3/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru satu contoh kecil dari system demokrasi di tanah air yang masih membungkus pola-pola bar-barisme, anarkisme dan kekerasan lainnya dalam bentuk demokrasi yang dipertontonkan di muka publik. Masih banyak contoh lain, baik dalam skala nasional maupun daerah. Bahkan bukan tidak mungkin hal ini pun akan terulang di kemudian hari, termasuk di Riau sendiri yang saat ini juga masih ada tokoh-tokoh daerah yang menuntut pemekaran wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seharusnya pola-pola kekerasan, anarkisme dan bar-barisme yang lebih mengedepankan pengerahan massa secara besar-besaran itu sudah harus ditinggalkan, kalau kita tidak ingin ada lagi darah demokrasi yang tertumpah di bumi pertiwi ini. Rakyat harus diajarkan cara-cara berdemokrasi yang baik dan benar, dan tidak lagi diajak sebagai pion-pion atau umpan peluru oleh oknum-oknum yang ingin mendapatkan keuntungan di balik pengerahan massa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai ke arah itu, tentulah tidak mudah. Semua elemen masyarakat harus bersatu padu, mulai dari tingkat terendah, seperti dalam rumah tangga, sekolah, kampus dan lingkungan bermasyarakat. Demokrasi di tingkat masyarakat bias dimulai dengan pemilihan Ketua RT, RW. Di sekolah dimulai dengan pemilihan ketua kelas, OSIS. Demikian juga halnya dengan pemilihan kepala daerah, pemekaran wilayah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dituntut kemampuan para aktivis, tokoh masyarakat pendidik dan sebagainya dalam memberikan pendidikan demokrasi yang baik, masyarakat pun seharusnya tidak mudah dibujuk rayu dan dikerahkan hanya dengan imbalan ala kadarnya. Sebab, belum tentu hasil dari pengerahan massa yang mengataskan demokrasi itu juga dinikmati para pengunjuk rasa secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menujukkan bahwa biasanya apa bila tujuan yang diinginkan seseorang tercapai, ia akan lupa pada orang lain yang juga membantu mencapai tujuan tersebut. Dalam ilmu politik disebutkan, tidak ada kawan yang sejati dan musuh yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Ini perlu dicamkan rakyat agar tidak terjebak dalam aksi-aksi bar-barisme, anarkisme yang berbalut demokrasi.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8480518542026484304?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8480518542026484304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8480518542026484304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8480518542026484304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8480518542026484304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/02/anarkisme-berbalut-demokrasi.html' title='Anarkisme Berbalut Demokrasi'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7841825903314418440</id><published>2009-01-28T09:34:00.003+07:00</published><updated>2009-02-05T00:13:08.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Lima Menit, Ibu Lahirkan Delapan Bayi</title><content type='html'>Kelahiran Butuh 46 Suster dan 8 Kamar&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;CALIFORNIA – Seorang ibu melahirkan bayi kembar delapan (octuplets) di Los Angeles California, AS, kemarin (27/1). Delapan bayi itu lahir melalui bedah caesar di Rumah Sakit Kaiser, Permante Bellflower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbobot antara 820 gram hingga 1,47 kg. Semuanya dikatakan sehat walafiat meski di antaranya harus menggunakan alat bantu pernapasan. Ibu yang beruntung itu menjadi ibu kedua di dunia yang melahirkan bayi kembar delapan dengan kondisi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mendapat anugerah luar biasa, sang ibu keberatan identitasnya diungkapkan ke publik, termasuk mengungkap apakah dia menggunakan obat kesuburan atau tidak. Para dokter di Kaiser Permante Bellflower hanya mengatakan, wanita itu melahirkan enam bayi laki-laki dan dua bayi perempuan. Kepada dokter, ibu bayi berencana memberi air susu ibu kepada semua bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Karen Maples, juru bicara tim dokter, menggambarkan, persalinan yang terjadi dalam selang waktu lima menit itu benar-benar mencengangkan.&lt;br /&gt;Tim dokter awalnya memprediksi akan membantu kelahiran tujuh bayi, tapi ternyata lahir bayi kedelapan. ”Mata saya melebar, saat tahu ternyata ada bayi kedelapan,” ungkap Maples yang ikut menangani persalinan. Maples mengatakan, kedelapan bayi itu lahir lebih awal enam pekan, tapi dalam kondisi stabil. ”Mereka menjerit-jerit dan menendang-nendang penuh tenaga,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 46 staf rumah sakit dan delapan ruang perawatan digunakan untuk menyelamatkan bayi-bayi tersebut. Begitu seorang bayi lahir, staf rumah sakit langsung melarikannya ke ruang lain dan menunggu kelahiran bayi selanjutnya. Para dokter mengatakan, bayi-bayi itu akan tetap di rumah sakit sedikitnya selama dua bulan. Sedangkan sang ibu, bisa pulang dalam sepekan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi kembar delapan pertama lahir di Houston pada 1998, tapi seorang bayi meninggal dunia sepekan kemudian. Ketujuh bayi itu merayakan ulang tahun ke-10 pada Desember 2008. Mereka terdiri atas lima anak perempuan (Ebuka, Gorom, Chidi, Chima, dan Echerem) serta dua laki-laki (Ikem dan JIoke). Orang tua mereka keturunan Nigeria, Nkem Chukwu dan Iyke Louis Udobi. Keduanya gembira karena ketujuh anak kembarnya tumbuh sehat. (AP/BBC/kim/jppn)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7841825903314418440?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7841825903314418440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7841825903314418440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7841825903314418440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7841825903314418440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/lima-menit-ibu-lahirkan-delapan-bayi.html' title='Lima Menit, Ibu Lahirkan Delapan Bayi'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3854888026812017603</id><published>2009-01-27T09:52:00.001+07:00</published><updated>2009-02-05T00:12:03.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Gerhana Matahari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SX53ldWp03I/AAAAAAAAAl8/V65qTZODV8E/s1600-h/00-perjalanan+gerhana+matahari+cincin,+Senin+26+Januari+2009-+foto+reuter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SX53ldWp03I/AAAAAAAAAl8/V65qTZODV8E/s400/00-perjalanan+gerhana+matahari+cincin,+Senin+26+Januari+2009-+foto+reuter.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295801697252791154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gerhana Matahari&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses perjalanan gerhana matahari cincin sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3854888026812017603?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3854888026812017603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3854888026812017603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3854888026812017603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3854888026812017603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/gerhana-matahari.html' title='Gerhana Matahari'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SX53ldWp03I/AAAAAAAAAl8/V65qTZODV8E/s72-c/00-perjalanan+gerhana+matahari+cincin,+Senin+26+Januari+2009-+foto+reuter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8990336442124701772</id><published>2009-01-27T09:48:00.002+07:00</published><updated>2009-02-05T00:12:03.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Gerhana Mata Hari Cincin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SX52bIUQGdI/AAAAAAAAAl0/M--ureJoRGM/s1600-h/00-gerhana+di+samarinda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295800420295252434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 229px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SX52bIUQGdI/AAAAAAAAAl0/M--ureJoRGM/s400/00-gerhana+di+samarinda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gerhana Matahari Cincin&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8990336442124701772?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8990336442124701772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8990336442124701772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8990336442124701772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8990336442124701772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/gerhana-mata-hari-cincin.html' title='Gerhana Mata Hari Cincin'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SX52bIUQGdI/AAAAAAAAAl0/M--ureJoRGM/s72-c/00-gerhana+di+samarinda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7098698523343134905</id><published>2009-01-26T09:06:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T10:43:11.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Gong Xi Fa Chai, Wan Se Ru Yi, Qian Tu Guang Ming</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Imlek, Momen Introfeksi Diri&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;HARI&lt;/strong&gt; raya Imlek yang jatuh pada Senin 26 Januari 2009 ini menjadi suatu tradisi bagi warga etnis Tionghoa yang berkeyakinan Buddhis maupun non Buddhis, termasuk penganut Khong Hucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran tahun ini merupakan fenomena alam yang sangat dihormati oleh warga Tionghoa secara turun termurun. Bahkan dalam sejarahnya, Imlek sudah berlangsung 5000 tahun lebih. Namun dicatat sejak kelahiran Nabi Khong Hucu (551 SM), makanya perhitungan menjadi tahun 2560 (tahun masehi 2009) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spiritual, imlek selalu di jadikan momen untuk berintrospeksi dan refleksi diri, meningkatkan pembinaan batin, setiap saat mencemerlangkan nurani. Secara material berbentuk budaya yang harus dijalankan dan lestarikan dari tahun ke tahun, sebagai anak berbakti dan kepatuhan kepada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan budaya Tionghoa baik Imlek, Qing Ming, Tiong Qiu maupun lainnya selalu melukiskan aspek ketaatan, kejujuran, keharmonisan dan kepatuhan. Imlek dari tahun ketahun tentu mengalami perubahan dalam diri seseorang, karena setiap tahun sesuai dinamika kehidupan harus berubah menjadi lebih baik dan lebih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Penanggalan Tionghoa&lt;br /&gt;Penanggalan dalam Tionghoa sangat unik, dulunya berdasarkan matahari (yanglek), kemudian berganti lagi menjadi Imlek (perputaran bulan), dan ini pun beberapa kali perubahan, sejak Dinasti Xia pertama 2295 SM, kemudian Dinasti Siang, Chou dan Chin pada 221 – 205 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran tahun yang sampai sekarang dipakai Imlek lebih tepat, karena dimulai pada masa selesai musim dingin (dong thian), kalau dimulai pada pertengahan musim dingin, maka orang tidak mungkin keluar rumah, maka Nabi Khong Hucu sangat berjasa memberikan saran dan pendapat agar Imlek ditetapkan memasuki musim semi, dan dulunya Imlek disebut juga Nong Li, artinya tahun pertahuan, dimana orang memasuki musim bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghayatan Perayaan Imlek,&lt;br /&gt;Dari tahun ketahun semakin menunjukan perkembangan yang bukan hanya sekedar ceremonial saja, orang semakin ingin menghayati dan menganggap Imlek sebagai pertukaran tahun yang harus baru semua, baru secara fisik dan secara batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya bilamana seseorang menjelang Imlek tidak membersihkan rumah atau perilakunya tidak berubah, maka orang itu akan statis selamanya. Orang mempunyai sifat ingin maju dan berkembang, inilah momen yang tepat untuk merubah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula dalam pendidikan agama, selalu ditekankan pada pemahaman sebuah kebudayaan secara spiritual dari pada materialnya kepada mahasiswa. Belakangan ini terlihat umat Buddhis sudah memahami dan dalam talkshow imlek kepada warga Tionghoa ternyata banyak yang ingin mengetahui lebih jauh dan bukan ikut-ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi Warga Tionghoa,&lt;br /&gt;Populasi warga etnis Tionghoa di Riau saat ini masih rancu. Sebab, selain jarang didata, juga telah banyak warga etnis Tionghoa yang meleburkan diri ke masyarakat tempatan. Selain ada yang menjalin kekerabatan rumahtangga dengan warga pribumi, juga banyak warga Tionghoa yang tidak lagi memakai nama-mana Tionghoa dan lebih mekaia nama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang pasti, mereka tersebar hampir di seluruh wilayah, tidak hanya di Provinsi Riau, tapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Di Riau sendiri warga etnis Tionghoa ini, selain bermukim di Pekanbaru, juga banyak di Bengkalis termasuk Rupat Titi Akar, Selatpanjang dan sekitarnya, Bagan (Rokan Hilir) dan Dumai adalah daerah terbanyak. Juga di Rengat, Tembilahan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti halnya suku bangsa lainnya di Nusantara, etnis Tionghoa ikut serta sama-sama membangun bangsa. Cuma warga Tionghoa lebih banyak pebisnis dari pada pegawai negeri, kehidupan berdagang adalah dominan. Kalau sektor perdagangan, bagi mereka merupakan nafkah utama, karena untuk bergelut disektor lain masih terbatas oleh berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor pendidikan, mulai berangsur keberadaannya dengan dibukanya kelas-kelas kursus dan sekolah-sekolah oleh warga Tionghoa, cuma di bidang politik terkesan masih terkesan kurang berani. Biasanya orang Tionghoa yang terjun di suatu bidang diharapkan keberhasilan, bukan coba-coba. Sedang di bidang pemerintahan masih menunggu kebijakan pemerintah apakah membuka pintu kemudahan untuk warga kita, karena kalau bersaing untuk mencalonkan diri jadi PNS di pemerintahan, tentu diharapkan benar-benar berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pelaksana pembangunan Riau ini yang terpenting, apakah benar-benar mempunyai komitmen memajukan Riau, bukan hanya sekedar slogan atau manis dimulut saja,. Pelaksana utama pembangunan adalah pemerintah, apakah sudah mencerminkan pemerintah yang solid antara tingkat pimpinan dan bawahan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah kapal yang nakhoda di depan dengan seriusnya membawa kapal, tapi anak buah kapal masih kurang serius memegang tali atau mengecek mesinnya, tentu kapal akan terombang ambing di lautan, maksudnya semua harus bersatulah baik pemerintah, suku bangsa dan warga bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perubahan tahun, tentu harus pula mengikuti perubahan alam yang semakin dinamis melangkah ke depan dengan penuh optimisme, suatu ramalan bukanlah nasib yang sudah ditentukan, melainkan kitalah yang merubahnya menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan manusia ditakdirkan dua, yang satu sudah ditakdirkan, namun satu lagi untuk merubah. Kita mau ikut yang ditakdirkan atau merubah tergantung pemain sandiwara di dunia ini. Kita haruslah berbuat yang bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus mendahulukan kebersamaan, dalam berbuat dengan sehati sekebajikan ikut membangun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah anak bangsa yang sama, marilah hidup yang selaras, rukun dan damai. Janganlah bersikap diskriminasi terhadap siapapun, alam sangat ramah pada manusia, dan semua yang alam berikan untuk kehidupan manusia tiada habis-habisnya, namun sikap alam tetap sang pemberi tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah saudara-saudara saya di manapun, kita merayakan Imlek ini dengan kebahagiaan, dan janganlah lupa bahwa kita bahagia, masih banyak yang menderita, dikala kita kaya dengan harta, ternyata banyak yang melarat tak punya apa-apa, ketika kita tertawa ria ternyata banyak yang menangis, ketika kita memakai sepatu baru dengan indahnya ternyata banyak yang tidak punya kaki, inilah kehidupan yang harus kita hayati dan amalkan bersama. Semoga Tuhan memberkati kita semua dan semua makhluk ikut berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gong Xi Fa Chai, Wan Se Ru Yi, Qian Tu Guang Ming, Semoga sehat dan sukses selalu.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Tulisan ini merupakan hasil wawancara dengan Sonika, salah seorang tokoh etnis Tionghoa di pekanbaru, Riau yang juga seorang dosen agama Budhis di Universitas Riau.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7098698523343134905?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7098698523343134905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7098698523343134905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7098698523343134905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7098698523343134905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/gong-xi-fa-chai-wan-se-ru-yi-qian-tu.html' title='Gong Xi Fa Chai, Wan Se Ru Yi, Qian Tu Guang Ming'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3559851934573342044</id><published>2009-01-25T23:10:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T10:43:36.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Caleg Satu Partai pun Saling Jegal</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ketika Sistim Suara Terbanyak Diberlakukan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SIKAP individualisme ternyata meramah juga ke ranah politik, bahkan juga menimbulkan persaingan tidak sehat dan saling jegal antar sesama calon anggota legislatif pasca diberlakukannya sistem suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan anggota legislatif (anggota dewan) tahun 2009 ini merupakan suatu sejarah penting dalam sistem demokrasi di Indonesia. Sebab, dalam pemilihan kali ini menggunakan pola suara terbanyak. Tidak seperti berpuluh-puluh tahun silam yang memberlakukan sistem nomor urut dan konstituen atau rakyat pemilih hanya memilih lambang partai. Sedangkan yang akan duduk di lembaga legislatif ditentukan oleh partai berdasarkan posisi nomor urut pencalonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, ternyata keputusan Mahkamah Agung ini ajuga membawa perubahan pada sikap dan prilaku elit partai dan para calon anggota partai. Salah satu yang kentara adalah menonjolnya sikap individualisme di kalangan para caleg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terlihat nyata dari cara mereka merebut simpati calon pemilih di daerah pemilihan masing-masing. Kalau selama berpuluh-puluh tahun silam, cara sosialisasi dan merebut simpati warga dilakukan secara bersama-sama dengan lebih menonjolkan lembaga partai masing-masing. Mereka turun serentak ke masyarakat, mengadakan acara, memberi bantuan dan sebagainya. Itu dilakukan secara bersama sehingga terlihat kekompakan antara pengurus partai, calon anggota legislatif dengan para pengurus tingkat lebih rendah, seperti dari pengurus kelurahan, kecamatan serta kader lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi perolehan suara dan kesempatan duduk di lembaga legislatif, lebih menguntungkan bagi calon dengan nomor atas, karena suara yang terkumpul akan dibagi berdasarkan nomor urut calon. Bagi yang memiliki nomor sepatu, jelas akan kecil peluang duduk di dewan, meski pun mereka memiliki suara terbanyak di banding caleg papan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak diberlakukannya sistem suara terbanyak, suasan pun berubah. Kekompakan elit partai dengan para caleg pun mulai memudar. Para berjuang sendiri-sendiri untuk meraih perolehan suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, meski jadwal kampanye belum diberlakukan, namun kampanye terselubung dengan dalih sosialisasi ke masyarakat telah berlangsung. Berbagai baleho, poster, spanduk, mulai dari ukuran kecil hingga besar bertebaran di pelosok negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua alat kampanye itu terpasang, ada yang menempel di dinding-dinding toko dan ruko, di tiang-tiang listrik, terpajang di pinggir jalan, bahkan di kaca mobil, baik pribadi atau pun mobil umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara mereka lakukan secara perorangan. Kalau pun ada yang melakukan secara bersama, biasanya para caleg lebih memilih dengan caleg di tingkatan yang berbeda, ketimbang caleg se daerah pemilihan, meski mereka satu partai. Misalnya caleg kabupaten kota akan bekerja sama dengan caleg provinsi dan DPRD RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang cukup menarik untuk disimak, ternyata berdasarkan kenyataan di lapangan, tidak sedikit para caleg itu yang mengeluh karena terjadinya persaingan tidak sehat antar sesama partai satu daerah pemilihan. Saling timpal, saling robek, dan saling jegal pun terjadi. Kalau itu dilakukan caleg dari partai lain munkin lain cerita, namun ini dilakukan rekan satu partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seorang caleg dari partai A yang atelah memasang spanduk dan gambar merasa terusik akibat ulah caleg lain dari partai A yang merobek dan menimpal gambar baru di atas gambar rekan se partainya di tempat yang sama. Kondisi ini terjadi di beberapa wilayah pemilihan di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebenarnya bisa disiasati dengan berbagai cara, seperti melakukan pemetakan dan bagi wilayah, atau menempelkan di tempat yang sama secara berdampingan. Di sinilah dituntut kedewasaan dari para calon anggota legislatif sebelum duduk di bangku dewan untuk berlaku jujur, sportiv, berani berbuat berani bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan bersama ketimbang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja kita para konstituen di mana saja berada bisa memetik pelajaran dari gambaran demokrasi yang dijalankan para caleg. Semoga para caleg benar-benar mampu menyuarakan aspirasi rakyat. *** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3559851934573342044?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3559851934573342044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3559851934573342044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3559851934573342044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3559851934573342044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/caleg-satu-partai-pun-saling-jegal.html' title='Caleg Satu Partai pun Saling Jegal'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6462208395704249654</id><published>2009-01-25T11:00:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T11:08:40.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Dinginnya Dunia Salju</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvkVlshuTI/AAAAAAAAAls/tXxyo-odbFs/s1600-h/PC210353.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295076846451407154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvkVlshuTI/AAAAAAAAAls/tXxyo-odbFs/s400/PC210353.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kami cukup beruntung bisa dibawa papa menikmati suasan dunia salju. Wau.. dingin kali, lebih dingin pula dibanding suasana diBukittinggi atau Padangpanjang. Ya mungkin begini pula yang dialami sahabat kita di negara yang memiliki empat musim ya,...&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6462208395704249654?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6462208395704249654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6462208395704249654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6462208395704249654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6462208395704249654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/dinginnya-dunia-salju.html' title='Dinginnya Dunia Salju'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvkVlshuTI/AAAAAAAAAls/tXxyo-odbFs/s72-c/PC210353.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2980472425182030569</id><published>2009-01-25T10:53:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T11:08:40.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Suasana Ngalau Indah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXviqAa-kYI/AAAAAAAAAlk/D7016dt8SFw/s1600-h/PC290446.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295074998199685506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXviqAa-kYI/AAAAAAAAAlk/D7016dt8SFw/s400/PC290446.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ini bukan pemandangan relif di dekat rumah atau pun buatan manusia. Tapi ini suasana di dalam Goa Ngalau Indah di Payakumbuh, Sumbar. Selain gelap sehingga kami terpaksa membawa senter, ternyata di dalam goa ini juga ada kehidupan. Ya setidaknya kelelawar yang seleweran dan mengeluarkan suara yang seram. Cocoklah sebagai tempat wisata atau jalan-jalan di waktu libur.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2980472425182030569?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2980472425182030569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2980472425182030569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2980472425182030569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2980472425182030569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/suasana-ngalau-indah.html' title='Suasana Ngalau Indah'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXviqAa-kYI/AAAAAAAAAlk/D7016dt8SFw/s72-c/PC290446.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-739141248280612185</id><published>2009-01-25T10:49:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T11:08:40.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Rumah Adat Minang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvhhfP7Y2I/AAAAAAAAAlc/23PGcKCoX-M/s1600-h/PC290423.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295073752344388450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvhhfP7Y2I/AAAAAAAAAlc/23PGcKCoX-M/s400/PC290423.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Rumah Adat ini, meski sudah lama dan lapuk, ternyata masih dipertahankan sebagai bukti sejarah. Lumbung padinya juga sudah reot. Tapi yang pasti rumah ini tidak lagi ditempati kata Oma dan Ante Ria.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-739141248280612185?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/739141248280612185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=739141248280612185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/739141248280612185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/739141248280612185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/rumah-adat-minang.html' title='Rumah Adat Minang'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvhhfP7Y2I/AAAAAAAAAlc/23PGcKCoX-M/s72-c/PC290423.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3789237440556435664</id><published>2009-01-25T10:44:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T11:08:40.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Gunung Merapi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvgKCozhTI/AAAAAAAAAlU/TtIqXHwrcl8/s1600-h/29122008(009)a.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295072250015483186" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvgKCozhTI/AAAAAAAAAlU/TtIqXHwrcl8/s400/29122008(009)a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Waduh, dingin kali di sini, ya di kawasan Panorama, Bukittinggi. Dari sini selain bisa melihat pemandangan yang indah ke Gunung Merapi dan Singgalang, Ngarai, juga ada taman marga satwa, benteng belanda dan lubang jepang. Yang pasti meski telah pukul 14.00 wib tetap saja dingin. Yamengin saja kebetulan angin lagi berhembus.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3789237440556435664?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3789237440556435664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3789237440556435664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3789237440556435664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3789237440556435664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/gunung-merapi.html' title='Gunung Merapi'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvgKCozhTI/AAAAAAAAAlU/TtIqXHwrcl8/s72-c/29122008(009)a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3003803753962331170</id><published>2009-01-25T10:39:00.003+07:00</published><updated>2009-01-25T11:08:40.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Lubang Jepang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvfFizHuZI/AAAAAAAAAlM/wHxVjjO9qjE/s1600-h/29122008(011).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295071073237711250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvfFizHuZI/AAAAAAAAAlM/wHxVjjO9qjE/s400/29122008(011).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ternyata capek juga masuk ke lubang Jepang yang ada di Bukittinggi. Selain harus turun dan naik tangga yang cukup banyak, lubangnya juga berliku-liku. Wau hebat juga lubang jepang tu ya pa. Tapi ngeri juga, kata Putri, Husnah dan Habibie.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3003803753962331170?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3003803753962331170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3003803753962331170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3003803753962331170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3003803753962331170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/lubang-jepang.html' title='Lubang Jepang'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvfFizHuZI/AAAAAAAAAlM/wHxVjjO9qjE/s72-c/29122008(011).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7400009305158057395</id><published>2009-01-24T10:59:00.011+07:00</published><updated>2009-02-06T14:17:14.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Makin Berisi Makin Merunduk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SYvj6_BAs4I/AAAAAAAAAm0/fwXCUYg1sKw/s1600-h/PC290427.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SYvj6_BAs4I/AAAAAAAAAm0/fwXCUYg1sKw/s400/PC290427.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299579989019112322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ILMU PADI&lt;br /&gt;Ternyata betul, padi itu makin berisi makin merunduk. Seperti yang diajarkan guru kami di sekolah, kata Putri Yuliaswir anakku yang sulung dari tiga bersaudara ketika kami meninjau hamparan sawah dan melihat padi yang sudah menguning, beberapa waktu lalu&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Kata bu guru di sekolah, jadi orang itu haruslah seperti padi, yang makin banyak ilmunya makin santun, makin merendah dan tidak menyombongkan diri, seperti padi inilah. Betulkan pa,'' katanya lagi sambil memperhatikan setangkai padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ia lah. Satu hal lagi yang bisa dipetik dari padi ini adalah, meski setangkai padi memiliki banyak banyak buah. Namun tidak semua nya yang berisi, tentu ada pula yang hampa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvddGH5NwI/AAAAAAAAAks/RWZ7dsZq_Ts/s1600-h/PC290428.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295069278833817346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXvddGH5NwI/AAAAAAAAAks/RWZ7dsZq_Ts/s200/PC290428.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun semua itu tetap memiliki kegunaan. Yang masak menjadi padi, padi digiling jai beras beras dimasak jadi nasi penambah karbohidrat di tubuh manusia. Sedangkan padi yang hampa juga ada gunanya. Ia akan jatuh ke bumi dan itu akan jadi pupuk bagi tanaman lainnya. Artinya, semua orang itu memiliki fungsi masing-masing sesuai takarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jadi orang itu nak, jangan menyombongkan diri. Usahakan kalau ada yang kecil ya,.. dikasihi, sesama besar dijadikan teman dan yang besar dihormati. Semoga jadi amal ibdah kelak nanti. Ya, kan... tentu ia lah..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Selain itu, padi yang tumbuh di sawah itu kalau dipandang akan terlihat seperti bertingkat-tingkat. karena sawah itu pun berpematang ada batasan-batasnnya, tidak rata melulu. Ini mengajarkan kita agar saling hormat menghormati tidak memandang rasa semua orang. Ya itu tadi yang tinggi atau tua atau yang dituakan agar dihormati, sesama besar dijadikan teman dan yang kecil disayangi. *** &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7400009305158057395?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7400009305158057395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7400009305158057395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7400009305158057395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7400009305158057395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/makin-berisi-makin-merunduk.html' title='Makin Berisi Makin Merunduk'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SYvj6_BAs4I/AAAAAAAAAm0/fwXCUYg1sKw/s72-c/PC290427.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5157681760094704531</id><published>2009-01-24T10:21:00.004+07:00</published><updated>2009-02-04T10:45:08.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Di Pekanbaru , Hak Mendapat KTP Dipersulit</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Rakyat Menjerit&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dewan &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;dan&lt;/span&gt; Caleg &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Kenapa&lt;/span&gt; Bungkam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SEJAK beberapa pekan silam sejumlah media massa lokal selalu mengangkat berbagai isu perkotaan yang merupakan bahagian kebijakan Wali Kota yang dianggap tidak popular dan tidak berpihak pada masyarakat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya memperpanjang dan mempersulit birokrasi pembuatan dan perpanjangan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dengan dalih tertib administrasi kependudukan. Merubah rute lalu lintas dengan dalih menertibkan lalu-lintas dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pembuatan KTP misalnya. Saat ini ribuan warga kota yang berasal dari 12 kecamatan di Pekanbaru menjerit sulitnya mendapatkan dan memperpanjang kartu tanda penduduk, sebagai akibat kebijakan Wali Kota Pekanbaru H Herman Abdullah MM yang dijalankan oleh Dinas Pendaftaran Kependudukan dan catatan sipil Distarduk yang saat ini dipegang oleh H M Noer MBS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini jangankan untuk membuat KTP, memperpanjang KTP pun harus memiliki Akte kelahiran. Ini jelas mempersulit warga. Artinya, bagi para pemohon KTP baru yang berusia 16 atau 17 tahun mungkin bisa diberlakukan, namun bagi yang berusia di atas 40 tahun mungkin dianggap yang mengada-ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin bagi para pegawai negeri (PNS) hal itu perlu, karena bisa jadi akan terkait dengan urusan kepegawaian, seperti untuk masa pensinn dan sebagainya, namun tidak bagi masyarakat awam, pedagang, supir, buruh kasar, tukan batu yang juga memiliki hak memperoleh KTP. Bagi mereka tidak ada perlunya memiliki akte kelahiran. Yang terpenting ada dokumen kependudukan, KTP, KK dan sebagainya, terlebih lagi mengurus akte kelahiran memakan waktu dan biaya besar. Sementara kegunaannya bagi mereka tidak terlalu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dipegang Dorman Johan, tertib administrasi kependudukan tetap jadi prioritas. Bahkan proses pelayanan public berjalan lancer. Karena kewenangan diserahkan ke masing-masing kecamatan, karena yang lebih mengetahui tentang warga adalah pihak kecamatan, kelurahan dan RW serta RT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalih tertib administarsi itulah semua proses pembuatan KTP, KK, akte kelahiran, diambil alih oleh Dinas Kependudukan. Jika hal itu mempermudah dan mempelancar proses pelayanan public syukur-syukur. Yang terjadi malah KTP, KK ataupun dokumen kependudukan warga kota Pekanbaru menumpuk dan tidak ditandatangani. Bahkan tidak sedikit yang dikembalikan ke kecamatan, sehingga proses pembuatan KTP dan KK yang menurut undang-undang harus selesai maksimal 14 hari sejak permohonan warga, bias mencapai berminggu-minggu. Ini jelas tidak sesuai lagi dengan yang dimanatkan UU no 23 tentang Adiminstrasi Kependudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pengambilaihan ini ternyata juga membawa dampak terhadap hak-hak warga Negara untuk memilih identitas kependudukan sesuai UU RI No 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan. Akibatnya, selain memakan waktu yang cukup panjangn dan biaya besar, kebijakan ini juga tidak sesuai dengan motto Pemko Pekanbaru yang memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan tidak mempersulit urusan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal system yang dilaksanakan selama ini sudah cukup bagus, tanpa mengurangi persyaratan dan memperpanjang birokrasi pelayanan public, KTP dan KK cukup ditandatangani camat selaku Kepala Kecamatan. Berbeda dengan pola pembuatan KTP secara manual, pembuatan KTP dengan pola Sistem informasi administarsi kependudukan (SIAK) atau dikenal dengan KTP nasional tertutup kemungkinan pembuatan KTP ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sudah terbukti dengan kesulitan mengakses KTP online di masing-masing kecamatan. Karena akan terbaca semua data kependudukan di seluruh Indonesia yang memakai system serupa. Tidak seperti KTP manual yang memakai kartu warna kuning dan KK warna kuning yang hanya didata dan dicatat secara manual di buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kecepatan pelayanan public akan terlihat bahwa proses di kecamatan akan lebih cepat dan mudah dibanding dengan pola terpusat di satu tempat. Karena akan terjadi penumpukan dokumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, jika setiap hari ada sekitar 100 permohonan KTP dan KK, dan itu bisa diselesaikan dalam tempo satu hari oleh camat. Namun kalau dilakukan dan ditandatangani oleh M Noer selaku kepala Dinas Kependukan, satu hari M Noer harus menandatangani dan memeriksa berkas sebanyak 1.200 permohonan KTP KK. Belum lagi Akte kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas sangat mustahil dilakukan dalam satu hari, kecuali M Noer adalah seorang robot atau tidak memiliki keperluan lain, baik dalam hal keperluan rumah tangga, istirahat, rekreasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jumlah data rata-rata pemohon satu hari mencapai 100 atau 1.200 pemohon untuk 12 kecamatan, maka selama sebulan M Noer harus menandatangani 36.000 berkas. Itu pun kalau rangkap satu. Jika berkas itu rangkap banyak, jelas tidak akan terselesaikan, bisa-bisa jadi masalah baru dan berkas data kependudukan warga akan jadi tumpukan kertas yang tidak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, sebelum membuat kebijakan seharusnya aparat terlebih dahulu melakukan studi kelayakan, untung ruginya, baik buruknya dan jangan hanya berorientasi pada pemasukan kas daerah dari pajak dan retribusi belaka. Jika ini yang terjadi, tidak ada artinya penghargaan yang diterima wali kota selama ini tentang system pelayanan publik yang baik. Dan penghargaan itu akan menjadi sebuah pembohongan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa solusinya?&lt;br /&gt;Tinggal nawaitu dan rasa kepercayaan dengan menyerahkan sebagian kewenangan Pemko ke kecamatan. Artinya, meski dalam pembuatan KTP tetap memakai nama Kepala Dinas Kepenudukan dan Catatan Sipil, tapi roses tetap cukup di tingkat kecamatan. Ya, .. seperti yang dilakukan di Indragiri Hilir lah. Dalam KTP tetap ada tanda tangan Kepala dinas dan Stempel basah, tapi proses cukup di lakukan di kecamatan dan laporan mobilitas penduduk harus ada setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir yang perlu jadi renungan bersama, Setiap kerja yang bisa dipercepat kenapa harus diperlambat, bisa diselesaikan secara mudah kenapa harus dipersulit. Namun tentunya tetap memperhatikan persyaratan-persyaratan yang lengkap.*** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5157681760094704531?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5157681760094704531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5157681760094704531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5157681760094704531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5157681760094704531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/di-pekanbaru-hak-mendapat-ktp.html' title='Di Pekanbaru , Hak Mendapat KTP Dipersulit'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1769860153109893425</id><published>2009-01-21T23:42:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T10:46:12.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Bupati Kampar Perjuangkan Daerah Terisolir</title><content type='html'>Datangi Menhut, Buka Jalan Tembus di Hutan Lindung&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENTERI Kehutanan MS Kaban merespon positif aspirasi masyarakat melalui Pemkab Kampar tentang harapan untuk memperoleh izin membuka akses jalan untuk daerah terisolir di Kamparkiri Hulu dan XIII Kotokampar yang melalui hutan kawasan Marga satwa. &lt;br/&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br/&gt;Kabag Humas Pemkab Kampar Nasruni SIP kepada Riau Pos mengatakan bahwa respon positif tersebut terungkap ketika Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM melakukan ekspos di ruang kerja Menhut di Gedung Manggala Wana Bhakti Dephut RI di Jakarta, Rabu (21/1). Turut hadir bersama Bupati menghadap Menhut yaitu Kadis Kehutanan Kabupaten Kampar Ir Mawardes dan Kadis Bina Marga H Azmi ST MT, Camat Kampar Kiri Hulu Drs H Muslim,  staf Dishut kampar Ir H Bustan serta staf Bina Marga  Kabupaten Kampar &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam kesempatan tersebut menteri sangat memahami apa yang menjadi keinginan masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri dan Kecamatan XIII koto Kampar, akibat status hutan lindung ini, telah menyebabkan tingkat kemiskinan masyarkat di dua Kecamatan tersebut cukup tinggi. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Untuk itu, Menhut mengintruksikan kepada Dirjen BPKH Dephut RI Ir Sutrisno MM agar  segera mengirimkan tim untuk mengecek langsung ke lapangan. Mehut sangat berkeinginan juga dapat berkunjung ke daerah tersebut paling lambat akhir bulan Januari ini. ‘’Kita berupaya mencari celah yang  memungkinkan untuk mewujudkan apa yang diperjuangkan Bupati kampar agar kawasan tersebut dapat terbuka dan dibangun sarana jalan, asalkan masyarakat dan Camat mempunyai komitmen yang jelas bahwa kawasan tersebut tidak akan terganggu akibat dibangunnya jalan masyarakat ini,’’ungkap Menhut dengan tegas. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebelumnya, Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin dalam pengantarnya kepada Menhut menyampaikan harapan dan keinginan masyarakat dan Pemkab Kampar agar Pemerintah Pusat dapat segera memberi izin pembukaan akses jalan di kawasan Hutan Marga satwa. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bupati menyampaikan kepada Mehut betapa  kondisi sulit yang dihadapi masyarakat di Kecamatan kampar Kiri Hulu dan Kec.XIII koto Kampar, akibat status lahan ini, dan berharap Menteri dapat secara langsung berkunjung ke kawasan tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sementara itu Camat Kampar Kiri Hulu Drs H Muslim menyatakan kepada Menhut bahwa pihaknya bersama masyarakat mempunyai komitmen yang kuat menjaga kelestarian hutan di daerahnya, bahkan siap membuat pernyataan secara tertulis kepada Menteri asal pemerintah pusat dapat memberi izin kepada Pemkab kampar untuk membangunan sarana jalan dikawasan ini.(why)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1769860153109893425?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1769860153109893425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1769860153109893425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1769860153109893425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1769860153109893425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/bupati-kampar-perjuangkan-daerah.html' title='Bupati Kampar Perjuangkan Daerah Terisolir'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4198235130272325820</id><published>2009-01-21T23:21:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T11:09:11.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Pejabat Riau Tuntut Pembangunan Infrastruktur</title><content type='html'>GUBERNUR Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP didampingi Wagubri Drs HR Mambang Mit, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dan Kepala Bappeda Riau Drs Emrizal Pakis MM, diterima Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (21/1). Gubri Rusli dan rombongan mengusulkan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Riau kepada Wapres JK.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Pembangunan infrastruktur di Riau, apakah jalan, jembatan, pelabuhan, litrik, air bersih dan lainnya menjadi sesuatu yang sudah sangat mendesak di Riau. Kita harus upayakan semaksimal mungkin,” ucap Gubri Rusli seperti dilaporkan wartawan Riau Pos Erisman Yahya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menerima Gubri dan rombongan, Wapres JK didampingi Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menkeu Sri Mulyani, Menakertrans Erman Suparno dan Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu Mardiasmo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusli menegaskan, bila pembangunan infrastruktur di Riau tidak digesa, maka Riau akan sulit mengejar ketertinggalannya dalam berbagai bidang pembangunan. “Bayangkan, saat ini begitu luasnya sawit di Riau. Dari seluruh kebun kelapa sawit yang ada di Indonesia, sekitar 30 persennya ada di Riau. Tanpa infrastruktur yang memadai, ini tidak akan membawa manfaat yang berarti bagi masyarakat. Itu baru sawit, belum yang lain. Makanya, pembangunan infrastruktur ini menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegas Gubri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, sambung Gubri lagi, pihaknya sudah mengusulkan sejumlah proyek sektoral kepada Wapres JK. Diharapkan, proyek-proyek tersebut bisa dianggarkan dalam APBN 2009 ini. “Kita sangat berharap dukungan dari pemerintah pusat. Riau ke depan harus menjadi ikon sekaligus billboard bagi bangsa ini, karena Riau itu berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga yang sudah lebih dulu maju dari Indonesia,” ulas Ketua DPD Golkar Riau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusli juga meyakini bahwa hanya dengan pembangunan infrastruktur isolasi bisa dibuka dengan demikian, angka kemiskinan juga bisa ditekan. “Kita targetkan, minimal dalam satu tahun itu kita bisa menekan angka kemiskinan 1 persen di Riau itu. Jadi, kalau penduduk Riau itu sekitar 5 juta orang, maka sekitar 50 ribu orang per tahun harus keluar dari lingkaran kemiskinan,” tekadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya wartawan, soal minimnya DIPA Tahun 2009 yang diterima Riau, yakni hanya Rp6,5 triliun, Gubri Rusli mengatakan bahwa ini menjadi salah satu agenda perjuangannya. “Itulah sebabnya, kita meminta dan mendesak pemerintah pusat agar menambah DIPA Riau. Kita harapkan nanti ada revisi dan ada tambahan dana untuk Riau,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Gubri Rusli juga mengaku mendesak pemerintah pusat agar tidak lagi menjadikan dana bagi hasil (DBH) sebagai pengurang bagi penerimaan dana alokasi umum (DAU) Riau. Sebab seperti diketahui, sesuai dengan UU No 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, DBH menjadi salah satu berkurangnya DAU Riau. “Jadi, kita meminta agar pemerintan merubah formula yang selama ini diterapkan. Akibat formula itu, tahun ini Riau hanya menerima DAU sebesar Rp2,2 triliun. Ini sangat kecil dan sangat tidak memadai,” kata Gubri yang dikuatkan Emrizal Pakis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang tanggapan Wapres, Gubri mengatakan sangat positif. “Beliau sangat mendukung apa yang kita sampaikan. Beliau juga sangat menginginkan agar daerah-daerah itu berkembang, karena dengan begitu Indonesia ini akan maju,” pungkas Gubri.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4198235130272325820?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4198235130272325820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4198235130272325820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4198235130272325820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4198235130272325820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/pejabat-riau-tuntut-pembangunan.html' title='Pejabat Riau Tuntut Pembangunan Infrastruktur'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8541319878090236712</id><published>2009-01-19T23:05:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T16:53:12.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>12 Tokoh Melayu Terima Penghargaan</title><content type='html'>SEBANYAK 12 orang tokoh Melayu di Nusantara yang gigih memperjuangkan dan mempertahankan nilai-nilai kebudayaan Melayu--agar tak Melayu hilang di Bumi mendapat penghargaan dari Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu yang membawahi portal MelayuOnline.com. Penyerahan penghargaan itu akan dilangsungkan Selasa (20/1/2009) malam di Gedung Societet Military Taman Budaya Yogyakarta Jalan Sriwedari No 1 Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan tersebut patut diapresiasi secara luas, oleh rakyat se-antero negeri ini. Setidaknya merupakan amal ibadah bagi para pejuang-pejuang Melayu, baik yang terdahulu maupun sekarang dan ke depan. Sebab Melayu memiliki sejarah panjang dan kebudayaan besar, tidak hanya pada sekarang saja, tapi jauh sebelumnya--beribu-ribu tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bagi para tokoh Melayu yang salah satunya adalah H Rida K Liamsi, yang juga seniman, budayawan, tokoh pers. Salam hormat juga tertuju pada para tokoh Melayu lainnya, semoga akan bermunculan tokoh-tokoh Melayu muda di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Selamat tertuju kepada:&lt;br /&gt;1. Tennas Efendi sebagai tokoh Melayu yang menggali dan mengem   &lt;br /&gt;bangkan kearifan lokal Melayu. &lt;br /&gt;2. H Sulaiman sebagai penggagas pendirian dan pewakaf tanah &lt;br /&gt;museum Melayu&lt;br /&gt;3. Dra Hj Septina Primawati Rusli sebagai penggiat dokumentasi &lt;br /&gt;dan publikasi budaya Melayu&lt;br /&gt;4. Prof Dr Ding Choo Ming sebagai peneliti dan penggagas digita&lt;br /&gt;lisasi sejuta pantun Melayu&lt;br /&gt;5. Dra Hj Suryatati Amanan sebagai pembuat kebijakan pemerintah &lt;br /&gt;yang berorientasi pada pengembangan budaya Melayu&lt;br /&gt;6. Tengku Lukman Sinar sebagai Sejarawan yang konsisten mengkaji &lt;br /&gt;sejarah kebudayaan Melayu&lt;br /&gt;7. H Abang Bimien Thaha sebagai tokoh Melayu penggerak semangat &lt;br /&gt;multikuturalisme di Kalimantan Barat&lt;br /&gt;8. Aida Ismed sebagai pendorong kehidupan berkesenian Melayu di &lt;br /&gt;Kepulauan Riau&lt;br /&gt;9. Dr Ubenzia sebagai pelestari tradisi lisan Melayu&lt;br /&gt;10.Rida K Liamsi sebagai sastrawan Melayu dan penggagas ekonomi &lt;br /&gt;kerakyatan Melayu&lt;br /&gt;11.Sutardji Calzoum Bachri sebagai pembaharu kesusastraan Melayu &lt;br /&gt;12.Drs Suryadi MA sebagai peneliti teks Melayu kuno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kompas sebagai mass media yang peduli pada warisan budaya &lt;br /&gt;Melayu&lt;br /&gt;14. Metro Tv sebagai mass media yang aktif mempublikasikan wari&lt;br /&gt;san budaya Melayu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8541319878090236712?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8541319878090236712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8541319878090236712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8541319878090236712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8541319878090236712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/12-tokoh-melayu-terima-penghargaan.html' title='12 Tokoh Melayu Terima Penghargaan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2220935847825472909</id><published>2009-01-19T22:24:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T16:53:12.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Sekolah di Riau Perlu Pembenahan</title><content type='html'>Tanggapan Statemen Wardiman Djojonegoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARAN mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof DR Ing H Wardiman Djojonegoro agar Pemprov Riau, dalam hal ini Dinas Pendidikan, menerapkan standar yang berlaku di Singapura dan Malaysia pada pelaksanaan ujian nasional (UN), sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Riau ada baiknya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak harus serta merta ide tersebut langsung dilaksanakan, meski pun yang menyampaikan sekaliber Wardiman—seorang tokoh pendidikan yang juga mantan menteri pendidikan. Jika hal itu dilaksanakan, bisa-bisa para pelajar Riau menjadi korban ide mantan menteri, karena tidak sesuainya standar yang mereka jalani selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, berdasarkan teori dan praktik, kualitas pendidikan di tanah air sangat dipengaruhi banyak faktor. Baik internal maupun eksternal. Baik sarana dan pra sarana maupun kurikulum yang diberlakukan, tenaga pendidik, lingkungan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang infrastruktur misalnya, Riau sampai saat ini masih harus berpikir panjang dalam pemenuhan infrastruktur pendidikan. Kualitas pendidikan tidak bisa hanya bisa berdasarkan kualitas satu dua sekolah vaporit saja, tapi harus berlaku menyeluruh. Artinya selagi infrastruktur sekolah belum terpenuhi, baik yang ada di perkotaan terlebih lagi di pedesaan di Riau, bisa dipastikan kualitas pendidikan masih belum memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, berdasarkan realitas di lapangan, tidak sedikit bangunan sekolah di kota-kota di Riau yang sudah reot, terlebih lagi di pedesaan. Kondisi ini diperparah lagi banyaknya sekolah yang belum memiliki fasilitas lengkap, seperti laboratorium, listrik, media pendidikan, buku paket dan sebagainya, sehingga sulit untuk melakukan pengembangan-pengembangan metoda pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, Wardiman Djojonegoro mungkin berdasarkan asumsi bahwa Riau berpeluang meningkatkan mutu pendidikan karena negeri ini merupakan negeri kaya, di bawah minyak di atas minyak. Padahal kekayaan yang melimpah ruah itu lebih banyak dinikmati pihak luar dengan cara menyumbangkan ke negara. Sementara dana yang dikembalikan pusat ke negeri Lancangkuning ini sangat minim dari perkiraan semula. Ini terbukti dengan kecilnya DIPA Riau 2009 provinsi tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naif rasanya bagi Riau hanya mendapatkan porsi kue yang kecil dibanding daerah lain yang kurang memberikan kontribusi terhadap negara. Saatnya pula, semula elemen yang ada di daerah ini menyatu padu memperjuangkan kepentingan rakyat Riau. Tentunya demi kebahagiaan anak-anak dan cucu kita di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu, baru dari segi kelengkapan fasilitas. Di bidang kurikulum misalnya, keberadaan pendidikan tidak hanya di Riau, tapi juga menyeluruh seantero republik ini masih perlu mendapat perhatian serius. Tidak cukup hanya dengan memposisikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN atau APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan kurikulum yang berkesinambungan sangat menentukan kemajuan dan kualitas pendidikan anak negeri ini. Selama ini faktor kurikulum selalu jadi batu sandungan dalam proses pendidikan, baik secara nasional, regional maupun di level terendah seperti sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita di lapangan terlihat bahwa, setiap ganti pejabat menteri, ganti pula kebijakan dan itu pun terjadi di dunia pendidikan. Ibarat pepatah, ‘’sekali gelombang pasang, sekali itu pula tepian berubah’’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kurikulum pendidikan yang pernah dilaksanakan di republik ini, misalnya, kurikulum 68, kurikulum 75, kurikulum 1984, kurikulum 2004, hingga saat ini kurikulum KTSP dan sebagainya. Yang lebih parahnya sejak era reformasi, hampir setiap lima tahun tukar kurikulum. Belum yang satu berjalan, sudah datang kurikulum baru. Ini jelas berpengaruh besar terhadap pencapaian tujuan pendidikan, baik secara nasional maupun tujuan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, persoalan kurikulum ini tidak saja menyangkut materi pelajaran atau garis-garis besar pembelajaran belaka, tapi juga kesiapan guru, murid, ketersediaan buku paket, media pembelajaran dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai solusi, ada baiknya para pengambil kebijakan soal pendidikan di negeri ini memikirkan sistem pendidikan yang berkesinambungan dengan kurikulum yang terencana secara matang untuk jangka panjang, seperti halnya yang dilakukan di era Orde Baru. Ini tentunya juga diikuti dengan penyediaan buku paket secara nasional yang terkoordinir, sehingga orang tua murid tidak lagi dipusingkan dengan pembelian buku paket yang tidak seragam dan setia semester bertukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pendidikan anak negeri di republik bisa menikmati pendidikan murah secara massal, lebih berkualitas dan mampu bersaing dengan para siswa lain di negara tetangga.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2220935847825472909?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2220935847825472909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2220935847825472909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2220935847825472909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2220935847825472909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/sekolah-di-riau-perlu-pembenahan.html' title='Sekolah di Riau Perlu Pembenahan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5826453846780703135</id><published>2009-01-18T15:39:00.002+07:00</published><updated>2009-01-18T15:43:43.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Salami Komisaris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLrAhRw97I/AAAAAAAAAh4/k-S29-0BlpY/s1600-h/00-HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(37).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLrAhRw97I/AAAAAAAAAh4/k-S29-0BlpY/s400/00-HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(37).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292550906279163826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;CEO Riau Pos Grup H Rida K Liamsi menyalami Komisaris Riau Pos Drs H Asparaini Rasyad, di sela-sela mendengarkan ceramah pada cara HUT ke-18 Riau Pos, Sabtu 17 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5826453846780703135?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5826453846780703135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5826453846780703135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5826453846780703135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5826453846780703135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/salami-komisaris.html' title='Salami Komisaris'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLrAhRw97I/AAAAAAAAAh4/k-S29-0BlpY/s72-c/00-HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(37).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3127661248036642263</id><published>2009-01-18T15:34:00.002+07:00</published><updated>2009-01-18T15:43:43.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Rieke Terima Nasi Tumpeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLp3_qOelI/AAAAAAAAAhw/lwRXS519xWs/s1600-h/00-HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(71).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLp3_qOelI/AAAAAAAAAhw/lwRXS519xWs/s400/00-HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(71).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292549660304374354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Rieke, salah seorang karyawan Riau Pos, menerima nasi tumpeng dari CEO Riau Pos H Rida K Liamsi disaksikan karyawan lainnya, Sabtu 17 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3127661248036642263?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3127661248036642263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3127661248036642263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3127661248036642263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3127661248036642263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/rieke-terima-nasi-tumpeng.html' title='Rieke Terima Nasi Tumpeng'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLp3_qOelI/AAAAAAAAAhw/lwRXS519xWs/s72-c/00-HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(71).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1726892744685450743</id><published>2009-01-18T15:30:00.001+07:00</published><updated>2009-01-18T15:43:43.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Menyatu dengan Karyawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLpDuG8rUI/AAAAAAAAAho/BIw9Z1BGYYc/s1600-h/HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(29).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLpDuG8rUI/AAAAAAAAAho/BIw9Z1BGYYc/s400/HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(29).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292548762239806786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;CEO Riau Pos H Rida K Liamsi menyatu dengan karyawan dalam rangka HUR ke-18 Riau Pos yang digelar di kantor Riau Pos Pekanbaru, Sabtu 17 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1726892744685450743?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1726892744685450743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1726892744685450743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1726892744685450743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1726892744685450743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/menyatu-dengan-karyawan.html' title='Menyatu dengan Karyawan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLpDuG8rUI/AAAAAAAAAho/BIw9Z1BGYYc/s72-c/HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(29).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8194299024939491051</id><published>2009-01-18T15:25:00.001+07:00</published><updated>2009-01-18T15:43:43.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Sambutan Pak Rida</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLnyTShdcI/AAAAAAAAAhg/EE9jIqpGQS4/s1600-h/HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(20).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLnyTShdcI/AAAAAAAAAhg/EE9jIqpGQS4/s400/HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(20).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292547363471193538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;CEO Riau Pos H Rida K Liamsi menyampaikan sambutan saat digelarnya zikir bersama, dalam rangka HUT ke18 Riau Pos di kantor Riau Pos, Pekanbaru, Sabtu 17 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8194299024939491051?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8194299024939491051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8194299024939491051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8194299024939491051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8194299024939491051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/sambutan-pak-rida.html' title='Sambutan Pak Rida'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLnyTShdcI/AAAAAAAAAhg/EE9jIqpGQS4/s72-c/HUT+Ripos+18+dan+Zikir_SAIDMUFTI+(20).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4522205323049363854</id><published>2009-01-18T15:11:00.003+07:00</published><updated>2009-01-18T15:43:43.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Tanda Syukur HUT ke 18 Riau Pos</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLlh-t0z3I/AAAAAAAAAhY/BqSJ5xccN1g/s1600-h/00-ultah.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLlh-t0z3I/AAAAAAAAAhY/BqSJ5xccN1g/s400/00-ultah.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292544884047400818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANDA SYUKUR:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; Selain melakukan zikir bersama, CEO Riau Pos H Rida K Liamsi pun memotong nasi tumpeng sebagai tanda syukur HUT ke-18 Riau Pos. Nasi tersebut pun diserahkan kepada karyawan Riau Pos Asnida Syukur, pada Sabtu 17 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4522205323049363854?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4522205323049363854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4522205323049363854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4522205323049363854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4522205323049363854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/tanda-syukur-hut-ke-18-riau-pos.html' title='Tanda Syukur HUT ke 18 Riau Pos'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXLlh-t0z3I/AAAAAAAAAhY/BqSJ5xccN1g/s72-c/00-ultah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2013363246800134085</id><published>2009-01-18T00:10:00.003+07:00</published><updated>2009-01-18T15:43:59.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Riau Pos 17-januari 1991-2009</title><content type='html'>&lt;strong&gt;‘’Kita harus Menguasai Riau. Riau Pos Harus Besar’’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;‘’Hari&lt;/strong&gt; ini kertas kita sudah menipis. Esok lusa belum tentu bisa terbit, kalau kertas tak ada,’’ kata Pak Rida, bos Riau Pos sekitar 17 tahun silam, tepatnya ketika Riau Pos masih bermarkas di perempatan Jalan Cempaka-Teratai.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Ril, berangkatlah engkau nanti malam (lupa hari dan tanggalnya) ke Padang, beli kertas, ini uang. Aku tak tahu caranya, yang penting ngkau bawa kertas pakai truk untuk cetak Koran kita. Besok kertas habis,’’ katanya lagi sambil menyodorkan setumpuk uang kertas kepada saya siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Engkau carilah kertas di Haluan, Singgalang atau Canang. Pokoknya kau bawa kertas, Ku tunggu. Coba juga cari kawan awak di situ untuk koresponden di Sumbar, awak kan tahu Sumbar,’’perintahnya. –Sebab, sebelum bergabung dengan Riau Pos, saya pernah di Harian Singgalang, Padang sambil kuliah di IKIP Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun berangkat menggunakan bus AKAP dan berhenti di Tabing  menuju Mingguan Canang dan selanjutnya ke Haluan dan Singgalang. Di sana saya jumpa dengan Jef--Jayusdi Effendi – salah seorang wartawan Canang di Padang--Kini bosnya Pos Metro Padang dan mengajaknya bergabung sebagai koresponden Riau Pos di Sumbar. Selain itu juga jumpa dengan Afrimen dan M Sibert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan Riau Pos pun masuk ke Sumbar. Kalau sebelumnya Koran Sumbar yang merambah pasar Riau, kini Grup Riau Pos berjaya di sana. Bahkan selain mendirikan Koran Padang Ekspres di Padang juga berdiri televisi yang juga di bawah bendera Riau Pos Grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sulitnya menerbitkan Koran Riau Pos masa itu. Ketika itu harian tidak ada yang terbit di Riau, kalau pun ada yang beredar, masih Koran dari luar, seperti Haluan, Singgalang, Semangat, serta sejumlah Koran dari Sumut dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk menjual Koran, kertas untuk membuat Koran itu pun sering kurang. Tidak seperti saat ini, stok kertas selalu ada, belum habis, perusahaan sudah mendatangkan stok kertas, sehingga hampir tidak pernah kertas di Riau Pos mengalami kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang ditanamkan pak Rida ketika itu untuk menumbuhkan kebersamaan, setiap karyawan harus bisa menjual koran., melalui tetangga, kenalan, nara sumber dan sebagainya.  Dan yang terpenting lagi adalah bagaimana menanamkan kepercayaan pembaca, terutama nara sumber bahwa Riau Pos merupakan Koran harian satu-satunya di Riau, ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kita harus menguasai Riau. Riau Pos harus besar, Koran lain harus keluar,’’ kata Rida K Liamsi memompa semangat juang kawan-kawan dalam suatu rapat redaksi di ruang atas Ruko di perempatan Jalan Cempaka-Teratai tahun 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dilakukan secara bersama tanpa harus memikirkan imbal usahanya. Sebab, jangankan untuk imbal usaha, bayar gaji karyawan pun ketika itu masih sulit. Gaji karyawan senilai Rp50.000 pun terkadang dibayarkan pada tanggal 45, bahkan juga ada yang tanggal 60. Mungkin kawan-kawan yang masuk kemudian tak percaya, tapi itulah adanya. Sekarang tentu tidaklah demikian lagi, bahkan sejumlah karyawan pun telah menduduki posisi penting di perusahaan dan anak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era 1990-an, memang merupakan masa sulit bagi Riau Pos, karena selain keterbatasan modal ketika itu, tempat pun masih pindah-pindah. Bahkan peralatan yang digunakan pun ala kadarnya dan melakukan monting secara manual. Untuk membuat halaman Koran, dengan sembilan kolom harus dilakukan secara manual ketika itu. Bahan berita yang telah siap dibuat wartawan dan diedit redaktur harus dicetak panjang satu kolom dan setelah itu baru dipotong-potong dan disusun di atas kertas menjadi sembilan kolom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memerlukan kejelian, agar tidak ada kalimat yang terpotong, terbuang atau salah letak, itu pun korannya masih hitam putih. Tidak seperti sekarang yang dilakukan secara komputerisasi, semua di lay out di dalam computer. Bahkan setelah dilay out pun langsung di cetak ke dalam plat, tidak lagi menggunakan film apalagi kalkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dilakukan dengan modal ketekunan, kebersamaa dan keyakinan. Sehingganya secara perlahan Riau Pos pun mulai menampakkan jati dirinya dan dipercaya masyarakat. Bahkan selain mampu menguasai pasar media massa di lima provinsi di Sumatera (Riau-Kepulauan Riau-Sumbar, Sumut dan Aceh), Riau Pos pernah melakukan cetak jarak jauh ke Batam, sebagai ganti rencana pembelian heli kopter untuk menjangkau pasat di kepulauan masa itu. Yang pasti, dari sebuah koran hitam putih sembilan kolom, kini Riau Pos telah memiliki lebih 25 anak perusahaan, baik media cetak maupun elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski itu hanya sekelumit cerita yang  telah berusia belasan tahun dan merupakan sejarah masa lalu, namun  tidak ada salahnya untuk diingat. Setidaknya sebagai renungan dalam rangka 18 tahun usia Riau Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Riau Pos&lt;br /&gt;Selamatkan Riau Pos&lt;br /&gt;Agar tetap terdepan percaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2013363246800134085?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2013363246800134085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2013363246800134085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2013363246800134085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2013363246800134085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/riau-pos-17-januari-1991-2009.html' title='Riau Pos 17-januari 1991-2009'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8437847229442533050</id><published>2009-01-12T23:18:00.001+07:00</published><updated>2009-01-13T15:17:40.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Hampir Seluruh Desa di Riau Tertinggal</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Perlu Dana Besar Untuk Membenahi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;MESKI telah 64 tahun mendeka dan hidup di negeri kaya, namun kenyataan hampir seluruh desa yang ada di Riau masih tertinggal. Untuk membenahi ketertingalan itu perlu dana yang besar. Dan ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan pusat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT) Ir Lukman Edy yang meninjau Desa Batu Sangan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu—salah satu desa tertinggal Riau, Senin (12/1/2009) desa-desa tertinggal yang ada di Riau merupakan bahagian dari 37 ribu desa tertinggal di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih bekerja keras untuk mengurangi jumlah desa tertinggal tersebut. Desa tertinggal tersebut diupayakan untuk menyamai desa yang lebih maju. Misalnya desa yang kebutuhan dasarnya belum terpenuhi seperti tidak tersedia jaringan listrik, jalan desa, gedung sekolah dibawah standar, rumah layak rendah. ‘’Soal fasilitas dasar adalah tanggungjawab pemerintah, jangan lagi dibebankan kepada masyarakat,’’ sebutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edy, desa tertinggal di Riau perlu perhatian bukan hanya pemerintah daerah namun juga pemerintah pusat harus mensuport anggaran untuk Riau. Sehingga dengan komitmen dari pemerintah diharapkan secara bertahap tidak ada lagi desa tertinggal di Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Dalam rapat dengan Menteri selalu saya paparkan kondisi daerah tertinggal termasuk di Riau. Namun karena Riau dianggap Provinsi kaya jadi bahan pertanyaan. Tapi setelah saya jelaskan bahwa di Riau memang masih banyak pembangunan yang tertinggal, akhirnya mereka memahami apa yang dirasakan oleh masyarakat Riau sebagai penyumbang devisa ke pusat,’’ ulasnya, seperti dilaporkan wartawan Riau Pos Lismar Sumirat dari Kampar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk mempercepat pembangunan desa tertinggal di daerah Riau, Kementerian Meneg PDT bekerjasama dengan Bappeda Provinsi Riau, akan menyusun blue book kemiskinan di Riau . ‘’Selalu saya katakan setiap kesempatan berkunjung ke Riau, kita perlu meningkatkan kebersamaan untuk merebut kue pembangunan dari Pemerintah Pusat. Pemerintah pusat harus banyak memberi bantuan supaya desa di Riau bisa maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Di Riau daerah termasuk kategori tertinggal adalah Kuansing dan Rohul. Namun kalau desanya, hampir merata setiap kabupaten termasuk kota ada desanya yang tertinggal,’’ ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri termuda asal Riau ini menyebutkan Riau selama ini sudah jauh tertinggal dibandingkan daerah penghasil SDA lainnya. Baru sekitar 10 tahun terakhir belakangan ini sejak otonomi daerah, Riau diberi kesempatan membangun daerahnya. Artinya Riau selama ini bisa jauh lebih maju bila diberi kepercayaan untuk memimpin dan menguasai daerahnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Ini kenyataannya, dari segi pemasukan memang penyumbang terbesar, tapi dari segi kue APBN masih sangat kurang. inilah saya kira dengan keseriusan kita harus merebut porsi lebih besar untuk Riau,’’ katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajak Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota mengesa pembangunan pedesaan sehingga kedepan masyarakat miskin di pedesaan bisa hidup seperti masyarakat lainnya.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8437847229442533050?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8437847229442533050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8437847229442533050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8437847229442533050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8437847229442533050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/hampir-seluruh-desa-di-riau-tertingal.html' title='Hampir Seluruh Desa di Riau Tertinggal'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6210191216494774871</id><published>2009-01-12T21:19:00.001+07:00</published><updated>2009-01-12T21:21:34.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>100 Praja IPDN Mulai Belajar di Riau</title><content type='html'>SEBANYAK 100 orang mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Regional Wilayah Riau sejak Senin (12/1/2009) memulai perkuliahan di Riau. Kuliah perdana langsung diberikan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP. Perkuliahan yang sama juga dilakukan di IPDN Bukittinggi dan IPDN Manado.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadir juga dalam acara itu Rektor IPDN Prof Dr Hj Ngadisah MA, bupati/walikota di Riau seperti Walikota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah, Walikota Dumai Zulkifli AS, Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad, Bupati Indragiri Hulu Zulkifli AS dan sejumlah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai tenaga pendidik antara rektor IPDN dengan rektor Universitas Riau (Unri) Prof Ashaluddin Jalil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor IPDN Prof Dr Hj Ngadisah MA, mengatakan tenaga pendidik yang akan mengajar mahasiswa IPDN itu harus memiliki standar yang sama dengan tenaga pendidik di kampus IPDN yang ada di Jatinangor. Ini penting dilakukan agar mutu dan kualitas pendidikan kampus IPDN regional Riau ini bisa terjaga dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diingatkan juga kepada praja untuk giat belajar dengan sebaik-baiknya dan mengembangkan budaya asah, asih dan asuh, sehingga kebersamaan itu senantiasa terbina dan tindak kekerasan bisa dihindarkan. ‘’Kekerasan harus dihilangkan, jangan kembangkan lagi budaya itu,’’ ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi &lt;br /&gt;Ia juga menyatakan bahwa Depdagri akan terus memberikan evaluasi dari perjalanan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) regional Riau. Evaluasi itu tidak hanya dilakukan di kampus Riau akan tetapi juga di kampus lainnya seperti di Bukit Tinggi, Mekasar dan Menado. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengawasan yang ketat juga akan dilakukan pihaknya. Ia mengatakan, pihaknya tidak berjanji terkait tindak kekerasan karena karena kewenangan dan kebijakan sistem pendidikan IPDN  ada pada menteri dalam negeri. Dirinya  hanya mengemban tugas dan menjaga supaya kekerasan tidak terulang, kurikulum bisa dilaksanakan dengan baik dan mahasiswa bisa belajar dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Tidak ada perlakuan khusus untuk mahasiswa yang berasal dari Riau, standarnya sama dengan regional lainnya. Semuanya akan belajar selama empat tahun ini dan selanjutnya bisa kembali ke daerah masing-masing atau ke daerah lainnya,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, lanjutnya tindak kekerasan yang sering terjadi di kampus IPDN beberapa waktu lalu harus dihentikan sama sekali. ‘’Ingat mengapa kampus regional ini didirikan tujuannya untuk memutuskan mata rantai kekerasan yang dilakukan oleh para senior,’’ ujarnya lagi.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6210191216494774871?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6210191216494774871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6210191216494774871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6210191216494774871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6210191216494774871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/100-praja-ipdn-mulai-belajar-di-riau.html' title='100 Praja IPDN Mulai Belajar di Riau'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5189621013654964742</id><published>2009-01-12T20:50:00.000+07:00</published><updated>2009-01-12T20:58:26.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Jangan Malu Bicara Miskin</title><content type='html'>HAMPIR tiap hari dalam sepekan belakangan sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronika yang ada di daerah ini membahas tentang rendahnya alokasi dana untuk Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) Riau. Bahkan berbagai komentar pun bermunculan. Ada lempatr kesalahan, saling tuding, saling sikut dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang, (DIPA) Provinsi Riau tahun 2009 yang hanya sebesar Rp6,5 triliun itu sangat tidak seimbang dengan slogan yang selama ini disandang bumi Melayu ini sebagai daerah kaya dan memberi kontribusi besar terhadap republik ini. Bahkan bila dibandingkan dengan provinsi lain seperti Sumbar, Jambi, Sumut dan lainnya, pun sangat tidak proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apatah daya, nasi telah menjadi bubur untuk DIPA tahun 2009 ini yang merupakan hasil Rakorbangnas itu. Yang perlu dilakukan para pejabat, jangan lagi saling tuding, lempar kesalahan dan saling berkomentar, tapi carilah solusi terbaik, dan mempelajari, kenapa Sumbar, Jambi, Sumut bisa lebih besar mendapatkan alokasi anggaran pusat itu dibanding Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa faktor yang perlu jadi perhatian adalah, perlunya aparatur atau pejabat Riau membuka jaringan ke pusat. Kalau perlu, sejumlah pejabat startegis yang selama ini mampu berkuasa di daerah sesuai bidangnya diupayakan menduduki posisi staregis di pusat dan berjuang untuk daerah. Untuk itu memang perlu lobi-lobi yang meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah, pejabat daerah serta semua komponen masyarakat di Riau berani mengkampanyekan negeri ini miskin. Sehingga mengundang keprihatinan pihak lain. Artinya, dalam setiap iven, jangan lagi bicara bahwa negeri ini kaya, sehingga hasil buminya selalu dikuras dan menjadi ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerja besar ini tentu tidak hanya jadi tugas eksekutif belaka, tapi juga legislatif, bahkan kalau perlu melibatkan semua partai untuk bersatu-padu mengkampanyekan negeri ini miskin. Dan jangan pula menjadikan ini sebagai bahan olok-olokan antar partai dan pemerintah demi negeri Riau ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu tidak cukup hanya dengan kampanye suara belaka, tapi juga diikuti dengan data-data statistik yang akurat dan meyakinkan pusat. Sebab, bisa jadi acuan penilaian pusat agar suatu daerah dapat dana banyak tergantung data-data statistik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, daerah ini harus berani mengurangi bahkan meniadakan berbagai kegiatan ceremonial. Baik berupa iven berskala regional, nasional maupun internasional. Jangan takut kehilangan pretise di mata pusat, karena semua itu jelas akan memakai dana daerah yang cukup besar, bahkan bermiliaran rupiah. &lt;br /&gt;Alangkah baiknya dana yang miliaran rupiah itu dialihkan untuk perbaikan perekonomian rakyat miskin, memperbaiki infrastruktur pedesaan, memperbaiki jaring pendidikan, akses kesehatan rakyat. Sehingga ke depan Riau tidak ibarat ‘’ayam mati di lumbung beras’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, berkaca pada provinsi tetangga seperti Sumbar, Jambi dan Sumut, mereka sangat jarang bahkan mungkin menolak menggelar iven-iven besar tersebut, karena berdasarkan kali-kali mereka tidak seimbang antara hasil yang didapat dengan dana yang dikeluarkan untuk setiap iven besar tersebut.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5189621013654964742?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5189621013654964742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5189621013654964742' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5189621013654964742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5189621013654964742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/jangan-malu-bicara-miskin.html' title='Jangan Malu Bicara Miskin'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-946106722235731896</id><published>2009-01-08T23:18:00.002+07:00</published><updated>2009-01-12T20:58:00.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Bersih-bersih</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SWYn6_b7BRI/AAAAAAAAAhQ/7XMQ0F23UrI/s1600-h/Menyapu+sampah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288958706807670034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SWYn6_b7BRI/AAAAAAAAAhQ/7XMQ0F23UrI/s320/Menyapu+sampah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-946106722235731896?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/946106722235731896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=946106722235731896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/946106722235731896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/946106722235731896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/bersih-bersih.html' title='Bersih-bersih'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SWYn6_b7BRI/AAAAAAAAAhQ/7XMQ0F23UrI/s72-c/Menyapu+sampah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3336054856735169083</id><published>2009-01-05T23:18:00.000+07:00</published><updated>2009-01-12T20:56:34.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Bantuan Kemanusiaan Palestina Terus Mengalir</title><content type='html'>BANTUAN kemanusiaan terhadap penderitaan rakyat Palestina yang menjadi sasaran bombardir tentara zionis Israel terus mengalir dari berbagai penjuru dunia termasuk dari Duri, Riau. Bahkan hingga Senin (5/1/2009) telah terkumpul dana sebanyak Rp51 juta.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, Rp35.017.000 dari angka Rp51 juta itu berasal dari sumbangan karyawan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI), salah satu perusahaan milik Amerika yang ada di Duri, Riau, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan itu, seperti dilaporkan wartawan Riau Pos di Duri, Syukri Datasan Alpauhi, Senin (5/1/2009) disalurkan melalui Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Duri, Ir H Abdul Gaffar yang selanjutnya ditransper ke rekening BSMI Pusat untuk kemudian dikirim melalui tim medis BSMI yang akan diberangkatkan Selasa (6/1/2009) menuju Rafah, Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gaffar, selain bantuan dana, BSMI juga mengirim relawan, tenaga medis dan obat-obatan. Bahkan paparnya, berdasarkan informasi dr Basuki Supartono, salah seorang tenaga medis yang telah berada di Rafah, saat ini situasi penanganan medis di Palestina kacau-balau. Rumah sakit porak-poranda akibat serangan roket Israel. Lebih 1000 mesin peralatan medis hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk yang bermukim di wilayah Gaza pun hidup dalam cengkraman ketakutan. Mereka kesulitan makanan, listrik dan gas. Sekolah-sekolah ditutup. Rumah sakit beroperasi dalam keterbatasan. Dokter dan perawat sangat kelelahan dan kewalahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3336054856735169083?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3336054856735169083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3336054856735169083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3336054856735169083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3336054856735169083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2009/01/bantuan-kemanusiaan-palestina-terus.html' title='Bantuan Kemanusiaan Palestina Terus Mengalir'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7475096276367461250</id><published>2008-12-31T21:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-12T20:58:50.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>MAAF ZAHIR DAN BATHIN</title><content type='html'>Hari ini, Kamis 31 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;HARI berganti minggu, minggu berganti bulan,&lt;br /&gt;bulan berganti tahun.&lt;br /&gt;12 purnama sudah berlalu, banyak sudah jalan dilalui,&lt;br /&gt;banyak sudah yang dilihat.&lt;br /&gt;Tibalah saatnya&lt;br /&gt;ketika mentari mulai tenggelam,&lt;br /&gt;bulan sabit pun menampakkan diri.&lt;br /&gt;Langit pun terlihat merah merona.&lt;br /&gt;Pukul 18.05 WIB&lt;br /&gt;Pertanda datangnya masa baru&lt;br /&gt;1 Muharram 1430 Hijriah&lt;br /&gt;disonsong 1 Januari 2009 M.&lt;br /&gt;Maka dari itu,&lt;br /&gt;Kalau ada tutur kata kata yang salah,&lt;br /&gt;langkah yang tidak pada tempatnya mohon dimaafkan.&lt;br /&gt;Akhirnya tidak ada kata lain yang patut diucapkan,&lt;br /&gt;SELAMAT TAHUN BARU&lt;br /&gt;Semoga kita semua sukses dan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Alam Semesta&lt;br /&gt;Allahurabbi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7475096276367461250?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7475096276367461250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7475096276367461250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7475096276367461250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7475096276367461250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/maaf-zahir-dan-bathin.html' title='MAAF ZAHIR DAN BATHIN'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1400458919457934139</id><published>2008-12-31T20:55:00.008+07:00</published><updated>2009-01-12T20:58:00.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>SELAMAT TAHUN BARU</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SVt95CIOQuI/AAAAAAAAAhI/-q_iRppd3ZY/s1600-h/38-pekanbaru+senja_saidmufti.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285957006426784482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SVt95CIOQuI/AAAAAAAAAhI/-q_iRppd3ZY/s400/38-pekanbaru+senja_saidmufti.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pekanbaru diwaktu senja, menjelang pergantian tahun. Suara azan pun berkumandang dari Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. foto Said Mufti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1400458919457934139?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1400458919457934139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1400458919457934139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1400458919457934139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1400458919457934139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/selamat-tahun-baru.html' title='SELAMAT TAHUN BARU'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SVt95CIOQuI/AAAAAAAAAhI/-q_iRppd3ZY/s72-c/38-pekanbaru+senja_saidmufti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2062588817646340619</id><published>2008-12-17T22:10:00.001+07:00</published><updated>2008-12-26T22:58:55.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Sepatu Vs Senjata Pemusnah Massal</title><content type='html'>INSIDEN pelemparan sepatu yang dilakukan wartawan dari televisi al-Baghdad yang berbasis di Kairo, Mesir, Muntazer al-Zaidi, kepada Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, Senin (15/12) dini hari ternyata menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalangan pers, hal ini terbilang istimewa, bukan hanya disebabkan ketokohan Bush yang dianggap sebagai polisi dunia saja yang menjadi topik berita, tapi lebih kepada peristiwa langka, dimana seorang Presiden dengan pengawalan yang super ketat ternyata juga bisa kecolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang oleh masyarakat Timur Tengah dianggap sebagai penghinaan yang terendah dan ditayangkan secara visual di berbagai televisi dunia juga membawa dampak besar terhadap arogansi militeristik dan sistem pemerintahan Amerika Serikat, terutama menjelang peralihan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam tanggapan pun bermunculan di berbagai poral internet, dengan berbagai bahsa. Ada yang mengecam terhadap peristiwa itu, ada pula yang mendukung secara nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun ikut-ikutan berkomentar soal peristiwa yang menimpa pemimpin dunia itu. Walau hanya dengan berkelakar, JK meminta wartawan mengikat erat sepatunya setiap kali keterangan pers dengan presiden maupun dengan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla menilai insiden itu menunjukkan tak hanya wartawan yang butuh perlindungan dari pemerintah, namun presiden juga butuh perlindungan dari wartawan. Bukan hanya wartawan yang butuh perlindungan. Insiden sepatu itu bukti presiden juga butuh dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla meminta jurnalis membuat tulisan yang memberi optimisme, tidak justru membuat orang menjadi pesimis. Sebab, kalau orang pesimistis, bukan hanya sepatu yang didapat, tapi bisa juga batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, secara politis, pelemparan sepatu bernomor 10 itu juga sebagai balasan terhadap arogansi Amerika yang ingin mencari senjata pemusnah massal. Sebab, sejak dilancarkannya agresi militer ke negeri 1001 malam itu beberapa tahun lalu hingga berakhirnya masa kekuasaan bush, tidak ditemukan yang dicari, kecuali kematian massal, kemelaratan, kemiskinan, ketertindasan dan perperangan antar sekte serta berkembangnya rasa pesimistis dari rakyat Irak untuk kembali hidup normal seperti rakyat di negara-negara lain.&lt;br /&gt;Kalau lah arogansi militeristik ini terus dilakukan, tidak hanya oleh negara adidaya Amerika Serikat, tapi juga negara-negara kuat lainnya, maka akan sulit untuk menciptakan perdamaian di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalaulah perdamaian dunia tidak tercipta dan yang berkembang hanya rasa pesimistis, tidak heran perperangan pertikaian antara negara akan terus terjadi dan ini akan menimbulkan mala petaka besar di dunia, seperti dialami Bush di akhir masa kejayaannya yang hanya mendapatkan sepasang sepatu usang bernomor 10, itu pun tidak bisa dipakai, karena kesempitan bagi Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari peristiwa itu, mari kita bersama menciptakan kedamaian, meningkatkan kemaslahatan umat dan menjauhi diri dari pertikaian, baik di tingkat internasional, nasional, bahkan di daerah sendiri. Sebab, kunci dari keberhasilan sebuah negara terletak dari kedamaian hidup yang dijalani rakyatnya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan: pernah dimuat di Riau Pos 17 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2062588817646340619?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2062588817646340619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2062588817646340619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2062588817646340619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2062588817646340619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/sepatu-vs-senjata-pemusnah-massal.html' title='Sepatu Vs Senjata Pemusnah Massal'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-967730485047928107</id><published>2008-12-15T16:52:00.005+07:00</published><updated>2008-12-15T20:25:08.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Presiden Bush dan Sepatu Nomor 10</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SUYpmBSG6aI/AAAAAAAAAgQ/jK_CZ9al07o/s1600-h/00-sepatu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279953346294639010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SUYpmBSG6aI/AAAAAAAAAgQ/jK_CZ9al07o/s200/00-sepatu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; PEMANDANGAN yang langka terjadi di akhir tahun 2008. Presiden Presiden Amerika Serikat George W. Bush dilempar pakai sepatu disertai caci maki oleh Muntazer al-Zaidi, wartawan dari televisi al-Baghdad yang berbasis di Kairo, Mesir, saat melakukan jumpa pers bersama Perdana Menteri Nouri al-Maliki di Baghdad, Senin pukul 08.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski lemparan yang dilakukan seorang jurnalis Irak itu tidak mengenai Bush, namun sempat membuat situasi agak tegang. Ini terlihat jelas dalam tayangan di berbagai layar televisi pada pukul 08.00 WIB Senin (15/12/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush sempat mengelak lemparan pertama disusul dengan lemparan sepatu kedua, masih saja tidak mengena. Untung situasi segera terkendali, para pengawal dan intel langsung masuk ruangan dan mengamankan jurnalis yang ikut meliput acara jumpa pers itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, lemparan sepatu yang dianggap sebagai salam perpisahan itu--karena Bush segera meninggalkan tampuk pemerintahan dan akan digantikan oleh Barack Husein Obama—ternyata bernomor 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini pulalah yang menjadi perhatian Bush setelah insiden tersebut terjadi. “Yang bisa saya katakan adalah, sepatu itu nomor 10,” kata Presiden Bush seperti dilansir kantor berita Associated Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingkah angka nomor 10 bagi Bush, sehingga hanya kata-kata itu yang ia ucapkan. Tapi yang pasti, informasi tentang Bush dilempar pakai sepatu dalam acara resmi ini ternyata mewarnai pemberitaan di berbagai media massa, baik televisi, radio maupun di internet. Pertanyaannya, pertanda apakah ini bagi Bush, ada apa dengan sepatu nomor sepuluh? &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;sumber foto:era muslim.com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-967730485047928107?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/967730485047928107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=967730485047928107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/967730485047928107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/967730485047928107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/bush-dilempari-sepatu-nomor-10-apa.html' title='Presiden Bush dan Sepatu Nomor 10'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SUYpmBSG6aI/AAAAAAAAAgQ/jK_CZ9al07o/s72-c/00-sepatu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4768572390841170443</id><published>2008-12-12T22:36:00.002+07:00</published><updated>2008-12-12T22:46:43.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Permintaan Produk Mainan Meningkat 3 Kali Lipat</title><content type='html'>SELAMA akhir tahun terutama saat musim liburan sekolah tiba, permintaan pasar akan produk mainan cenderung meningkat tajam. Selain itu, jumlah kunjungan ke lokasi pusat perbelanjaan juga meningkat hingga 55 ribu kunjungan per hari.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Grafik pemasaran kita di Pekanbaru cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah maka setelah Jakarta, kami hadirkan liburan bersama Garfield di kota ini. Pasar mainan di kota ini sangat potensial. Bahkan untuk meet and greet bersama Garfield, Pekanbaru adalah kota kedua setelah Jakarta. Market di Pekanbaru ini nomor dua di luar Pulau Jawa,’’ ungkap Marketing Promotion Emway Globalindo Pramono, Jumat (12/12) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didampingi manajemen Mal Ciputra Seraya Afra, Pramono menjelaskan bahwa kedatangannya ke Pekanbaru membawa serta Garfield adalah ingin menyemarakkan liburan anak sekolahan di Kota Bertuah sembari perayaan 30 tahun Garfield. ‘’Akan ada harga promo yang kita berikan untuk Garfield. Iven pameran bersama Garfield ini juga akan diramaikan dengan lomba menyanyi, mewarnai, story telling, fashion show, Garfield quizzes dengan beragam hadiah menarik serta aneka permainan seru dari kami, baik itu Hot Wheel speed challange, funny spoon games, stacking games dan banyak lagi,’’ ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iven yang jangan sampai terlewatkan adalah Meet and Greet bersama Garfield pada 27 dan 28 Desember. Namun setiap harinya, mulai Senin hingga Ahad, akan ada beragam perlombaan dan permainan seru selain aneka produk Garfield yang bisa didapatkan dengan harga promo, mulai dari handuk, selimut, boneka, bantal, baju, celana dan banyak lagi. ‘’Barbie, Hot Wheel dan aneka produk dari Emway lain akan ikut pula meramaikan,’’ sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garfield sendiri, lanjut Pramono, adalah tokoh komik ciptaan Jim Davis, yakni seekor kucing oranye gendut yang pemalas dan sinis. Garfield sangat menyukai lasagna, kopi dan remote control. Pemiliknya Jon Arbuckle dan temannya Odie si anjing yang baik namun bodoh. Setakat ini, sudah terjual sebanyak 130 juta buku Garfield di dunia dan kerajaan Garfield juga sangat luas meliputi 111 negara yang mana sebanyak 400 pembuat barang berlomba-lomba memproduksi ribuan produk mainan Garfield.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pihak Mal Ciputra Seraya Afra menambahkan, meramaikan suasana Garfield dan liburan Natal serta Tahun Baru, pihak mal juga sudah selesai mendekorasi area pameran dan permainan selama liburan bersama Garfield dengan boneka Garfield yang lucu, disain unik rumah Natal Garfield, pohon Natal yang besar, cerobong asap dan aneka ornamen lain. Bahkan pada Ahad (14/12) ini, pihak mal juga mengundang 50 best shopper selama Oktober dan November untuk nonton bersama di Riau 21.(sar)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4768572390841170443?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4768572390841170443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4768572390841170443' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4768572390841170443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4768572390841170443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/permintaan-produk-mainan-meningkat-3.html' title='Permintaan Produk Mainan Meningkat 3 Kali Lipat'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7590916939568169900</id><published>2008-12-12T22:17:00.002+07:00</published><updated>2008-12-12T22:47:00.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Riau Dijatah ‘Block Grant’ Rp658 M</title><content type='html'>TAHUN 2009 mendatang, Provinsi Riau mendapat jatah dana block grant sebesar Rp658,169 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk sejumlah kegiatan mempelancar program pembangunan di Riau.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Kerja (Panja) block grant Komisi X DPR RI untuk Riau, Musfihin Dahlan, kepada wartawan Jumat (12/12) menyebutkan, dana block grant tersebut diberikan kepada daerah dengan maksud untuk menunjang proses belajar mengajar di daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rinci, dari Rp658 miliar dana yang dijatahkan ke Riau tersebut, sebesar Rp366 miliar diantaranya dikelola oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Ditjen Pendidikan Tinggi Rp6,96 miliar, Ditjen Pendidikan Nasional Informal dan Formal sebesar Rp18,3 miliar, dan Ditjen PMPTK Rp266,3 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Secara nasional, pada 2009 ini dianggarkan dana Rp35,1 Triliun untuk kegiatan block grant ini. Sedangkan 2008 Rp33,4 Triliun,’’ kata Musfihin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya pada 2008 ini, Provinsi Riau menerima dana Rp547,7 miliar untuk block grant. Dana langsung disalurkan Depdiknas ke rekening sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya untuk rehab gedung dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), dana block grant ini juga dialokasikan untuk sejumlah kegiatan. Diantaranya program penelitian dan pengembangan Iptek, program Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun, Program Pendidikan Menengah, Pendidikan Non Formal, Pendidikan Tinggi, PMPTK, Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, manajemen pelayanan pendidikan, penelitian dan pengembangan pendidikan, penyelenggaraan pimpinan kenegaraan dan pemerintahan dan program penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Riau, keberadaan block grant ini kata Kepala Disdik Riau HM Wardan MP, sangat diperlukan. Mengingat APBD Riau dan kabupaten/kota saja tidak menyanggupi untuk membiayai sejumlah kegiatan seperti yang dibiayai di APBN tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Perlu pengawasan bersama dari pemerintah di daerah untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan ini di daerah,’’ kata Musfihin.(kaf/ripos)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7590916939568169900?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7590916939568169900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7590916939568169900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7590916939568169900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7590916939568169900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/riau-dijatah-block-grant-rp658-m.html' title='Riau Dijatah ‘Block Grant’ Rp658 M'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1498956591771248802</id><published>2008-12-12T22:11:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T22:48:11.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>4.500 Karyawan Terancam PHK</title><content type='html'>KABAR buruk menyambut tahun 2009! Dinas tenaga kerja Provinsi Riau, memprediksi pada tahun 2009 mendatang, akan ada sekitar 4.500 karyawan lagi yang akan terkena Pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh beberapa perusahaan dalam upaya efesiensi pekerja dan penyelamatan operasional perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang kita belum bisa mengatakan itu akan terjadi, tapi ada kecendrungan ke arah situ pasti ada. Saat ini saja ada 1.000 karyawan PT RAPP yang dirumahkan. Kalau kondisi ekonomi tidak teratasi bukan tidak mungkin PHK itu akan berlanjut dan prediksi kita sekitar 4.500 karyawan terancam di PHK, kata Kasubdis Hubungan Kerja dan Masalah Buruh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau, Syamsul Bahri pada wartawan, Kamis (11/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tingkat PHK saat ini kata Syamsul, mengancam bertambahnya angka pengangguran di Riau. Saat ini angka pengangguran di Riau mencapai 200 ribu lebih atau sejumlah 10,1 persen dari jumlah . Namun demikian, Disnaker tetap berharap, jika kondisi ekonomi sudah membaik, masing-masing perusahaan yang telah mem-PHK-kan karyawannya untuk dapat mempekerjakannya kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Disnaker Provinsi Riau mencatat ada sejumlah 2.148 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh beberapa perusahaan di Riau. Jumlah tersebut tercatat mulai dari tahun 2007 hingga akhir 2008 ini. Ironisnya, di tahun 2008 ini jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dalam kasus PHK yang pernah terjadi dalam sejarah Riau.&lt;br /&gt;Memang kasus PHK yang terjadi saat ini bukan semata-mata diakibatkan krisis ekonomi global saja. Tapi kita tidak menutup mata bahwa tahun ini krisis global telah berdampak negatif pada pekerjaan banyak orang,kata Syamsul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah 2.148 karyawan yang di-PHK, dijelaskan Syamsul termasuk di dalamnya dua perusahaan besar yang berada di Riau. Masing-masing perusahaan tersebut adalah PT Riau Andalan pulp and Paper (RAPP) sejumlah 559 karyawan dan PT Indahkiat sejumlah 420 karyawan.Tapi informasi yang kita terima, Indahkiat itu program pengunduran diri sukarela atau PPDS. Bukan di-PHK, tapi karyawan yang mengundurkan diri. Pada umumnya karyawan yang di-PHK berasal dari perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang ekspor seperti perkebunan dan perkayuan,jelasnya.(afz/rpg)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1498956591771248802?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1498956591771248802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1498956591771248802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1498956591771248802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1498956591771248802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/4500-karyawan-terancam-phk.html' title='4.500 Karyawan Terancam PHK'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1572582430844252058</id><published>2008-12-10T23:35:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T23:46:42.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Berebut Menjadi PNS</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_xd602_vI/AAAAAAAAAec/m907Ps07f_s/s1600-h/Berharap+jadi+PNS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278202784610975474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_xd602_vI/AAAAAAAAAec/m907Ps07f_s/s320/Berharap+jadi+PNS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1572582430844252058?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1572582430844252058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1572582430844252058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1572582430844252058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1572582430844252058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/berebut-menjadi-pns.html' title='Berebut Menjadi PNS'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_xd602_vI/AAAAAAAAAec/m907Ps07f_s/s72-c/Berharap+jadi+PNS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-3011393146247703131</id><published>2008-12-10T22:57:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T23:21:50.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Iklan Usaha Kecil Menengah (UKM)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_oImfJoDI/AAAAAAAAAeU/x9rIxJzEBIE/s1600-h/2222.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278192522769309746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 307px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_oImfJoDI/AAAAAAAAAeU/x9rIxJzEBIE/s400/2222.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-3011393146247703131?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/3011393146247703131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=3011393146247703131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3011393146247703131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/3011393146247703131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/iklan-usaha-kecil-menengah-ukm.html' title='Iklan Usaha Kecil Menengah (UKM)'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_oImfJoDI/AAAAAAAAAeU/x9rIxJzEBIE/s72-c/2222.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2208350209670084190</id><published>2008-12-10T22:44:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T23:21:50.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Awas AIDS di sekeliling anda!</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278190376769265666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_mLsA3oAI/AAAAAAAAAeM/SbPnxXjT5P4/s320/00-aids.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2208350209670084190?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2208350209670084190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2208350209670084190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2208350209670084190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2208350209670084190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/awas-aids-di-sekeliling-anda.html' title='Awas AIDS di sekeliling anda!'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/ST_mLsA3oAI/AAAAAAAAAeM/SbPnxXjT5P4/s72-c/00-aids.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6630237115854579089</id><published>2008-12-03T23:19:00.001+07:00</published><updated>2008-12-03T23:39:54.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Ketika Falsafah Sapu Lidi Mulai Ditinggalkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STazdPlMRZI/AAAAAAAAAeE/gj1RAlCTdJ8/s1600-h/pengrajin+sapu+lidi+di+jalan+sukarno+hatta_saidmufti.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275601328491218322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STazdPlMRZI/AAAAAAAAAeE/gj1RAlCTdJ8/s320/pengrajin+sapu+lidi+di+jalan+sukarno+hatta_saidmufti.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lidi.&lt;br /&gt;Semua orang mengenal bahwasanya lidi berasal dari pelepah daun kelapa yang dapat dijumpai, tidak hanya di pedesaan, tapi juga di perkotaan. Bahkan dari dulu hingga sekarang, masih banyak orang menggunakan lidi untuk keperluan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja misalnya, untuk sapu yang lebih dikenal dengan sebutan sapu lidi, untuk tusuk sate bagi pedagang satu. Bagi pedagang minuman, dulu sering kumpulan lidi-lidi dijadikan untuk mengocok telur ayam atau itik. Bahkan bagi guru-guru tempo doeloe, potongan-potongan lidi dijadikan sebagai alat peraga atau pun alat pembelajaran dalam berhitung. Tidak heran kalau setiap murid sekolah dasar (SD) dulu selalu mengantongi potongan lidi dalam tas atau kantong baju mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya sampai di situ. Selain banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata lidi mengandung falsafah hidup yang mendalam, tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu diantaranya terlihat pada ujud sapu lidi.&lt;br /&gt;Sebatang lidi tidak akan ada artinya bagi tumpukan sampah yang menggunung. Sebatang lidi tidak akan membersihkan sampah di sekeliling kita. Bahkan bukan tidak mungkin sebatang lidi akan patah-patah bila dipaksa sebagai alat pembersih. Namun tidak demikian, bila batangan-batangan lidi itu dikumpulkan menjadi satu. Tenaga yang kecil dari sebatang lidi akan menjadi kekuatan yang besar bila menyatu dalam satu kesatuan yang terikat kokoh dengan kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bersatu kita utuh, bercerai kita runtuh. Filsafat hidup inilah yang dulu selalu dipegang teguh oleh para pejuang pendahulu bangsa ini. Filsafat hidup itu pun ditularkan turun temurun hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belakangan, di era reformasi penuh kebebasan, bahkan juga hidup di perkotaan besar, filsafat sapu lidi ini terkesan mulai ditinggalkan dan berganti dengan pola hidup individualisme. Sehingga antar tetangga sebelah pun saling tidak mengenal dan sibuk dengan urusan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran perpolitikan di tanah air pun hal ini nampak nyata. Terlalu banyak parpol yang muncul sebagai akibat ketidaksesuaian sesama pengurus partai, sehingga sehingganya yang semula besar dan kuat kini pun akhirnya rapuh. Kondisi ini pun terkadang bisa dimanfaatkan pihak atau partai lain yang memiliki basis massa yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja misalnya partai berbasis Islam. Kalau semasa era Orde Baru, kita hanya disuguhkan dengan tiga kekuatan parpol. Satu diantaranya berbasis Islam, sehingga menjadi suatu kekuatan penyeimbang bagi parpai yang memang. Sekarang yang terlihat di pentas politik di tanah air, cukup anyak partai-partai berbasis Islam, namun hanya ibarat buih di lautan, pecah ketika sampai di tepian, tanpa kekuatan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana bila partai berbasis Islam itu kembali menyatu dalam satu kesatuan yang utuh bagaikan sebuah sapu lidi. Jika ini yang terjadi, bisa dibayangkan akan menjadi suatu kekuatan yang besar di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah itu terjadi?&lt;br /&gt;Yang pasti alam terbentang jadi guru.&lt;br /&gt;Mari kita membaca ayat-ayat Allah yang tersurat dan tersirat. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6630237115854579089?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6630237115854579089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6630237115854579089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6630237115854579089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6630237115854579089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/ketika-falsafah-sapu-lidi-mulai.html' title='Ketika Falsafah Sapu Lidi Mulai Ditinggalkan'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STazdPlMRZI/AAAAAAAAAeE/gj1RAlCTdJ8/s72-c/pengrajin+sapu+lidi+di+jalan+sukarno+hatta_saidmufti.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-6532038089220591304</id><published>2008-12-02T16:38:00.003+07:00</published><updated>2008-12-03T23:39:44.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu)</title><content type='html'>Oleh: &lt;strong&gt;Rida K Liamsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Bagian terakhir dari dua tulisan)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Institusi dan Struktur Bisnis:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STUE9C-mI1I/AAAAAAAAAdQ/wPz_SrEsuzU/s1600-h/RidaK+Liamsi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275127985352352594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STUE9C-mI1I/AAAAAAAAAdQ/wPz_SrEsuzU/s200/RidaK+Liamsi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BAGAIMANA konsep dan gerakan ini akan dilaksanakan? Karena, gerakan ini adalah gerakan yang berorientasi ekonomi dan bisnis, serta bukan gerakan politik, maka organisasi usaha dan pola pengembangannya tentulah harus mengacu pada konsep dan pengembangan ekonomi dan bisnis. Harus dikelola dengan semangat bisnis dan investasi serta sebagai tulang punggungnya. Hal itu akan ditandai dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, institusi bisnis yang akan didirikan adalah sebuah badan usaha yang paling mungkin melibat masyarakat Melayu yang lebih banyak sebagai stake holder-nya. Institusi bisnis seperti itu, sebaiknya berbentuk Perseroan Terbatas (PT), sebuah badan hukum usaha yang sudah sangat teruji dan menjadi salah satu bentuk badan hukum usaha yang dilindungi dengan undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemegang sahamnya adalah sejumlah orang yang mewakili masyarakat Melayu yang ada di Riau yang jumlahnya diatur sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, terutama undang-undang Perseroan Terbatas dan Undang-undang penanaman modal dan pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bidang usaha yang akan dikembangkan diutamakan adalah usaha yang bersifat mempercepat proses pemberdayaan kemampuan, baik manajemen, maupun kapital, serta kebijakan mempercepat proses penguasaan aset-aset strategis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bidang konsultasi bisnis dan keuangan, yang tujuannya akan menjadi sarana bagi membantu dunia usaha orang-orang Melayu agar dapat berkembang secara lebih sehat, ekonomis dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bidang keuangan dan sekuritas, yang tujuannya akan menjadi institusi keuangan yang akan digunakan bagi penyediaan sumber investasi bagi kalangan dunia usaha masyarakat Melayu Riau, terutama yang bergerak sebagai usaha kecil dan menegah, baik dalam bentuk lembaga keuangan (BPR, Ventura, dan lainnya), maupun instrumen pasar modal dan pasar uang, dan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bidang perdagangan umum, yang fokus pada penyediaan pasar bagi produk dari dunia usaha masyarakat Melayu Riau dalam bentuk pengumpulan, penggudangan, pengolahan, packing dan ekspor dan lainnya agar semua produk yang dihasilkan dapat diserap dan dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bidang support &amp;amp; service, yang tujuannya menjadi lembaga yang akan membantu dunia usaha masyarakat Melayu dalam bentuk penyediaan jasa dukungan berupa sarana penyewaaan alat-alat berat, transportasi, mobilitas proyek dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, bidang infrastruktur, perkebunan, properti dan lainnya, yang berskala besar agar dapat ikut serta dalam memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur, dan lainnya di daerah Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, bidang penjaminan dan asuransi, yang tujuannya menjadi lembaga penjamin dan penanggung resiko terhadap perusahaan-perusahaan masyarakat Melayu yang memerlukan dukungan jaminan dan asuransi usaha mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, pusat pelatihan, pendidikan bisnis, riset dan teknologi, yang tujuannya menyiapkan SDM masyarakat Melayu yang andal dalam dunia bisnis, para entrepreneur Melayu yang tangguh dan sanggup bersaingan dengan kelompok masyarakat/etnis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, bidang media dan ICT (Informasi, Komunikasi dan Telekomunikasi) untuk membangun akses komunikasi dan informasi bagi kesiapan masyarakat Melayu memasuki era perubahan dan globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal, Saham dan Lainnya&lt;br /&gt;Dengan konsep dan strategi bisnis yang sudah dikemukakan di atas, maka sejak dari awal institusi bisnis atau perusahaan yang akan didirikan itu adalah perusahaan yang sejalan dengan semangat gerakan sejuta Melayu itu, yang bukan hanya dapat diimplementasi dalam aktivitas bisnis, tetapi juga pada aktivitas sosial lainnya, yang kelak dapat mencerminkan bagaimana masyarakat Melayu merespon perubahan-perubahan sosial, poilitik, kebudayaan dan ekonomi di luar komunitasnya. Karena itu dasar pemikiran yang melatarbelakanginya juga harus visioner dan moderen. Untuk itu misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, idealnya modal dasar holding Rp100 miliar, dengan modal setor Rp25 miliar. Ini dapat dicapai secara bertahap dalam masa 5 sampai 10 tahun. Meskipun untuk awal pendirian perusahaan cukup dengan modal dasar Rp10 M dan modal setor Rp2,5 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perusahaan akan dikembangkan dengan model semi publik, dengan menghimpun pemegang saham di bawah 300 pemegang saham, atau idealnya 250 pemegang saham. Tiap pemegang saham dapat mewakili satu pemilik saham atau kolektif atas nama beberapa pemilik saham, maksimum 500 pemilik saham. Dengan nilai nominal per lembar saham Rp1.000, berarti waktu didirikan saham yang disetor sejumlah Rp2,5 miliar atau 2,5 juta lembar saham. Bukti setoran saham diberikan dalam bentuk sartifikat saham kolektif per pemilik saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada waktu didirikan, idealnya pemegang saham awal 25 pemegang saham, sehingga tiap pemegang saham memiliki 100.000 lembar saham atau Rp100 juta dan perusahaan sudah dapat didirikan jika minimal sudah ada dua pemegang saham yang menyetorkan modal. Ini untuk memudahkan gerakan perusahaan dan tidak diributkan berbagai struktur bisnis yang cenderung kurang terkendali, atau justru hanya sebagai wacana yang “panas-panas tahi ayam“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, dalam perkembangan, para pemegang saham awal/pendiri dapat menjadi pemegang saham kolektif/pemegang saham jangkar, yang memegang saham atas nama sejumlah pemilik saham, yang maksimum jumlahnya 100 pemilik saham. Tetapi, saham yang sudah disetor, dapat saja dilepas kembali/dijual kepada pihak lain atau kepada badan/perhimpunan yang menghimpun atau membina komunitas Melayu, seperti Dewan Perniagaan Melayu, Perhimpunan Pengusaha Melayu Riau dan lainnya, baik badan yang sudah ada, maupun yang dibentuk kemudian oleh perusahaan untuk menampung saham-saham yang dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, nilai saham yang dilepas atau dijual kembali setelah satu tahun, ditetapkan minimal 110 persen dari nilai saham awal. Nilai saham ini bisa lebih tinggi jika dalam perkembangannya perusahaan maju dan memiliki nilai equitas yang lebih tinggi. Bagi pemegang saham sponsor/pendiri, saham yang disetorkan, sekurang-kurangnya harus ditempatkan selama dua tahun, baru dapat dilepas atau dijual kembali dan bagi pemegang saham bukan pendiri, saham yang disetor sekurang-kurangnya ditempatkan selama satu tahun, baru dapat dijual/ dilepaskan kembali dengan imbal minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, yang berhak menjadi pemegang saham dan pemilik saham di perusahaan induk adalah masyarakat Melayu Riau dimanapun dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Usaha dan Pengembangan&lt;br /&gt;Bagaimana sebaiknya pola operasional dan struktur perusahaan yang dapat dikembangkan, mengingat kemampuan modal perusahaan juga sangat terbatas?&lt;br /&gt;Pertama, perusahaan yang didirikan didisain sebagai sebuah Holding Company (Perusahaan Induk) Yang operasional, dan bukan perusahaan holding yang hanya jadi pemegang saham atas nama, yang kadang hanya diberikan saham goodwill, 10 persen, tetapi dilecehkabn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, operasional usaha, selain dilakukan oleh perusahaan induk, juga akan dilakukan oleh anak-anak perusahaan, baik yang dibentuk sebagai badan hukum tersendiri yang baru, maupun dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain yang potensial dan strategis serta prospektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kepemilikan saham pada anak-anak perusahaan dapat dilakukan/ dimiliki pihak kedua/ lain/ mitra, namun holding minimal harus menguasai 51 persen. Jika belum memungkinkan karena keterbatasan modal, holding dapat menjadi minoritas dengan kepemilikan minimal 15 persen saham. Dan dalam perjanjian kemitraan, harus diupayakan agar pada waktu tertentu, saham dapat dimiliki holding minimal 51 persen atau menjadi saham pengendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sepanjang dalam operasional belum dimungkinkan didirikan anak perusahaan, maka akan dilakukan melalui unit-unit atau divisi usaha. Kelak setelah cukup baik akan dikembangkan sebagai anak perusahaan yang berdiri sendiri. Holding akan berperan sebagai penentu kebijakan pengembangan perusahaan, strategi jangka panjang dan melakukan evaluasi dan kontrol yang rutin terhadap anak-anak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, holding harus berperan serta dan menjadi mitra strategis dunia usaha di daerah, khususnya dengan Pemda, agar dapat menjadi motor penggerak bagi suksesnya Visi Riau 2020 di bidang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, holding harus menjadi mitra strategis bagi dunia usaha masyarakat melayu dimana saja dan membangun sinergi usaha, baik manajemen, maupun kapital.&lt;br /&gt;Ketujuh, holding dan anak perusahaan harus menjadi perusahaan yang moderen dan terbuka, dengan menjadikan pasar modal sebagai target perkembangan ke depan, agar dapat dikelola secara terbuka, sehat dan taat aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Demikianlah pokok-pokok gagasan dan model implementasi bisnisnya sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat Melayu Riau dalam bidang ekonomi. Sebagai ikhtiar, daripada kita hanya mengeluh dan berpangku tangan. Tak ada yang akan berubah, kalau kita tidak hendak mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konsep dan model Genta Melayu ini, bukan hanya cocok diimplementasikan di Riau saja, tetapi juga dapat dilakukan di daerah lainpun yang menjadi basis masyarakat, para penjunjung kebudayaan dan tradisi Melayu. Kebersamaan ini akan dapat mewujudkan sinergi bisnis, investasi dan jaringan bisnis lainnya. Sebenarnya, dalam masalah ekonomi dan bisnis, makin ramping organisasi kita, maka makin besar peluang untuk maju. Makin besar kepercayaan kita berikan kepada pengelolanya, makin cepat institusi ini akan maju dan berkembang. Kunci dari sebuah bisnis itu adalah Kepercayaan atau “Trust”. Bagi masyarakat Melayu, inilah inti dari hubungan kemasyarakatannya. Dan itulah moral yang selalu diajarkan di dalam berbagai aspek budayanya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nama yang business like, dapat saja menjadi kekuatan penyatu, kekuatan penerobos, dan pembangkit semangat, dan tentu dalam strategi untuk memperoleh respon pasar yang luas. Karena itu, nama-nama perusahaan yang akan didirikan, juga diharapkan sangat Melayu minded, dan Melayu maju. Beberapa nama yang ditawarkan adalah PT Genta Melayu Bersatu, PT Genta Azam Berjaya, PT Genta Semangat Maju, PT Genta Azam Serantau, PT Genta Harapan Serantau, dan lainnya yang bussines like.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah wacana ini dikembangkan. Dan 28 November lalu, gagasan ini telah disampaikan di depan forum dialog “Upaya Memberdayakan Ekonomi Pengusaha Ekonomi Serumpun“ di kediaman tokoh Melayu Riau Tenas Effendi, dalam pertemuan yang diselenggarakan pihak Tenas Effendi Foundations, dan DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPPMI) Riau. Forum itu meskipun sangat terbatas, tetapi merupakan gong bagi dimulainya kampanye Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu) ini. Tinggal kita mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang dimulai dari sebuah langkah kecil, sebuah kebijakan mikro. Tapi kalau gerakan demikian ini dapat dilakukan di berbagai tempat yang menjadi jantung gerakan Melayu baru, seperti di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan juga di Malaysia, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa besarnya, dan menjadi pilar bisnis yang cukup potensial bagi membangun hari depan ekonomi masyarakat Melayu. Dia akan menjadi sebuah “dinosaurus bisnis“, dia akan jadi semacam “Khazanah Corp“, dimana harkat dan martabat orang Melayu tegak dan dihormati. Semogalah!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rida K Liamsi,&lt;br /&gt;CEO Riau Pos Group dan&lt;br /&gt;RIC Group. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-6532038089220591304?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/6532038089220591304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=6532038089220591304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6532038089220591304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/6532038089220591304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/gerakan-sejuta-melayu-genta-melayu_02.html' title='Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu)'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STUE9C-mI1I/AAAAAAAAAdQ/wPz_SrEsuzU/s72-c/RidaK+Liamsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1277112612767025434</id><published>2008-12-01T21:36:00.017+07:00</published><updated>2008-12-03T23:39:44.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu)</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Bagian pertama dari dua tulisan)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STQCDVsXVUI/AAAAAAAAAco/7CZzH61tbtc/s1600-h/RidaK+Liamsi.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Oleh &lt;strong&gt;Rida K Liamsi&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STQJ9-9SqtI/AAAAAAAAAc4/YMLAB909ahs/s1600-h/00-bos.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pemikiran &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STQI0Lj0hdI/AAAAAAAAAcw/Bn4Zz96i5RA/s1600-h/pak+rida.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DI RIAU sampai saat ini jumlah&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STUHW544wHI/AAAAAAAAAdg/GKnUJg1aWsM/s1600-h/00-bos-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275130628612341874" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 114px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STUHW544wHI/AAAAAAAAAdg/GKnUJg1aWsM/s200/00-bos-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; masyarakat miskin masih cukup besar, masih sekitar 32 persen dan sebagian besar yang berada di bawah garis kemiskinan itu adalah masyarakat Melayu, diperkirakan 60 persen dari total masyarakat miskin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Selain kemiskinan struktural, geografis, dan kwalitas SDM, juga kemiskinan terhadap akses ekonomi, baik produksi, pasar maupun finansial. Sehingga sangat sulit untuk mengembangkan berbagai sektor kehidupan lain, termasuk pendidikan dan kebudayaan yang menjadi prasarat utama untuk mengatasi masalah kemiskinan itu. Secara historis masyarakat Melayu Riau adalah tuan di negeri ini, namun dalam banyak asfek mereka terpinggirkan, karena lemah dalam bargaining power, terutama dalam bidang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era otonomi sebenarnya telah memberi masyarakat Melayu Riau kesempatan membangun kekuatan terutama dalam bidang sosial politik dan pemerintahan dan ini merupakan modal utama untuk membangun sinergi ke depan yang lebih baik, karena hampir semua elit politik dan pemerintahan di Riau dikuasai oleh para tokoh Melayu Riau. Mereka adalah para pembuat keputusan strategis yang bisa memutih dan menghitamkan masyarakat Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah era otonomi ini seharusnya dapat didayagunakan secara maksimal agar semua peluang yang ada, khususnya di bidang ekonomi, dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat Melayu Riau, baik dalam upaya membangun semangat kewirausahaan, maupun membangun komunitas bisnis yang tangguh. Karena secara historis, masyarakat Melayu adalah masyarakat perdagangan dan Riau pernah menjadi salah satu pusat perdagangan penting di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pemberdayaan itu hanya dapat dilakukan secara maksimal apabila mereka dapat memperoleh cara dan kekuatan yang mendekatkan mereka pada penguasaan terhadap aset-aset ekonomi strategis secara bertahap, terencana dan berkelanjutan, melalui institusi ekonomi yang andal dan professional, untuk membangun masa depan masyarakat Melayu Riau yang lebih kuat dan tangguh, serta mampu bersaing. Ini adalah visi dan misi ideal yang harus terujud dan menjadi tanggung jawab bersama masyarakat Melayu Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan visi dan misi ideal ini, perlulah dilakukan upaya menghimpun dan membangkitkan semangat masyarakat Melayu Riau yang ada dan mendayagunakan semua potensi yang ada ke dalam satu strategi pemberdayaan ekonomi yang lentur dan dapat bersinergi dengan kekuatan ekonomi masyarakat Melayu serantau lainnya yang sudah maju dan kukuh, seperti masyarakat Melayu Malaysia dan lainnya, untuk membangun kekuatan ekonomi bersama, minimal di kawasan ASEAN ini, sebagaimana diamanatkan Visi Riau 2020. Harus ada kemauan politik yang memberi porsi yang adil kepada mereka dalam akses kepada potensi dan peluang ekonomi yang ada, sepertti kebijakan pemerintah Malaysia yang memberi 30 persen porsi ekonomi dan keuangan serta peluang lainnya kepada masyarakat Melayu disana sebagai ujud pengakuan akan hak dan keistimewaan mereka sebagai penduduk asal negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebu Minang (Gerakan Seribu Minang) adalah model yang patut dicontoh dalam upaya menggerakkan semangat dan menyinergikan potensi masyarakat suatu kaum/ etnik dan masyarakat Melayu Riau dapat mengambil model ini sebagai inspirasi dengan memodifikasi dan merevitalisasi semangat budaya Melayu ke dalam sebuah gerakan yang berteraskan gerakan ekonomi. Gebu Minang itu ternyata telah menjadi konsep dan strategi pemberdayan ekonomi masyarakat cukup andal, terutama dalam membangun dan membangkitkan solidaritas masyarakat untuk memerangi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat yang berbeda dan obsesi yang lebih fokus, masyarakat Melayu di Riau dapat meujudkan gerakan yang sama, yang dapat dinamakan Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu), yaitu sebuah gerakan yang berupaya menyatukan semua potensi dan kekuatan orang Melayu Riau, untuk bersama-sama membangun sebuah kekuatan ekonomi, bagi membangun hari depan masyarakat Melayu yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai wacana untuk memajukan masyarakat Melayu Riau ini memang sudah pernah diketengahkan. Saat ini yang diperlukan adalah implementasi, actions dari semua wacana itu, maka Genta Melayu ini, adalah sebuah action, sebuah langkah nyata, dan diujudkan dengan niat, inilah saatnya, inilah momentumnya. Saat ini, menyebut kata Melayu, menggunakan icon Melayu sebagai semangat, dan mengusung Melayu sebagai konsep dan bahkan kehendak agar Melayu menjadi sebuah kekuatan dan komunitas sah di negeri ini, bukan lagi sebuah kejahatan yang harus ditakuti, atau dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi Misi dan Esensi Gerakan&lt;br /&gt;Genta Melayu atau Gerakan Sejuta Melayu ini adalah gerakan ekonomi untuk menghimpun dan menyatukan potensi masyarakat Melayu untuk membangun satu kebersaman, khususnya di bidang ekonomi, dimana hasil dari sinergi tersebut akan diujudkan dalam suatu institusi bisnis, yang dikelola secara profesional, dengan misi: Dengan kekuatan ekonomi, membangun masyarakat Melayu yang lebih maju dan tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan visi dan misi yang demikian itu, maka Genta Melayu adalah simbol dari keinginan dan semangat masyarakat Melayu Riau untuk secara bersama membangun kekuatan ekonomi yang dimiliki masyarakat Melayu, agar dapat digunakan secara maksimal. Dengan demikian pengertian Genta Melayu itu dapat berarti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, gerakan sejuta orang Melayu yang akan menghimpun potensi baik dana maupun SDM untuk mendirikan sebuah institusi bisnis yang kelak akan menjadi payung dalam membangun dan mengembangkan kemampuan ekonomi orang-orang Melayu Riau, baik dalam bentuk holding company atau sebuah incorporated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gerakan sejuta Melayu itu juga berarti gerakan yang coba mengajak setiap orang Melayu yang mampu untuk menginvestasikan minimal Rp1.000.000 dana mereka untuk menjadi modal bagi mendirikan sebuah institusi bisnis yang kelak akan menjadi holding bagi memayungi usaha-usaha yang dikembangkannya untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat Melayu Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, gerakan sejuta Melayu itu dapat juga berarti tiap orang Melayu, khususnya Melayu Riau dapat menginvestasikan dananya seberapapun, yang akan dihimpun dalam satuan-satuan unit modal, sehingga akan menjadi modal bagi mendirikan sebuah institusi bisnis yang akan menggerakkan potensi dan peluang yang dimiliki, bagi memberdayakan masyarakat Melayu di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan niat yang demikian itu, dengan visi dan misi ideal seperti itulah, Genta Melayu itu dimulai, dan akan diupayakan menjadi salah satu langkah strategis bagi memperbaiki dan memberdayakan masyarakat Melayu yang ada, khususnya di Riau dan sekitarnya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rida K Liamsi,&lt;br /&gt;sastrawan&lt;br /&gt;dan pengusaha. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1277112612767025434?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1277112612767025434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1277112612767025434' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1277112612767025434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1277112612767025434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/12/gerakan-sejuta-melayu-genta-melayu.html' title='Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu)'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/STUHW544wHI/AAAAAAAAAdg/GKnUJg1aWsM/s72-c/00-bos-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8483783186262798608</id><published>2008-11-29T23:21:00.004+07:00</published><updated>2008-12-01T21:36:20.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Membangun Sendi-sendi Perekonomian Mikro</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Masukan Terhadap Upaya Mengurangi Kemiskinan di Riau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;MENGHAPUS keluarga miskin di negeri ini jelas tidak akan mungkin dan bisa jadi dianggap melanggar kodrat alam ciptaan Allah yang serba dua. Namun mengurangi jumlah keluarga miskin dan meningkatkan kualitas keluarga dari miskin menjadi sejahtera, itu cukup memungkinkan. Sebab, si-kaya ada karena adanya si-miskin.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski belum membaca visi misi Genta Melayu, saya tertarik dengan gerakan kemanusiaan dan keekonomian yang dilakukan CEO Riau Pos Grup, pak Rida K Liamsi--seorang pengusaha berhasil di negeri ini --dengan gebrakannya ‘’Gerakan Sejuta (Genta) Melayu yang terilham dengan gerakan seribu (Gebu) Minang yang dirpakarsai Azwar Annas Gubernur Sumbar ketika itu, yang juga mantan Menkokesra di era Orde Baru. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; (Bagi pembaca posting ini, nanti kalau ada tulisan pak Rida tentang Genta Melayu, saya janji akan mempostingnya dalam blok ini).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Gerakan yang sama sebenarnya juga pernah dilakukan Prof Haryono Suyono—Kepala BKKBN yang juga mantan Menkokesra dengan upaya membangun sendi-sendi perekonomian mikro atau masyrakat lapis bawah. Di antaranya berupa gerakan menabung—yang kalau sekarang lebih dikenal dengan istilah investasi, yakni tabungan keluarga sejahtera (Takesra), Kredit Usaha Keluarga Sejahtera (Kukesra), pendirian unit-unit usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS ). Bahkan terakhir Haryono Suyono dengan yayasan Damandiri juga melakukan gerakan Posdaya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah program itu hingga kini pun berjalan baik, meski di sejumlah daerah ada yang sudah tidak aktif, sebagai akibat tidak adanya motivator dari tenaga penyuluh KB. Ini juga menjadi masalah, karena di banyak kabupaten/kota hampir semua tenaga penyuluh lapangan KB sudah beralih fungsi menjadi tenaga teknis. Padahal mereka dipersiapkan sebagai tenaga fungsional yang berhubungan langsung ke tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serupa juga terjadi pada departemen/non departemen yang juga pernah menyediakan staf atau tenaga fungsional, seperti Deppen, Depsos, Pertanian, Kehutanan dan sebagainya. Padahal para tenaga fungsional ini dipersiapkan secara matang dengan tujuan sebagai ujung tombak pemerintah di masyarakat. Mereka diharapkan mampu menyampaikan tujuan-tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya ke tengah-tengah masrayakat. Yang pada sasaran akhirnya menciptakan manusia Indonesia dan keluarga-keluarga berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu pulalah, terutama setelah desentralisasi pemerintahan, yang ditindaklanjuti dengan penyerahan sebagian asset pusat ke daerah, program perbaikan perekonomian keluarga atau mikro ekonomi itu tidak lagi berjalan, terutama terhadap para petani, nelayan buruh kasar, buruh harian lepas, para supir, pemulung dan lainnya yang bermukim di daerah-daerah pedesaan, dusun-dusun, pesisir pantai, daerah-daerah kumuh di perkotaan . Termasuk mereka yang bermukim di Riau, seperti puak-puak Melayu yang ada di pesisir-pesisir panta, daerah-daerah terisolir. Mereka hidup dengan kondisi serba pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat pagi habis siang, dapat siang habis malam. Begitulah kondisi yang mereka alami setiap waktu. Sehingganya jangankan untuk melakukan investasi melalui gerakan menabung, untuk keperluan hidup sehari-hari pun susah. Belum lagi untuk biaya perawatan kesehatan, untuk biaya mendapatkan pendididikan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang mereka—(para keluarga miskin;baca)-- hadapi akan lebih rumit lagi, ketika ‘’kue’’ yang seharusnya ukup untuk tiga atau empat orang harus dibagi menjadi lima atau enam, bahkan tujuh orang atau lebih. Ini sebagai akibat banyaknya jumlah anggota keluarga yang ada dalam sebuah rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirunut-runut, oleh pihak BKKBN, jumlah anggota keluarga yang besar dalam sebuah keluarga, terutama keluarga miskin menjadi persolan yang sangat mendasar dan harus diatasi sebelum memperbaiki perekonomian rmah tangga. Bahkan tidak salah, banyak orang atau pun pejabat mengatakan keluarga miskin dengan kemiskinannya akan melahirkan anggota keluarga atau orang-orang miskin juga. Untuk itu pengaturan jarak kelahiran di masyarakat miskin harus dilakukan agar tidak terlahir orang-orang miskin baru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya program ini perlu dilakukan secara bersamaan, sehingga di satu sisi sebuah keluarga diharapkan bisa melakukan perencanaan, baik untuk menata perekonian maupun pengaturan jarak kelahiran anak. Dan pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas sebuah keluarga yang diukur berdasarkan skala-skala tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan, apakah hanya modal yang besar yang mampu mengatasi perekonomian masyarakat miskin yang mayoritas dinomina puak Melayu itu?&lt;br /&gt;Tentulah tidak demikian. Modal besar sangat diperlukan, namun tidak akan ada artinya, kalau persoalan mendasar tidak teridentifikas dengan baik, Demikian juga sebaliknya, program pengentasan keluarga miskin bagus-bagus, tapi tanpa didukung modal yang cukup akan berjalan tersendat. Keduanya harus jalan seiring dan terencana secara matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti dana sangat diperlukan sebagai modal untuk merubah pola hidup dan prilaku sebagian sebagian kaum ibu dari keluarga miskin yang masih berkutat di tiga ‘’ur’’ (dapur, sumur, kasur) kearah wiraswasta. Sehingga secara bertahap diharapkan akan mampu merubah sastus keluarga mereka dari pra sejahtera menjadi sejahtera 1, ke sejahtera 2, sejahtera 3 dan sejahtera 3 plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalaulah itu yang nantinya diikuti, maka tidak ada salahnya tim Genta Melayu juga bisa mempelajari kiat-kiat yang diterapkan BKKBN dalam mengentaskan kemiskinan selama ini. Atau mungkin secara bergandengan melakukan gebrakan di tengah masyarakat. Karena selain BKKBN memiliki sisa-sisa tenaga yang menguasai lapangan, lembaga non departemen ini juga memiliki modal besar di bidang kemanusiaan yang dananya selian bersumber dari APBN juga bantuan-bantuan luar negeri baik dari bank dunia atau pun lembaga-lembaga swadaya (SLM) yang bergerak di bidang kemanusiaan dan tidak bersifat mengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bergerak juga menggunakan uang sebagai dana paningan untuk merubah prilaku penduduk. Sebab, pendidikan merubah prilaku dan kebiasaan hidup itu tidak akan bisa seperti membalikan telapak tangan, tapi perlu waktu dan itu merupakan investasi masa panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja misalnya gerakan menabung dengan sasaran merubah prilaku penduduk dari kebiasaan bersifat konsuntif kea rah menabung. Untuk itu BKKBN pun meluncurkan sejumlah dana pancingan kepada masyarakat melaui rekening-rekening tabungan langsung atas nama anggota atau kepala keluarga miskin yang lebih dikenal dengan sebutan keluarga pra sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama program ini berjalan di era Orde baru hasilnya cukup menggembirakan. Banyak masyarakat Indonesia yang menambung bahkan jumlah dananya pun meningkat dari tahun ke tahun. Untuk lebih memotifasi warga lainnya dibuat pula sejumlah tugu menabung, termasuk di Riau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang kewirausahaan juga. BKKBN meluncurkan gerakan unit-unit Usaha Peningkatan pendapatan keluarga (UPPKS). Dalam kegiatan ini juga diluncurkan dana hibah dan dana bergulir sebagai pancingan penambah modal dalam berusaha. Sasarannya juga para penduduk miskin dengan berbagai usaha, seperti penjual goring, kripik cabe, tukang temple benen, pedagang asongan dan sebagainya. Mereka ini terdata lengkap dan selalu mendapat pengarahan atau pun bimbingan dari para tenaga penyuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bagi mereka yang usahanya sudah berkembang baik diluncurka pula program kredit usaha keluarga sejahtera (Kukesra). Sasarnya juga para penduduk miskin yang telah memulai usaha perbaikan perekonomian keluarga, namun masih mengalami kekurangan dana sebagai modal.***&lt;br /&gt;yasrilriau@gmail.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8483783186262798608?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8483783186262798608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8483783186262798608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8483783186262798608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8483783186262798608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/membangun-sendi-sendi-perekonomian.html' title='Membangun Sendi-sendi Perekonomian Mikro'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1249589586825589089</id><published>2008-11-25T23:20:00.001+07:00</published><updated>2008-11-26T16:37:44.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Ladang Minyak Duri Mulai Beroperasi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Proyek Injeksi Uap Terbesar di Dunia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENTERI&lt;/strong&gt; ESDM Purnomo Yusgiantoro Rabu (26/11) hari ini- dijadwalkan akan meresmikan produksi minyak pertama dari Area 12 proyek NDD (North Duri Development atau Pengembangan Lapangan Duri Utara), PT Chevron pacific Indonesia (CPI).  &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara ini juga akan dihadiri oleh Dirjen Migas Evita Legowo, Kepala BP Migas R Priyono serta pejabat ESDM dan BPMigas lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke Duri, Selasa (25/11) kemarin rombongan Menteri ESDM terlebih dahulu melawat ke Pertamina Dumai, operasi PT Bumi Siak Pusako di Zamrud serta mengikuti rapat kerja di CPI Rumbai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Manager Comunications and Media Relations CPI, Hanafi Kadir melalui CMR CPI Tiva Permata kepada Dumai Pos (Riau Pos Grup), Selasa (25/11) kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Tiva Permata, lapangan minyak Duri merupakan lokasi penerapan proyek injeksi uap terbesar di dunia. Lapangan minyak dengan luas 18 km x 8 km ini ditemukan pada tahun 1941 dan mulai beroperasi pada tahun 1958.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum penerapan teknologi injeksi uap, hasil minyak bumi dari Lapangan Duri pernah mencapai puncaknya pada tahun 1965 dengan produksi 65.000 barrel per hari. Sejak itu produksi minyak menurun terus dengan laju 13 persen per tahun. Setelah melakukan uji coba yang sukses, CPI akhirnya memutuskan untuk menggunakan teknologi injeksi uap yang diusung dari salah satu lapangan minyak Chevron di California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapannya ke seluruh lapangan Duri secara dramatis meningkatkan produksi minyak Duri, mengantarkannya ke puncak produksi sebesar 300.000 ribu barel per hari pada tahun 1994. Proyek ini membuktikan bagaimana teknologi, keunggulan operasi, dan pengelolaan sumberdaya yang tepat secara positif mengubah masa depan lapangan minyak yang sudah menurun produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, proyek DSF yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1990 ini mencatat produksi kumulatif 1 miliar barrel.  Dua tahun lalu DSF kembali mencatat sejarah dengan produksi kumulatif 2 miliar barel minyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek NDD yang merupakan pengembangan lanjutan dari Lapangan Duri ini diharapkan dapat memacu kembali produksi minyak Lapangan Duri seperti yang diharapkan bersama oleh Pemerintah, industri migas dan masyarakat Indonesia. PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) merupakan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BPMIGAS yang bekerja di 3 wilayah produksi di Provinsi Riau, Sumatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CPI dimiliki oleh perusahaan energi kelas dunia, Chevron Corporation, dan merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi sekitar 400.000 barrel per hari. ‘’Proyek NDD yang merupakan bagian DSF ini merupakan usaha Chevron untuk menekan laju penurunan produksi dari lapangan Duri. Hal ini sangat sejalan dengan usaha pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi minyaknya,’’ ujar Tiva. (usa/riau pos grup)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1249589586825589089?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1249589586825589089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1249589586825589089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1249589586825589089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1249589586825589089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/ladang-minyak-duri-mulai-beroperasi.html' title='Ladang Minyak Duri Mulai Beroperasi'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7114788261233693807</id><published>2008-11-25T16:44:00.002+07:00</published><updated>2008-11-26T16:37:34.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau Membangun'/><title type='text'>Guru, Sang Embun Penyejuk</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSvJkBnoU1I/AAAAAAAAAbw/2gzpzYeZeWs/s1600-h/guruu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272529409514427218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 311px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSvJkBnoU1I/AAAAAAAAAbw/2gzpzYeZeWs/s320/guruu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari ini 25 November 2008 bertepatan dengan peringatan hari guru dan PGRI.&lt;br /&gt;Selamat guru ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semoga selalu jadi embun penyejuk dalam kehausan.&lt;br /&gt;Kami, dan juga kita semua para tunas-tunas bangsa tengah haus akan ilmu pengetahuan, harus dengan didikan nilai-nilai luhur mu.&lt;br /&gt;Berikanlah kami setetes embun untuk membuka hati ini&lt;br /&gt;Kami tengah berada dalam kegelapan, masih gelap dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;Kini engkau harapan kami, engkau bagai pelita dalam kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, engkau para guru ku, jaga jugalah martabat mu.&lt;br /&gt;Jangan karena nila setitik rusak susu se belanga.&lt;br /&gt;Betapa banyaknya oknum-oknum guru saat ini yang mungkin lupa akan tugas dan fungsinya sebagai penadidik.&lt;br /&gt;Jangankan mendidik, malah memberi contoh tercela bagi anak didiknya sendiri.&lt;br /&gt;Ada yang berbuat cabul, ada yang main tembak, ada yang main pukul dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Sungguh tidaklah terpuji prilaku seperti ini.&lt;br /&gt;Dan,.. jangan karena nila setitik, rusak susu se belanga.&lt;br /&gt;Sekali lagi mari kita bersama menjaga martabat guru.&lt;br /&gt;Bukankah kata Bung Karno semua kita ini juga guru.&lt;br /&gt;Presiden guru bagi muridnya, penulis guru bagi pembaca karya tulisnya.&lt;br /&gt;Orang tua di rumah guru bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saya yang jebolan IKIP Padang, meski berkarya di jurnalistik, tapi tetap jadi guru, bagi pembaca media. Begitu juga dengan keluarga-keluarga saya yang juga berasal dari keluarga guru, istri dan ibu mertua juga seorang guru. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Marilah kembali kita renungkan bait demi baik lirik lagu Himne Guru karya Sartono, seorang guru. Himne guru ini saya copy dari blognya Lambertus L. Hurek di Surabaya.&lt;br /&gt;Sekali lagi selamat hari guru. *** &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7114788261233693807?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7114788261233693807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7114788261233693807' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7114788261233693807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7114788261233693807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/guru-sang-embun-penyejuk.html' title='Guru, Sang Embun Penyejuk'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSvJkBnoU1I/AAAAAAAAAbw/2gzpzYeZeWs/s72-c/guruu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2316149047930942567</id><published>2008-11-25T16:12:00.002+07:00</published><updated>2008-11-26T16:36:24.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Durian montong Diminati, Permintaan Jeruk Meningkat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Melihat Usaha Pembibitan Buah-buahan di Tambang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan &lt;strong&gt;Yasri&lt;/strong&gt;l, Tambang&lt;br /&gt;MESKI banyak petani yang beralih ke tanaman sawit, ternyata tidak sedikit yang mencari tanaman alternative yang juga memiliki prospek cerah seperti buah-buahan. Bahkan diantara puluhan jenis buah-buahan, durian montong cukup diminati, sementara permintaan pasar terhadap buah jeruk pun kian meningkat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Faktor pendukung tingginya permintaan terhadap jeruk, karena selain harga jual di pasaran meningkat, stok jeruk di petani saat ini menipis. Karena banyak petani yang beralih ke sawit. Sehingga petani pun kembali melirik tanaman sawit,’’ kata Muhammad Bibit, salah seorang petani sekaligus pengusaha pembibitan Tani Indah, Kecamatan Tambang, Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, di saat musim seperti sekarang, durian montong yang merupakan perpaduan durian local dan durian asal Thailand sangat diminati warga. Bahkan bibitnya pun banyak dibeli warga. Buah durian montong ini paparnya selain enak dan dagingnya tebal, jika jatuh dan lama terletak tidak cepat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Peminat bibit durian montong ini tidak hanya para petani local, tapi juga dari luar kampar, bahkan juga dari luar Riau, seperti dari Aceh, Sumut, Sumbar dan lainnya. Baru-baru inisekitar 5.000 bibit durian montong asal Tambang yang kami usahakan dibawa ke Aceh ,’’ kata M Bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang harga bibit durian montong, M Bibit mengatakan beragam, Ini selain tergantung usia bibit itu sendiri, juga jumlah yang dibeli. Artinya kalau membeli dalam partai besar akan lebih murah dibanding satu atau dua. Begitu juga kematangan bibitnya, yang lama dan siap tanam akan lebih tinggi dibandung yang baru disemai. ‘’tapi rata-rata bibit yang ada saat ini sudah berusia enam hingga tujuh bulan. Yang siap tanam. Sehingga pada usia lima atau enam tahun paling lambat pemilik pohon bias menikmati hailnya,’ tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeruk&lt;br /&gt;M Bibit juga menjelaskan bahwa selama ini buah jeruk dari Tambang menjadi primadona di Riau. Namun sejak sawit dianggap menjanjikan, banyak petani yang beralih ke tanaman sawit. Padahal pohon sawit pada dasarnya tidak bagus untuk kesuburan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena makin berkurangnya minat petani menanam jeruk, produksinya pun kian merosot. Ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tambang, Kabupaten kampar saja, tapi juga seluruh Riau, bahkan juga di provinsi tetangga. Sementara itu permintaan pasar terhadap buah jeruk tetap tinggi, baik di pasar tradisional maupun di pasar-pasa buah di kota-kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi permintaan pasar itu, tidak jarang jeruk harus didatangkan dari daerah lain, seperti Berastagi, Sumut dan lainnya. Akibatnya harga jual jeruk itu pun cukup menjanjikan. ‘’Makanya sekarang banyak petani kembali melirik tanaman jeruk. Dan ini bisa dilihat di beberapa wilayah di Kecamatan Tambang ini,’’ ujarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jual bibit jeruk yang dia usahakan M Bibit menyatakan berpariasi. Namun lebih murah dibanding durian montong. ‘’Ya, berkisar antara Rp4.000 hingga Rp6.000 per batang. Kalau membeli dalam partai besar, tentu harganya juga akab lebih murah.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saja sedikitnya tersedia lebih 30.000 bibit dari puluhan jenis tanaman buah-buahan dan tanman keras yang ia sediaknya. Selain itu katanya juga ada yang dalam tahap karantina.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2316149047930942567?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2316149047930942567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2316149047930942567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2316149047930942567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2316149047930942567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/durian-montong-diminati-permintan-jeruk.html' title='Durian montong Diminati, Permintaan Jeruk Meningkat'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-4953243161391037067</id><published>2008-11-24T20:45:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T16:37:00.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPKB Riau'/><title type='text'>205 Penderita AIDS Akibat Heteroseksual</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SEBANYAK&lt;/strong&gt; 44 persen dari 301 penderita HIV/AIDS di Riau tahun 2008 berasal dari berusia muda. Sementara 65 persen atau 205 kasus disebabkan heteroseksual.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kondisi ini harus menjadi perhatian semua elemen masyarakat. Tidak hanya dari kalangan generasi muda saja, tapi juga keluarga masyarakat,’’ kata Plt Kepala BKKBN Riau Drs H Pengadilan Nasution, Senin (24/11) sehubungan digelarnya lomba RAB dan Ferformance competition  tahun 2008 di Mal SKA Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipaparkan Pengadilan, usia yang paling banyak terjangkit HIV/AID itu antara 20-29 tahun, sedangkan yang berusia 30-39 berjumlah 114 orang atau 38 persen. Padahal paparnya usia 20-29 itu merupakan usia produktif manusia untuk berusaha dan berkarya. ‘’Jika mereka sudah terjebak dengan kasus HIV/AIDS masa depannya akan terganggu. Setidaknya, selain harus memikirkan keburuhan hidup, mereka juga harus intensif merawat diri,’’ paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan juga mengimbau agar generasi muda segera meninggalkan ketergantungan terhadap narkotika serta pemakaian alat suntik secara bergantian. ‘’Ini juga bisa menyebabkan seseorang terjangkit HIV/AIDS. Bahkan 76 orang atau 25 persen penderita HIV/AIDS di Riau diakibatkan napza dan alat suntik,’’ katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab soal penyebab terjadinya heteroseksual atau gontaganti alat suntik, Pengadilan mengatakan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Khususnya dalam hal hal cara-cara melindungi diri dari prilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diingini, IMS  serta HIV/AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Makanya saya memberikan apresiasi positif terhadap upaya-upaya sosialisasi tentang HIV/AIDS serta keseharan reproduksi remaja dalam bentuk lomba Rab dan Ferformance competition yang dilaksanakan PKBI dan BKKBN ini. Setidaknya kita telah berupaya memproteksi generasi muda terhadap HIV/AIDS,’’ paparnya.(ril)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-4953243161391037067?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/4953243161391037067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=4953243161391037067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4953243161391037067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/4953243161391037067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/205-penderita-aids-akibat-heteroseksual.html' title='205 Penderita AIDS Akibat Heteroseksual'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7170053413770907990</id><published>2008-11-24T15:26:00.003+07:00</published><updated>2008-11-24T15:30:35.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Di Percetakan Riau Pos</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSplz8AJ-xI/AAAAAAAAAbY/3pS8IcpBwKc/s1600-h/Menjelaskan+proses+mencetak+koran+Riau+Pos..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272138256745102098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSplz8AJ-xI/AAAAAAAAAbY/3pS8IcpBwKc/s320/Menjelaskan+proses+mencetak+koran+Riau+Pos..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DIPERCETAKAN: Yasril saat menjelaskan pembuatan koran di ruang percetakan Riau pos.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7170053413770907990?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7170053413770907990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7170053413770907990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7170053413770907990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7170053413770907990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/di-percetakan-riau-pos.html' title='Di Percetakan Riau Pos'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSplz8AJ-xI/AAAAAAAAAbY/3pS8IcpBwKc/s72-c/Menjelaskan+proses+mencetak+koran+Riau+Pos..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-5340565281623219822</id><published>2008-11-24T10:41:00.003+07:00</published><updated>2008-11-24T15:30:35.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Tamu Redaksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSpklwqn2DI/AAAAAAAAAbQ/VPewXVxOwjw/s1600-h/Menjelaskan+tentang+koran+masa+depan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272136913672198194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSpklwqn2DI/AAAAAAAAAbQ/VPewXVxOwjw/s320/Menjelaskan+tentang+koran+masa+depan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BUAT KORAN: Asisten Redaktur Pelaksana Riau Po Yasril saat menjelaskan cara membuat koran kepada para tamu redaksi Riau Pos beberapa waktu lalu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-5340565281623219822?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/5340565281623219822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=5340565281623219822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5340565281623219822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/5340565281623219822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/tamu-redaksi.html' title='Tamu Redaksi'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSpklwqn2DI/AAAAAAAAAbQ/VPewXVxOwjw/s72-c/Menjelaskan+tentang+koran+masa+depan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-1063842903293167209</id><published>2008-11-24T08:19:00.001+07:00</published><updated>2008-11-24T10:31:43.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Di Singkawang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSogBPeUWDI/AAAAAAAAAaw/wmC8ZWcrdvI/s1600-h/P4240089.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272061519496239154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSogBPeUWDI/AAAAAAAAAaw/wmC8ZWcrdvI/s320/P4240089.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di SINGKAWANG: Saat berada di perkampungan China di Singkawang, Kalbar bersama Kabag Humas Pemkab Kampar beberapa waktu lalu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-1063842903293167209?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/1063842903293167209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=1063842903293167209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1063842903293167209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/1063842903293167209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/di-singkawang.html' title='Di Singkawang'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSogBPeUWDI/AAAAAAAAAaw/wmC8ZWcrdvI/s72-c/P4240089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-8273426114875147571</id><published>2008-11-24T08:09:00.002+07:00</published><updated>2008-11-24T10:36:47.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Konfrensi Pemimpin Negara-negara muslim</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSohO08oTGI/AAAAAAAAAa4/-hG-bO3V75k/s1600-h/Di+sela-sela+acara+konfrensi+pemimpin+negara-negara+muslim..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272062852405415010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSohO08oTGI/AAAAAAAAAa4/-hG-bO3V75k/s320/Di+sela-sela+acara+konfrensi+pemimpin+negara-negara+muslim..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MELIPUT: Di sela-sela peliputan konfrensi internasional pemimpin negara-negara muslim tentang kependudukan, di Bali beberapa waktu lalu &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-8273426114875147571?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/8273426114875147571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=8273426114875147571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8273426114875147571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/8273426114875147571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/konfrensi-pemimpin-negara-negara-muslim.html' title='Konfrensi Pemimpin Negara-negara muslim'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSohO08oTGI/AAAAAAAAAa4/-hG-bO3V75k/s72-c/Di+sela-sela+acara+konfrensi+pemimpin+negara-negara+muslim..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-2876496225603556978</id><published>2008-11-24T08:03:00.002+07:00</published><updated>2008-11-24T10:39:57.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Di Museum Serawak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSoh_r0dI2I/AAAAAAAAAbA/qno1jfrLtGk/s1600-h/Di+Museum+Serawak..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272063691768800098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSoh_r0dI2I/AAAAAAAAAbA/qno1jfrLtGk/s320/Di+Museum+Serawak..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;DI MUSEUM SERAWAK:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Foto bersama dengan Pengurus Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) se Indonesia di Museum Serawak, beberapa waktu lalu. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-2876496225603556978?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/2876496225603556978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=2876496225603556978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2876496225603556978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/2876496225603556978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/di-museum-serawak.html' title='Di Museum Serawak'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSoh_r0dI2I/AAAAAAAAAbA/qno1jfrLtGk/s72-c/Di+Museum+Serawak..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5623381289728803871.post-7870217027669927461</id><published>2008-11-23T23:12:00.001+07:00</published><updated>2008-11-24T08:13:10.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Foto'/><title type='text'>Di Entikong</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSmBauZ7kTI/AAAAAAAAAao/wZI24Kaqx2A/s1600-h/P4250093.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271887134947250482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSmBauZ7kTI/AAAAAAAAAao/wZI24Kaqx2A/s320/P4250093.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5623381289728803871-7870217027669927461?l=yasrilriau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yasrilriau.blogspot.com/feeds/7870217027669927461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5623381289728803871&amp;postID=7870217027669927461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7870217027669927461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5623381289728803871/posts/default/7870217027669927461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yasrilriau.blogspot.com/2008/11/di-entikong.html' title='Di Entikong'/><author><name>Yasril</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087424034419933983</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SXveUQUGvrI/AAAAAAAAAk0/pT2AK3wlGOU/S220/yas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Bp2-y7nuIh8/SSmBauZ7kTI/AAAAAAAAAao/wZI24Kaqx2A/s72-c/P4250093.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
